Jagal

337 45 2
                                        

Sekali ayunan.

Dua kali ayunan.

Berulang-ulang (Name) mengayunkan pisau daging besar yang ia genggam.

Tak peduli darah yang membercak di wajah dan celemek yang ia gunakan. Tak peduli darah yang menggenang dikakinya.

(Name) masih saja mengayunkan pisau besar tersebut ke arah tiga hewan yang sudah tak bernyawa didepannya.

Tiga hewan tak berdosa yang bahkan setelah kematian pun tubuh mereka masih harus mengalami hal yang tak wajar.

Sudah mati diracun, jasadnya dimutilasi pula.

Anak burung hantu yang malang. Kedua sayapnya dipotong dari badannya. Masing-masing sayap tadi dipotong lagi jadi dua. Kepalanya pun dipenggal.

Kejadian serupa terjadi tak jauh berbeda dengan si kucing hitam dan si anak anjing warna abu-abu. Kepala mereka dipenggal. Kaki dan tangan mereka dipotong dari badannya.

(Name) membiarkan potongan-potongan tubuh tersebut tergeletak begitu saja. Membiarkan darah mereka habis dan meresap ke dalam tanah.

Setelah membersihkan diri dan memastikan darah sudah agak mengering, (Name) memasukkan potongan hewan-hewan tadi ke dalam sebuah kardus.

Mengubur tanah tempat rembesan darah supaya tidak bau anyir dan menghindari kecurigaan orang-orang lalu mengecek ulang lokasi.

Dirasa sudah aman, (Name) melangkahkan kakinya kembali menuju ke apartemen. Mempersiapkan segala sesuatu yang akan dibawa besok.

Besok hari keberangkatannya ke Miyagi. Tentu saja ia tidak akan berangkat dengan tangan kosong. Penggalan anggota tubuh hewan-hewan malang tadi adalah persiapan terakhir dari semua hal-hal yang diperlukan untuk rencana kali ini.

Rencana yang akan menjadi ajang pembalasan terakhir dari (Full Name). Karena tinggal sedikit lagi, rasa sakit hatinya akan terbalaskan.

Tinggal sedikit lagi.

-----------------------

TBC

KarmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang