Chapter 14

1K 54 4
                                        

Emang aku barang? Bisa dipinjam-pinjam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Emang aku barang? Bisa dipinjam-pinjam.

-Zalfa-

----

Pagi ini adalah pagi hari senin yang cerah, pagi yang baru untuk sebuah petualangan yang baru mungkin. Sang mentari sudah menampakkan batang hidungnya sejak beberapa jam yang lalu, membuat mereka yang kemarin-hari minggu-bisa bermalas-malasan harus terbangun dari rasa kantuknya di pagi hari ini jika tidak mau mendapat omelan.

Begitu pula dengan gadis-gadis cantik ini, mereka yang notabene-nya satu kost harus terbangun dipagi-pagi sekali karna tak ingin kelewatan jam mata kuliah pertama yang dimulai sangat pagi bagi mereka.

Ini adalah hari pertama bagi Zalfa berkuliah setelah ia sembuh dari sakitnya.

Disinilah mereka berakhir sekarang, bersantai dikantin sambil menunggu mata kuliah selanjutnya yang akan dimulai nanti siang sambil menikmati jajanan kantin yang pastinya sangat menggoda iman orang yang sedang berdiet ketat.

“Zal, lo ada hubungan apa sih sama Kak Adam? Kalian kelihatan dekat banget belakangan ini, anak-anak banyak yang jealous sama lo” Yang ditanya sedang asik meminum orange squash miliknya saat itu.

Dalam satu tegukan semua cairan orange dalam mulut Zalfa habis, untungnya tidak membuat dirinya tersedak.

“Ah….itu,” Zalfa terbata-bata saat menjawab pertanyaan Dira yang merupakan teman satu kamar kostnya itu.

Ia bingung harus menjawab apa, tidak mungkin ia menceritakan bahwa ia sedang dalam kesepakatan menjadi assisten Adam untuk mengantikan lensa camera Adam yang pecah karna dirinya.

“Kelihatannya Kak Adam suka sama kamu.” ceplos salah satu teman Zalfa yang lain.

Zalfa sempat terkejut mendengar ucapan temannya itu karna ia tidak pernah berfikiran semacam itu, namun segera ditanggapinya dengan santai.

Sebenarnya Zalfa sudah berusaha bersikap setenang mungkin, untuk menutupi suatu bagian didalam tubuhnya yang bahkan seperti mau keluar dari tempatnya.

“Nggak mungkinlah Kak Adam suka sama aku.” Zalfa berusaha setenang mungkin untuk mengucapkan kalimatnya itu walau dalam hati ia sangatlah berharap bahwa yang dikatakan teman-temannya adalah sebuah kebenaran.

“Beneran! Setahu gue Kak Adam itu susah buat dekat sama cewek padahal banyak banget cewek yang suka sama dia tapi dia cuek bebek. Gue perhatiin dia gak terlalu cuek sama lo malahan dia perhatian sama lo sampe mau jagain lo dirumah sakit lagi.” Ujar Dira yang mulutnya sangat ember menurut Zalfa.

Jika ada yang sadar, wajah Zalfa sudah sangat panas sekarang.

Zalfa rasanya ingin melempar Dira jauh hingga ke planet Mars sana hingga ia tak bisa kembali.

ADAM (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang