Setelah lama menunggu beberapa hari. Akhirnya hari yang di nantikan Perth datang juga. Dia bangun pukul 6 pagi hanya untuk bertemu dengan Saint. Perth kebingungan memilih pakaian apa yang harus ia kenakan hari ini. Padahal biasanya dia tak pernah mementingkan penampilannya.
Lain halnya dengan hari ini, karena dia tidak ingin phi Saintnya itu melihatnya kacau. Dia ingin terlihat sempurna di mata phinya itu.
"Oih.. kenapa sekarang terlihat susah hanya untuk memilih sebuah baju." Ucap Perth sambil mengacak-acak rambutnya.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya pilihannya jatuh pada sweater putih dan celana jeans biru dengan motif sobek di bagian lututnya. Dan jangan lupa sepatu cats berwarna putih.
Perth bergegas menuju kamar mandi. Setelah selesai, dia melihat kamarnya yang berantakan karena baju-baju yang ia keluarkan dari dalam lemari. Kemudian membersihkannya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi kurang 15menit. Perth segera turun ke bawah, untuk menunggu Saint menjemputnya.
Tak lama kemudian mobil SUV putih berhenti tepat di depannya. Dan sang pemilik mobil menurunkan kaca mobil tersebut. Sebuah senyuman manis dari sang pemilik mobil membuat jantung Perth berdetak lebih cepat.
'sial kenapa dia manis sekali..' monolog Perth dalam hati.
Perth berjalan menuju mobil itu, dan duduk di kursi samping kemudi. Perth memasang sabuk pengamannya. Setelah itu Saint kembali melajukan mobilnya.
Hening.
Tak ada percakapan diantara mereka. Sampai Saint menghentikan mobilnya di depan sebuah kedai makanan.
Perth segera keluar dari mobil mengikuti Saint yang berjalan menuju kedai itu.
Perth memilih tempat duduk di dekat jendela. Saint menghampirinya dengan 2 mangkuk bubur udang dan 1 gelas milk tea serta sebotol air mineral.
Mereka makan masih dalam keadaan diam. Hanya sesekali Perth melirik Saint yang sedang makan di hadapannya. Dan situasi ini membuatnya menjadi agak canggung.
"Err.. phi!! Kenapa tak membawa motor saja?" Tanya Perth agak canggung. Saint mengalihkan perhatiannya dari makanan ke arah Perth sambil tersenyum.
"Kenapa? Apa kau tak suka naik mobil? Atau kau lebih suka naik motor, karena bisa memelukku?"
Tanya Saint dengan senyuman menggoda. Dan Sepertinya Saint berhasil membuat Perth semakin gugup. Dan wajahnya mulai memerah.
"M_mai phii!! A_aku hanya bertanya, biasanya phi selalu membawa motor, jadi aku hanya heran saja kenapa hari ini phi membawa mobil." Jawab Perth gugup. Dan kembali fokus pada makanannya.
Saint tersenyum geli melihat tingkah laku nongnya itu.
Karena baru di goda seperti itu saja dia sudah gugup, dan lagi wajahnya yang memerah karena malu. Sungguh menggemaskan menurut Saint.
"Phi membawa mobil karena kita akan membawa banyak barang mungkin. Jadi kalau naik motor itu tidak mungkin bisa membantu." Saint meneguk air mineralnya. Perth hanya mengangguk mendengar ucapan Saint.
"Habiskan makananmu dengan pelan nong.. jangan terlalu terburu-buru. Nanti kau bisa tersedak." Ingatkan Saint pada Perth, Karena Perth terburu-buru setelah tau Saint sudah selesai dengan sarapannya.
Setelah selesai sarapan mereka berdua pergi ke tempat yang di tuju. Yaitu mall.
Di sana Saint sempat kebingungan apa yang harus dia berikan kepada sahabatnya yang super berisik itu. Dari sepatu sampai jam tangan, sudah mereka jelajahi. Karena menurut Saint seorang model pasti sudah punya banyak koleksi sepatu,baju bahkan juga jam tangan. Sampai akhirnya dia tertarik pada sweater berwarna biru muda, yang menurutnya akan terlihat manis jika di kenakan oleh Copter.
"Pilihan phi bagus." Perth melihat kearah sweater yang sedang di pegang oleh Saint.
"Hemb. Menurutku ini akan membuatnya semakin terlihat manis." Saint tersenyum masih memandang sweater di tangannya. Perth mengangguk dan wajahnya terlihat agak murung. Ada perasaan aneh di dalam hatinya. Entah kenapa ia merasa sakit saat mendengar ucapan Saint.
KAMU SEDANG MEMBACA
You are my world (End)
FanfictionRank #1 Saint 30/01/19 Rank #1 SonPin 30/01/19 Rank #1 Perth 06/02/19 "Bertemu denganmu merubah ke hidupkanku yg tadinya biasa saja berubah menjadi lebih berwarna, ke ceriaanmu yang menyimpan banyak luka, telah membuatku sadar.. bahwa aku tak hanya...
