28

10.7K 217 36
                                        

H-3 pagelaran busana membuat Marla begitu nervous. Ini adalah pagelaran terbesar selama karirnya. Ia tidak ingin ada satu pun kesalahan.
Saat berkeliling, mata dan telinganya terfokus pada dua orang yang terlihat sedang super rempong

" Aduuhh cyyiinn badan yey kayaknya tambah melar deh.
Mentang mentang lama gak ada pemotretan trus yey gak jaga badan yey, pusiing eike kalo begindang."

Zeeta yang mendengar celotehan managernya hanya mampu meringis sambil mengerucutkan bibirnya.
Memang ia akui, semenjak kabur dari rumah dan tinggal di apartemen Hadi, pola makannya sama sekali tidak terkontrol.

" Pokoknya eike gak mau tau. Kalo sampe baju utama yang di bikin si mbak mbakk cantik tadi gak muat di badan yey, yey yang harus tanggung jawab. Yey tau kan The One Fashion gimana sama pemilihan model? Ketat dan kejamnya minta ampyuun duehh."

" Iya pasti muat kok. Orang badan gue masih langsing gini. Paling cuma nambah beberapa ons doang." Balas Zeeta tak terima di bilang gendut.

" Ok capcus cobain tuh baju sekarang. Tanpa bantuan eike kalo emang yey masih muat."

Zeeta segera berjalan ke ruang ganti dan mencoba hasil rancangan Marla. Luar biasa itu lah hal pertama yang terlintas di otaknya saat melihat baju yang sedang di pakainya. Kini ia menatap sekali lagi ke cermin mematut diri. Benar benar indah.
Baju yang tidak terlalu banyak detail tapi masih terkesan mewah dan seksi. Karena tema pagelaran nanati adalah. Night simple and sexy dress.

"Muat kan. Gue nggak gendut cong." Teriak zeeta begitu keluar ruang ganti.
Beberapa orang yang sedang sibuk di ruangan tersebut menatap terpana pada sosok Zeeta. 

Zeeta tidaklah seperti model pada umum nya yang harus kurus kering dan semuanya serba rata. Tubuh Zeeta sangat proporsional demngan tinggi 173 cm dan berat badan 54 kg  membuatnya terlihat begitu segar.

"Cuc mey ciin. ternyata hobi makan lo penyalurannya sekarang ke dada sama bokong ya?" Si banci cantik manajer Zeeta memeberi dua jempol ke atas untuk penampilan Zeeta hari ini.

"Gue kan udah bilang kalo gue nggak nambah gendut gendut amat."

"Oh hai mbak Marla cantik, bajunya bagus banget cuc mey deh" Terlihat Marci melambaikan tangannya lalu tersenyum cantik saat menyadari Marla tengah memperhatikan kegiatannya dengan Zeeta.

"Eh dasar lo! bajunya bagus karena gue yang make dodol." Zeeta terlihat tak terima 

"Iya iya terserah yey." Balas Marci Lalu melengos pergi meninggalkan Zeeta.

Dasar Marci alias Mario banci." Gerutu Zeeta lalu kembali keruang ganti untuk melepas bajunya.



##################


Axel menatap undangan emas yang baru saja tiba tadi pagi. Rupanya itu adalah undangan vip untuk acra malam pagelaran Fashion show  Marla. 

"Apa itu Xel" Kyra terlihat mendekat sambil membawakan teh hangat beserta beberapa potong sandwich. 

"Undangan Fashion show dari Marla."

"Wow kita di undang? Padahal aku pikir dia nggak bakalan ngundang kita setelah kejadian waktu itu."

Kini Kyra mulai duduk di sebelah Axel smbil menikmati sandwich buatannya.

"Bukan Kita tapi aku saja." Jawab Axel singkat.

"Oh kau pikir aku di undang juga, ternyata dia memang benar benar membenci ku." Gumam Kyra sengaja menatap ke arah Axel. Namun bukannya di respon, Axel malah beranjak pergi ke kamarnya.

MarlaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang