Perth bangun dari tidurnya pukul 06 pagi, ia melihat kearah Saint yang sedang tidur di sampingnya, wajah yang damai itu membuatnya tersenyum, kemudian Perth mendekat dan mengecup kening Saint.
"Aku mencintaimu phi.. trimakasih telah memberikan kenyamanan untuk ku. Aku akan selalu mengingat kebaikanmu."
Ucapnya kemudian turun dari tempat tidur, ia masuk kedalam kamar mandi, sebelum itu Perth mengambil bajunya yang ia pakai tadi malam.
Perth keluar dari apartemen Saint dengan perasaan sedih dan takut. Ia takut tak bisa bertemu lagi dengan orang yang ia cintai.
Setelah agak lama menunggu, akhirnya dia menemukan taxi dan segera pulang kerumahnya.
Yaah sejak kejadian ayah Perth mengetahui bahwa ia bekerja sebagai penyanyi di cafe, sejak saat itu hidupnya kembali seperti semula. Dengan begitu banyak aturan yang di terapkan oleh ayahnya, yaitu tuan Tawan. Dia putra satu-satunya, karena itu ayahnya tak ingin Perth mengikuti jejak ibunya yang berprofesi sebagai seorang penyanyi atau bisa di bilang seorang aktris. Karena menurut ayahnya dunia penuh dengan drama dan penipuan itu tak layak untuk anaknya.
Ayah dan ibu Perth bercerai saat Perth masih duduk di bangku sekolah dasar.
Mereka bercerai karena menurut ayah Perth ibunya menghianatinya. Dengan tidur bersama seorang produser untuk mendapatkan pemeran utama dalam sebuah film. Tapi kebenaran yang sesungguhnya adalah ibunya di fitnah oleh beberapa aktris yang tidak suka kalau ibu Perth menjadi pemeran utama dalam film tersebut. Meskipun sudah tau kebenarannya ayah Perth tetap menggugat cerai ibunya. Sejak saat itu ayahnya melarangnya untuk tidak lagi belajar bernyanyi ataupun bermain musik. Ayah Perth selalu menyuruhnya belajar dan belajar. Dan jadilah Perth yang sekarang adalah murid terpintar di sekolahnya, dengan banyak prestasi.
Sesampainya di rumah megah itu, saat masuk kedalam rumah ia sudah di tunggu oleh ayahnya yang sedang duduk membaca koran pagi ini.
"Dari mana saja? Kenapa baru pulang?" Pertanyaan ayahnya membuat Perth diam di tempat. Sedangkan ayahnya tetap fokus pada koran yang ia baca.
"Perth menginap di rumah Pond Pa.." Perth menunduk mencoba menyembunyikan ketakutannya.
Ia tak ingin ayahnya tau kalau ia tengah berbohong.
Kemudian tuan Tawan melipat koran yang ada di tangannya, Menatap ke arah putranya.
Ia berdiri kemudian berjalan ke arah Perth, penepuk pelan kepala putranya itu.
"Jika saja kau mau menuruti Pa.. semua ini tak akan pernah terjadi. Kau bisa bebas bertemu dengan teman-teman mu. Tapi kau membuat Pa kecewa padamu. Kau tau, menjadi seperti ibumu hanya akan menghancurkan masa depanmu sendiri."
Setelah mengatakan itu ayah Perth pergi meninggalkan Perth yang tertunduk diam.
Perth menahan air matanya agar tidak keluar. Perth berlari ke arah kamarnya.
Sesampainya di dalam kamar, Perth merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya, membenamkan wajahnya pada bantal untuk meredam isakan yang keluar dari mulutnya.
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu menghentikan isakannya. Perth duduk di tempat tidurnya tak ingin membuka pintu kamarnya.
"Perth.. ayo keluar sayang.. mari kita sarapan.. Pa dan phi Tin sudah menunggumu. Cepatlah turun.. Perth.. kau tak apa kan..?"
Perth menghapus air matanya, setelah mendengar suara wanita yang ada di balik pintu kamarnya. Kemudian ia turun dari tempat tidurnya dan segera membuka pintu kamarnya.
"Khab Ma.. sebentar lagi Perth turun.. Perth akan berganti baju dulu." Jawabnya pada wanita yang masih cantik di usianya yang sudah tak muda lagi.
Wanita itu tersenyum seraya mengusap lembut pipi Perth.
"P,Tin tadi malam pulang dari luar kota, saat mencarimu di kamar, ternyata kau tidak ada.. apa Perth menginap di rumah teman tadi malam?"
Tanya wanita yang Perth panggil Ma tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
You are my world (End)
FanfictionRank #1 Saint 30/01/19 Rank #1 SonPin 30/01/19 Rank #1 Perth 06/02/19 "Bertemu denganmu merubah ke hidupkanku yg tadinya biasa saja berubah menjadi lebih berwarna, ke ceriaanmu yang menyimpan banyak luka, telah membuatku sadar.. bahwa aku tak hanya...
