34. Say Good bye to you.

358 18 1
                                        

Tenanglah. Ini bukan akhir. Kita hanya perlu menguji rindu agar tahu seberapa besarnya rasa itu.

***
Dara menangis tersedu sedu mengingat Aldi yang akan pergi.

Semenjak malam tadi setelah ia berpisah dengan Aldi, dara tak bisa memejamkan matanya. Rasa kantuknya hilang entah kemana.

Dirinya terus saja menangis dan menangis. Dara tidak ingin kehilangan untuk kesekian kalinya. Kini Dara sadar bahwa dia sangat menyayangi Aldi. Rasa itu nyata adanya.

Dara melirik jam beker yang ada di nakas. Sudah pukul 06:30 berarti tiga puluh menit lagi Aldi akan benar benar pergi

Apa gue gak akan ngeliat Aldi untuk yang terakhir kalinya?

Apa gue akan tetap munafik kaya gini?

Gue gak mau lihat Aldi. Gue gak mau menyaksikan kepergian Aldi

Tapi...

Dara melompat dari tempat tidurnya. Dara berlari keluar kamar dan menuruni tangga untuk mencari Edgar

"Abanggggg" teriak Dara setelah mendapati Edgar yang sedang menonton tv

"Kenapa huh?" tanya Edgar menatap Dara heran

"Anterin Dara ke bandara sekarang" ucap Dara setengah memaksa

"Aldi?" tebak Edgar

Dara mengangguk "Ayo bang kita harus buru buru"

"Katanya lo gak mau lihat Aldi? Gimana si labil banget"

"Udah deh bang ini bukan waktunya kita ribut. Bentar lagi pesawat Aldi pergi!"

"Tapi ra.." Sebelum Edgar melanjutkan ucapannya, Dara segera menarik lengan Edgar menuju mobilnya.

"Buruann!!" teriak Dara saat sudah duduk di kursi penumpang di depan.

"Sabar elah!"

Edgar menyalakan mesinnya lalu melajukan mobilnya dengan cepat.

Dara melirik jam di mobil. Jam sudah menunjukan pukul 06:40 sedangkan mobil yang Dara tumpangi sedang terjebak macet

"Abang ayo"

"Lo gak liat? Didepan macet ra"

Dara mendesah tak tenang. Dalam hati ia terus saja berdoa agar Aldi belum pergi

Dara melirik ke luar jendela. Lalu menganggukan kepalanya.

Dara membuka pintu mobilnya dan berlari kencang

Rasa TerdalamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang