Will You Marry Me

2.7K 244 32
                                        







   Saint yang sudah mulai bekerja di rumah sakit milik ayah Tee, dan Perth juga sudah menyelesaikan studinya lebih cepat agar ia bisa kembali melanjutkan studinya dalam bidang bisnis, karena bagaimanapun Perth adalah pewaris perusahaan milik ayahnya.

Saint sempat tidak rela jika Perth melanjutkan pendidikannya di Prancis bersama dengan sang ayah, namun Perth menjanjikan sesuatu yang membuatnya mau tidak mau harus merelakannya pergi. Dan terjadilah hubungan jarak jauh di antara mereka,
Sebulan dua bulan mereka tetap berkomitmen dengan baik setiap malam selalu melakukan video call sebagai pelampiasan rindu.
Dan kini sudah hampir dua bulan Perth maupun Saint hanya bisa saling memberi kabar seminggu sekali dan itupun hanya lewat pesan.
Saint yang di sibukkan dengan pekerjaannya dan Perth yang sudah mulai fokus pada studinya, membuat mereka jadi sering kelelahan dan tertidur sebelum memberikan kabar masing-masing.
Dan meskipun begitu Cinta di antara mereka tetap sama..

Saint mendesah.. ini sudah lewat tengah malam namun Perth juga tak kunjung mengakat panggilan videonya.
Hari ini hari aniverseryy mereka yang 5 biasanya mereka akan pergi berlibur ke tempat yang Saint inginkan, namun beda dengan sekarang..
Saint menatap kue yang sudah ia beli sepulang dari rumah sakit.

'Apa jangan-jangan Perth lupa hari ini hari apa..?'
Saint mulai berpikir yang tidak-tidak, pasalnya yang sering melupakan hari-hari yang penting untuk keduanya adalah Saint sendiri, dan Perth yang selalu mengingat semua itu dan selalu memberikan kejutan yang sukses membuat Saint terharu dan menangis karena bahagia.
Karena terlalu lama menunggu.. Saint jadi tertidur dengan kedua tangannya menopang kepalanya di atas meja.









Pagi harinya Saint terbangun dari tidurnya dan Saint sudah berada di atas tempat tidurnya, Saint mengerjapkan matanya, yang ia ingat semalam dia tertidur di depan kue yang ia siapkan untuk merayakan hari aniverseryy mereka, dan Perth tidak mau mengangkat panggilan videonya.
Apa tadi malam ia berjalan sendiri ke kamar.. atau...
Saint tiba-tiba beranjak dari tempat tidurnya dan berlari keluar dari kamarnya.
Ini sudah pukul 9 lewat dan Saint terlambat untuk berangkat bekerja, Saint menatap kearah meja makan yang sudah ada dua porsi spaghetti dan kue lain, yang lebih besar.
Dan Saint tidak melihat di mana kotak kado yang ia siapkan untuk Perth.

     "Phi.. sudah bangun?"
Sebuah suara membuyarkan lamunannya, Saint menoleh ke arah belakang dan mendapati kekasihnya yang baru saja masuk kedalam apartemennya.
Saint berlari dan memeluknya dengan erat, ia menangis sesenggukan.
Perth yang mendengar kekasihnya itu menangis mengusap lembut punggung Saint.

    "Happy anniversary sayang.. maaf aku telat mengucapkannya..
Aku kemarin mengambil penerbangan malam untuk pulang kesini.. dan aku baru sampai pukul 2 pagi.."

Saint melepaskan pelukannya, dan menatap manik mata Perth.
Perth tersenyum lalu menghapus air mata di pipi Saint.

     "Trimakasih sudah mau pulang untukku.."

     "Tidak masalah.. apapun asalkan phi bahagia akan aku lakukan apapun."

Perth mengusap pipi Saint, kemudian mengecup bibirnya,
Wajah Saint memerah karena tindakan Perth yang tiba-tiba.
Perth kemudian mengambil sesuatu dari kantong celananya sebuah kota kecil berwarna abu, dan membukanya di hadapan Saint.

      "Will You Marry Me?"
Saint menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia tidak menyangka jika Perth akan benar-benar mengatakan ini.
Saint kemudian cemberut menatap kearah Perth. Dan itu membuat Perth semakin bingung, karena bukannya menjawab Saint malah merajuk padanya.

  
     "Ish.. ini tidak romantis sekali.. kau mengajakku menikah dengan keadaan ku yang baru bangun tidur, seharusnya kau mengatakan itu saat kau mengajakku berlibur di Paris.."
Perth tertawa mendengar ucapan Saint, kemudian menggenggam tangannya.

You are my world (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang