Mimpi buruk

2.3K 241 8
                                        

Sorry kalo ada typo..
Ini baru selesai ngetik dan langsung publis.
Selamat membaca.. 😘😘




 

  Sejak kejadian itu Perth masih enggan untuk masuk kuliah lagi.
Saint sudah berulang kali membujuknya namun Perth tetap tidak mau berangkat kuliah lagi.
Tuan Tawan akhirnya pulang setelah mendengar kabar itu, ayah mana yang tidak marah jika anaknya di lecehkan seperti itu.
Meskipun Perth bersikeras agar ayahnya tidak menghukum Krist tapi Tay bukan orang yang bermurah hati apalagi ini menyangkut anaknya yang sangat ia jaga dulu hingga ia menyerahkan tugas itu pada Jane untuk menjaga putranya.

Sempat banyak perdebatan diantara dua keluarga itu, Tay maupun Ming masih mencari di mana keberadaan anak dari keluarga Ruangroj itu. New pun ikut andil dalam kasus ini, karena ia merasa ini juga akibat keteledoran putranya.
Mae Jane sering menangis karena ini. Mungkin saat siang Perth terlihat baik-baik saja, tapi saat malam isakan itu terdengar jelas di dalam kamarnya. Terkadang Jane menemukan putranya itu duduk memeluk lututnya di lantai, matanya memancarkan rasa ketakutan.
Dan hanya Saint dan Jane yang bisa menenangkannya.

Beberapa hari ini Saint memilih untuk menginap dan menjaga Perth, ia mencoba mengalihkan perhatian Perth dari kejadian itu. Namun rasa trauma itu tidak bisa menghilang dengan cepat butuh waktu untuk melupakannya.
Dan akhirnya paman New memutuskan untuk menunda hari pertunangan anak perempuannya, karena masalah ini. Tay sempat melarangnya, namun New tetap menunda acara itu karena putrinya bilang jika tidak ingin berbahagia saat adiknya sedang sedih.

  Malam ini Saint kembali menginap di rumah Copter, karena besok ia libur jadi dia memutuskan untuk menemani kekasihnya itu.

   "Baby.. apa yang sedang kau lakukan?"
Tanya Saint saat ia masuk kedalam kamar Perth dan melihat kekasihnya itu sedang berdiri di balkon kamarnya.
Perth hanya melihat sekilas kearah Saint yang meletakkan tasnya di meja belajarnya.

    "Apa yang sedang kau pikirkan hemb? Jangan sering melamun sayang.."
Saint memeluk Perth dari belakang, meletakkan dagunya di pundak Perth.

   "Aku hanya ingin lepas dari mimpi buruk itu phi.. kenapa mimpi itu terus menghantuiku? Aku sudah berusaha untuk melupakan kejadian itu. Aku tidak ingin tidur jika mimpi itu datang lagi dan lagi."
Tangan Perth menggenggam erat pagar besi di balkonnya. Dan Saint semakin mempererat pelukannya.

    "Jangan khawatir.. phi akan menemanimu tidur, sekarang istirahatlah.. lihat kantung mata itu.. kau terlihat seperti zombie.."
Saint membalikkan badan Perth agar menghadap padanya, Perth menggeleng mendengar ucapan Saint.
Saint menangkupkan kedua pipi Perth menatap dalam mata lelah kekasihnya, di sana terlihat rasa takut dan kegelisahan.

    "Tatap mataku.. tidak akan ada yang terjadi, kita akan menghapus mimpi-mimpi itu, ada phi disini, phi tidak akan pernah meninggalkanmu. Jadi.. jangan takut lagi.. phi hanya tidak ingin kau sakit.. sekarang kita tidur."
Saint mengecup bibir Perth setelah mengatakan itu, kemudian ia menarik tangan Perth untuk masuk lagi ke dalam kamarnya.
Saint membawa Perth dalam pelukannya, agar Perth bisa sedikit lebih tenang dan nyaman saat tidur.

    "Phi..."

    "Hemb..?"

    "Maafkan aku."

    "Untuk apa?"

    "Karena aku selalu bergantung padamu dan selalu merepotkan phi.."

    "Sudahlah.. jangan di pikirkan, sekarang tidurlah.."

Perth mengeratkan pelukannya pada pinggang Saint dan menenggelamkan di selah ceruk leher Saint, Saint mencium kening Perth dan ikut memejamkan matanya.
Pemandangan itu dari tadi tidak luput dari pandangan Jane dan Tay yang mengintip mereka dari celah pintu kamar Perth yang sedikit terbuka.
Kedua orang tua itu seperti penguntit dua remaja yang sedang bermesraan.

You are my world (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang