"Pertemuan ini akan dimulai, yang tidak berkepentingan silahkan pergi," sindir Eimer.
Asche yang merasa tidak punya kepentingan apa-apa seketika itu pamit namun ditahan oleh Hálfur.
"Aku tetap dalam pendirianku untuk meminta dia untuk masuk tim investigasi."
Mimik tak senang terlihat jelas di wajah Eimer sementara Kairav dan Delphi tak menunjukkan keberatan.
"Saya sangat berterima kasih atas usulannya tuan, tapi saya tak ingin menciptakan konflik berlarut dengannya," tuding Asche tanpa basa-basi.
"Jika pemimpinnya bukan dia, apakah kau akan bergabung?" tawar Hálfur memberi solusi.
"Itu hanya perparah keadaan yang ada saja tuan. Keinginan menjajal Dungeon memang ada, tetapi bisa ditunda lain kali saja."
Sebaiknya dirimu ke alun-alun, Kara sedang dalam masalah
"Saya undur diri, seseorang yang menjadi tanggung jawabku saat ini sedang kerepotan,"
Usai membungkuk pamit, sosok Asche menghilang ditelan undakan tangga turun dengan cepat tanpa bisa dicegah.
Dengan kecepatan yang ia miliki sekarang, tak butuh waktu lama untuk mencapai alun-alun kota.
Kara memasang kuda-kuda bertarung sambil menyiagakan Cleaver di tangan kirinya dengan wajah penuh amarah. Gadis itu dikepung tiga orang Gladio dengan pedang terhunus di kedua sisi dan titik butanya. Pemimpin pengepungan itu adalah seorang Skeld dengan tombak orichalcum tersampir di punggungnya. Dia berdiri tak jauh dari gadis itu dengan gestur tangan terlipat angkuh disertai picingan mata merendahkan.
"Ada apa ini tuan-tuan?" tanya Asche sambil melangkah mendekati Kara.
"Tuan Asche!" ucap Kara lega.
"Rupanya dia budakmu, kami harus menahannya karena melawan Magistrat dengan cara menolak penangkapan."
"Oh ya? Bisa tahu kenapa anda ingin menangkapnya?" balasnya sambil menepuk pundak Kara sebagai isyarat kalau dirinya bangga gadis itu bisa menahan diri sampai sejauh ini.
"Seorang budak tak dibenarkan membawa senjata kedalam kota, apalagi dia melawan magistrat karena itu berarti dia melawan kehendak raja,"
"Ijinkan aku meralatnya tuan-tuan sekalian, gadis ini bukanlah budak. Perihal dirinya melawan Magistrat yang berarti melawan raja, rasanya pernyataan itu terlalu berlebihan. Kehendak Magistrat bisa salah karena adanya ego. Namun, kehendak raja tak akan salah karena dia pengayom rakyat. Hal ini jelas sangat berbeda bukan?"
"Tuan dan budak sama saja, tangkap mereka berdua!"
"Kara, kalahkan mereka tanpa melukai!" ucap Asche mengambil ancang-ancang menendang.
Kegesitan gerak Kara membuat ketiga Gladio yang sesaat lalu mengepungnya dengan pedang terhunus, menjadi kewalahan. Kecepatan ketiganya ibarat sang kukang yang mengerahkan daya upayanya untuk menangkap seekor lalat.
Cleaver dalam genggaman gadis Anifolk itu menghancurkan dengan mudah pedang mereka seperti mematahkan kayu lapuk. Sehingga pertarungan antara mereka dilanjutkan dengan tangan kosong yang hasilnya bisa ditebak.
Hampir sama dengan nasib anak buahnya, serangan sang Skeld juga tak menghasilkan sesuatu yang signifikan dan lebih banyak bertahan menunggu kesempatan.
Bugghh!!
Tanpa bisa ditepis, tendangan bersalut petir kekuningan Asche terhantam telak di wajah yang terlindung helm hingga tersungkur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Al.Terra Chronicle : Archivar
DiversosTerdampar ke dunia antah-berantah bisa dibilang hanyalah isapan jempol, khayalan konyol, imajinasi berlebihan bahkan hanya halusinasi. Namun, kala alam semesta menghendaki hal itu terjadi; apakah itu sebuah kekonyolan ataukah pertanda kalau kejadia...
