Moment - 17.

3.2K 325 63
                                        

Happy Reading ✨

"Perth Saint, ada apa?" Ibu Perth terkejut saat melihat Perth dan Saint menangis, dia baru saja datang setelah mendapat kabar Perth masuk Rumah Sakit.

Ibu Perth langsung memeluk Saint yang menangis sesegukan lalu menepuk-nepuk punggungnya pelan.

Sementara Perth mengapus air matanya, "Tidak ada Mae, dia saja yang terlalu cengeng"

TUK.

"Aduh, Pa aku sedang sakit kenapa kepalaku dipukul" keluh Perth mengelus kepalanya.

"Karena kau anak yang nakal"

"Sudah nak jangan menangis" ucap Ibu Perth menenangkan Saint.

"Sana ambilkan Saint air" Ayah Perth mendorong bahu Perth menyuruh Perth mengambil air dinakas samping ranjangnya.

"Yang sakit siapa sih?" gerutu Perth, namun tetap mengambilkan Saint air yang langsung diambil Ibunya dan membantu Saint minum.

"Anak laki-laki itu tidak boleh manja, cuma sakit sedikit saja sudah mengeluh" ucap Ayah Perth melangkah kan kakinya duduk disofa lalu membuka koran yang terdapat diatas meja samping sofa.

Ibu Perth menggeleng, "Sudah Mae bilang, jangan memaksakan dirimu kalau tidak kuat" ucapnya, tangannya masih menepuk-nepuk punggung Saint yang sudah mulai tenang tapi masih sesegukan.

"Iyaiya Mae, aku tau aku salah" ucap Perth menidurkan dirinya.

"Mae, Saint minta maaf"

"Kenapa minta maaf nak?Saint kan tidak salah" ucap Ibu Perth mengelus rambut Saint.

Ibu Perth itu gemas melihat Saint, anak itu terlalu manis.

"P'Saint berlebihan" celetuk Perth.

"Sudahlah Perth, kamu diam saja. Nak, tidak ada yang salah, lagipula Perth akan sembuh dalam beberapa hari tidak usah khawatir" ucap Ibu Perth menangkup kedua pipi Saint dengan tangannya. Lalu tersenyum menatap Saint. Saint sudah seperti putranya.

"Krab Mae" ucap Saint mengangguk.

Ibu Perth mengangguk lalu melangkahkan kakinya pada Perth yang tengah berbaring diranjangnya.

"Masih panas hmm?" ucap Ibu Perth mengecek suhu tubuh Perth. Tangannya merogoh kompresan baby fever dalam tasnya lalu menempelnya pada dahi Perth.

"Mae, aku bukan bayi" rengek Perth saat ibunya menempelkan baby fever itu pada dahinya.

"Sudah diam, sekarang istirahat" balas Ibu Perth menaikan selimut Perth sampai dada pemuda itu.

Perth yang memang sudah lelah pun perlahan memejamkan matanya.

"Sudah makan nak?" Tanya Ibu Perth duduk disamping Saint.

"Sudah Mae, Mae sudah makan?"

Ibu Perth mengangguk, lalu menggengam kedua tangan Saint, "Nak, makasih ya sudah menjaga Perth"

"Iya Mae" ucap Saint tersenyum pada Ibu Perth. Lalu Ibu Perth melepas genggaman tangannya pada Saint lalu mengelus kepala pemuda itu.

"Saint?"

Saint menoleh kearah P'Big yang memanggilnya diambang pintu.

"Ah Phi, dimana P'Plan?"

"Sawadee" ucap P'Big memberi salam pada Ayah dan Ibunya Perth, yang dibalas oleh Ayah dan Ibunya Perth.

"Baru sampai Phi" ucap P'Big duduk disamping Ayah Perth, Ayah Perth mengangguk.

"Plan sedang telponan dengan Mean diluar" ucap P'Big lagi membalas pertanyaan Saint setelah berbasa basi dengan orang tua Perth.

MOMENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang