41. Amplop pink pembawa surat

279 16 1
                                        

take care of yourself. If this is the end of this short story, I'm ready to lose you for a long time. Maybe even more than forever

•••

"Pagi mas Edgar yang ganteng tapi boong" sapa Dara sambil duduk disebelah Edgar

"Mas mas palalu ya. Lo pikir gue ikan mas?" sinis Edgar sambil mempiting leher Dara

"Pake acara ngatain kegantengan gue lagi! Dasar lo adik biadab!"

"Lepasin gue anjir, gue bisa mati kalo lo cekik gini" Edgar terkekeh pelan lalu merapikan rambut Dara yang berantakan karena ulahnya

"Btw anyway busway, kok lo tumben ke kampus pake acara cantik cantik begini?"

"Gue emang cantik ya!"

"Serius?"

"Ya lo pikir aja sendiri!" sewot Dara

"Ih pms ya?"

"Auah bang males gue ngomong sama lo"

"Gak akan gue anter ke kampus kalo gitu"

"Bodo amat ya gue gak peduli" Dara menyantap nasi goreng dihadapannya. Jari nya kembali sibuk pada ponselnya

Dara:
Bisa jemput gue ga?

Radif:
Kerumah lo?

Radif:
Bisa banget dong😀

Radif:
Mau jam berapa? Babank siap otw

Dara:
15 menitan lagi ya

Radif:
Siappp😆

Dara memasukan ponselnya kedalam tas, lalu segera beranjak

"Gue berangkat yaa"

"Loh loh gak akan dianter gue emang?"

"Engga ah bosen, dari SD gue dianter lo mulu"

"Terus mau sama siapa?"

"Kang ojek langganan" gadis itu mencium kedua pipi Edgar bergantian lalu segera berlari kecil keluar dari rumahnya

Dara berjalan menuju pagar rumahnya, namun langkahnya terhenti saat melihat sebuah amplop berwarna pink yang untung saja tak terinjak oleh kakinya

"Amplop apaan nih?" tanya Dara bernolog

Untuk Dara.

"Buat gue?" Dara mengangkat bahunya acuh lalu memasukan amplop tersebut kedalam tas nya

Tinn..tin..

"Sorry ya lama" ucap Radif dengan cengiran khasnya

Dara tersenyum kecil. Entah mengapa pagi ini Radif terlihat lebih.... Tampan?

Radif mengibas ngibaskan tangannya dihadapan wajah Dara

"Ko malah ngelamun?" tanya Radif

"Eh engga engga" Dara segera naik ke atas motor Radif lalu memeluknya dari belakang

"Gue pegangan ya takut jatuh" alibi Dara membuat Radif tertawa

"Yaelah kusnul kalo mau meluk mah meluk aja kali gausah pake basa basi" dengan kesal Dara mencubit perut Radif membuat lelaki itu meringis pelan

•••
"Jadi pulangnya jam berapa?" tanya Radif memastikan sekali lagi

"Nanti gue kabarin deh. Mau ngapain sih emangnya?"

"Pengen ajak lo makan siang aja sih"

"Gabut banget sih hidup lo!"

"Bomat!"

"Yaudah sana gue masuk ya"

"Iya hati hati lo kodok garong"

"Serah ah!" Dara segera memutar langkahnya menuju gedung kelasnya.

Sesampainya disana, Dara segera duduk di bangku ketiga paling pojok. Dia membuka tasnya lalu mengambil sesuatu dari sana

Untuk Dara.

"Surah apaan sih ini? Apa gue ada hutang ya sama orang?" Dara segera membuka amplop tersebut lalu menarik secarik kertas didalamnya

Hey ma gurl!
How are you?
Are you okey?
Are you fine?
I miss you so bad, missing it's very huge!

Can you help me? Can you missing me too? I very hope you also the same

Dara, Noting my time without for not thinking about you

You are my poetry.
I'm happy with you.

I will back to you.
I love you

"Dia akan kembali?"

Rasa TerdalamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang