Kunci utama keselamatan bagi Nataya ialah memiliki suplai yang memadai. Sekuat apa pun seseorang, setebal apa pun armor yang dia pakai, dan semahir apa pun menggunakan senjata dan sihir; semua akan berbalik melawanmu jika perutmu keroncongan.
"Mohon maaf, stok terakhir Healing salve dan peralatan First-aid baru saja habis dibeli. Hanya tersisa beberapa botol Remedy ini saja yang bisa aku tawarkan padamu," apologi sang Apoteker, ketika Nataya mampir di gerainya untuk membeli kedua item tersebut untuk persediaan obat-obatan.
"Kalau boleh bertanya, memangnya ada kejadian apa sampai bisa kehabisan stok?" pertanya Nataya usai memutuskan untuk membeli Remedy yang ditawarkan sang Apoteker.
"Hingga beberapa saat yang lalu, desa tetangga ditimpa kemalangan karena teror monster Behemoth. Banyak petualang yang tergiur dengan besaran imbalan, mencoba peruntungan melawan makhluk tersebut. Namun, satu demi satu menemui kegagalan dan kembali dengan mengalami luka cukup parah."
"Lalu, apakah pada akhirnya monster itu bisa dikalahkan?" tanya Nataya.
Sang apoteker membenarkan dengan anggukan kemudian berkata, "Untungnya desa tetangga terbantu dengan adanya seorang pemburu monster yang kebetulan singgah dan bersedia membasmi sang Behemoth tanpa meminta bayaran."
Dia pasti bukan orang sembarangan, Behemoth adalah monster tingkat menengah dengan tipe serangan fisik yang punya pertahanan nyaris sempurna dikarenakan sisik tebalnya tak dapat ditembus oleh senjata biasa.
Nataya merepetisi perkataan sang pemandu dan mendapat respon balik dari sang apoteker tentang senjata yang digunakan si pemburu monster berupa pedang kolosal berwarna hitam legam. Setelah basa-basi sebentar, Nataya pamit untuk membeli keperluan terakhir yang sangat membantu dalam hal kenyamanan di alam terbuka nanti.
======
"Itu apa?" gumam Nataya saat melewati sekerumun orang yang memadati sebuah papan tampil terbuat dari kayu yang penuh dengan tempelan kertas.
Itu papan Errantry, yang digunakan para warga untuk meminta bantuan petualang. Sang pemohon akan mendatangi Gilda untuk ajukan permintaan, kemudian pihak Gilda akan membuat dan menempelkan selebaran berisikan jenis permintaan beriming imbalan sesuai dengan tingkat kesulitan di papan itu.
"Hmm, menarik ...." cengirnya lalu melangkah mendekati kerumunan tersebut.
Perlu diketahui, sebelum bisa mengambil dirimu harus memiliki lisensi petualang yang dikeluarkan oleh Gilda.
"Hoo, apa akan ada semacam tes?"
Kau hanya perlu meletak tangan ke sebuah media deteksi bernama tablet verifi ketika mendaftar. Setelah tablet itu menyatakan kau memenuhi persyaratan sebagai petualang, maka pihak Gilda akan mengeluarkan lisensi sekaligus memintamu memilih class yang diinginkan.
"Kalau boleh diberi pencerahan, class apa saja?"
Mereka yang memilih class Pugilist ialah ahli beladiri yang menyerang musuh dengan tinju dan tendangan, pengguna Claw Knuckle dan Kunst Gauntlet. Espion merupakan class pengguna Dagger dan Throwing Knives yang memiliki kemampuan untuk berkamuflase untuk kalahkan musuh dengan cepat, efektif dan presisi. Ascia ialah class pengguna Great Axe dan War Hatchet dengan kerusakan yang ditimbulkan sangat tinggi karena kekuatan fisik yang besar. Kelebihan class Skeld ialah pertahanan absolut dari Tower Shield dan zirah tebal yang melapisi seluruh badan kemudian menyerang dengan Javelin. Lalu Gladio, class pengguna semua jenis pedang. Berikutnya Arcus, class pengguna Great bow dan Crossbow. Dan yang terakhir adalah Magier, sang ahli sihir serang dan restorasi pengguna Magic Staff dan Magic Tome.
"Sebagai pengguna belati, berarti class-ku sudah ditentukan ya?"
Gelar Archivar yang kau miliki sangat istimewa dan satu-satunya di dunia ini, sehingga class mana pun yang dipilih tidak akan menjadi masalah.
"Semacam wildcard yah.."
Katakanlah demikian, tinggi-rendahnya parameter milikmu semata dipengaruhi oleh setiap tindakan yang kau lakukan.
"Dimengerti, kalau begitu aku akan ke Gilda untuk mendaftar," cetusnya.
Nataya berjalan masuk ke sebuah ruangan dengan papan besar yang sarat akan kertas tempelan di sisi kiri dan kanan. Di dua tempat itu para petualang yang tengah riuh berebut permintaan sarat prestise agar mereka makin dikenal.
"Selamat siang, ada yang bisa dibantu?" sapa seorang wanita dari balik konter. Tampilannya membuat Nataya teringat resepsionis hotel, vest hitam dan kemeja putih lengan panjang.
"Aku ingin mendaftar sebagai seorang Espion, namaku Asche; pengguna Baselard.." jelasnya. Nataya sengaja tak menggunakan nama aslinya untuk menghindari sesuatu yang tak diinginkan nantinya.
"Baiklah Asche pengguna Baselard, mari kita lihat seberapa kompatibel dirimu dengan class yang kau pilih."
Wanita itu kemudian meminta 'Asche' untuk menyentuh sebuah tablet dengan sebuah lingkaran sihir mini terukir diatasnya.
≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡
∧∫⊂h∈
Γαcε: hυmαη
∧∮∮ιηιτφ: ∟υ∮τ
ρ∫φ⊂hε ⊂αρα⊂ιτφ: 30
∧ηιmα ⊂αρα⊂ιτφ: 50
Mαgι⊂k Γε∫ι∫τεη⊂φ: 20
ωεαροη ρΓο∮ι⊂ιεη⊂φ:
∫ωοΓδ 【D】
⊅αggεΓ 【A】
Kηι∮ε 【A】
∫hιε∟δ【E】
∟αη⊂ε 【E】
∧xε 【E】
Hατ⊂hετ 【E】
Bοω 【E】
⊂Γο∫∫bοω 【E】
Mαgι⊂ ∫τα∮∮ 【E】
Mαgι⊂ τοmε 【E】
⊂∟αω Kηυ⊂∟ε 【E】
Kυη∫τ Gαυητ∟ετ 【E】
≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡≡
Wanita itu menuliskan sesuatu diatas perkamen, mencapnya lalu menyerahkan perkamen itu kepada Nataya.
"Selamat bergabung Espion Asche, silahkan mengambil permintaan untuk petualang tingkat pemula di papan Errantry!"
Lagi eksperimen pake tulisan semi symbol biar feel-nya dapat, maap kalo agak susah dibaca🙇🙇
¤Tsuzuku¤
KAMU SEDANG MEMBACA
Al.Terra Chronicle : Archivar
RastgeleTerdampar ke dunia antah-berantah bisa dibilang hanyalah isapan jempol, khayalan konyol, imajinasi berlebihan bahkan hanya halusinasi. Namun, kala alam semesta menghendaki hal itu terjadi; apakah itu sebuah kekonyolan ataukah pertanda kalau kejadia...
