Pemberontakan

2.4K 257 8
                                        


Maaf kalo ada typo..
Selamat membaca.. 😘😘


   Sepulang sekolah Perth berniat untuk tidak pulang ke rumah ayahnya. Dia benar-benar ingin menghilang dari hadapan ayahnya itu. Tapi kemana? Itu yang ia bingungkan sekarang.
Jika ikut dengan Pond ayahnya pasti tau, dan jika pulang kerumah ibunya, ayahnya sudah jelas akan menyeretnya dari sana. Ketempat Kekasihnya, mungkin itu pilihan yang sangat ia inginkan, tapi Perth tidak ingin menambah beban pikiran kekasihnya itu jika dia tau bahwa Perth kabur dari rumah. Dan jika di tempat Bass, disana ada PKim dan yang pasti akan melapor pada ibunya.
Pilihan terakhir adalah ke tempat Mark, karena hanya di tempat Mark tak akan ada yang curiga.

  Kemudian Perth berjalan mendekati Mark yang sudah sampai di gerbang sekolah.
Perth mengatakan bahwa ia ingin menginap di tempat Mark, yang akhirnya di setujui oleh Mark tanpa rasa curiga.
Tak lama kemudian ada sebuah mobil yang berhenti di depan mereka, itu mobil kekasih Mark. Perth dan Mark masuk kedalam mobilnya, kemudian mobil itu berjalan menuju apartemen Mark, yang juga pernah Perth tempati, karena sebelumnya Perth adalah tetangga Mark di apartemen itu.








   Sesampainya di apartemen Mark, Perth merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Mark.

   "Apa harus kabur begini untuk menyelesaikan masalahmu?"
Mark mulai bertanya pada orang yang tengah tiduran di kasurnya.

   "Aku tidak kabur, hanya ingin menghindari orang-orang yang membuatku pusing."
Mark mengangguk kemudian menyerahkan sekaleng minuman pada temannya itu.
Perth duduk di pinggiran tempat tidur itu.

   "Lalu apa selanjutnya yang akan kau lakukan?" Tanyanya lagi.

  "Aku tidak tau. Aku hanya ingin menenangkan diri." Perth meneguk minuman yang ada di tangannya.

  "Sebaiknya bicarakan ini dengan kedua orang tuamu secara baik-baik." Saran Mark. Dari semua sahabat Perth hanya Mark yang bersikap dewasa.

  "Kau tau kan.. kalau kedua orang tuaku bercerai sudah lama?" Jawab Perth.

  "Aku tau.. tapi masalah apa yang kau hadapi sampai memilih untuk menghindari mereka?" Tanya Mark penasaran, tidak biasanya Perth menghadapi masalah dengan cara seperti ini. Biasanya dia akan bersikap tenang dan selalu menuruti apa yang ayahnya inginkan. Dan sekarang Perth malah menghindari orang tuanya, dengan cara kabur dari rumah.

  "Pa akan mengirimku belajar ke luar negeri Minggu depan. Dan Ma tidak tau. Tapi semalam phiku memberi taunya. Aku yakin sekarang mereka sedang ribut di rumah Pa karena masalah ini." Jawab Perth. Mark menepuk pundak sahabatnya itu untuk memberi dukungan.

  "Baiklah.. sekarang kau bebas disini.. aku akan pergi bekerja dulu.. tapi jangan pernah berbuat mesum di apartemenku." Ucap Mark lagi.

  "Aku tidak semesum dirimu." Ucap Perth agak sengit.
Mark memukul belakang kepala Perth.

  "Ingat, jangan katakan ini pada dua bocah itu. Aku tak mau hidupku jadi kacau karena mereka." Ingatkan Mark pada Perth.

  "Tenang saja kawan.. aku tak sekejam itu padamu. Lebih baik aku tidur sekarang." Kemudian Perth merangkak di atas kasur Mark, dan merebahkan tubuhnya.
Sedangkan Mark, ia segera bergegas mandi, kemudian segera pergi bekerja.










  Di lain tempat, tepatnya di kediaman tuan Tawan.
Tepat seperti dugaan Perth, sekarang ibunya dan ayah tirinya tengah berada di ruang tamu rumah itu.
   Jane menatap sengit sosok yang pernah menjadi suaminya itu. Sedangkan yang di tatap tidak merespon apapun.

You are my world (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang