Awaass..!!
Banyak typo bertebaran..
Setelah pulang dari rumah keluarga Saint, Perth memilih untuk pulang ke rumah ibunya. Karena saat di acara pertunangan P,Fai Maenya itu sempat menjewer telinganya karena hampir sebulan ia tidak pulang.
Dan disinilah Perth duduk di sebelah Maenya, memeluknya pinggang ramping ibunya yang masih terlihat cantik meskipun usianya sudah tidak muda lagi.
"Mae.. apa Perth boleh tinggal bersama dengan P, Saint?"
"Hei.. kenapa tiba-tiba sekali? Apa kau yakin?"
"Hemb. Akhir-akhir ini aku dan P, Saint semakin jarang bertemu, setidaknya jika kami tinggal bersama aku masih bisa melihat P, Saint tidur di sampingku."
Jane tersenyum serta mencubit pipi putranya.
"Apa Saint sudah tau dan setuju dengan keputusanmu?"
Perth mengangguk antusias.
Jane kembali tersenyum.
"Hei bocah, itu hanya alasanmu sajakan.. biar kau bisa berbuat mesum dengan Saint.."
Copter datang dan menyela pembicaraan ibu dan anaknya itu, dengan membawa Snack di tangannya.
"P, Cop.. aku tidak sepertimu dan P,Kim setiap bertemu selalu berbuat mesum."
Balas Perth. Copter membulatkan matanya kemudian menatap tajam kearah Perth.
"Sudah-sudah.. jangan berdebat lagi.. Perth.. sebaiknya kau bilang dulu pada Pa mu."
Ujar Maenya. Perth menghembuskan nafasnya lesu, ia tau tidak akan mudah untuk membujuk ayahnya yang sangat keras kepala itu.
"Ini akan semakin sulit jika harus meminta izin pada Pa.."
Jane menggeleng dan kembali memeluk putranya.
"Jika Pa mu tidak memberikan izin biar Mae yang membujuknya."
Perth tersenyum mendengar ucapan ibunya.
"Daddy tidak memberikan izin."
Ujar Ming yang baru saja pulang dari kantor, dan duduk di sebelah putra berdimplenya itu.
Copter tertawa senang, sedangkan Perth cemberut melihat kearah Ming.
"Ming.. kenapa?"
Tanya Jane heran terhadap suaminya itu.
"Hahh.. di rumah sakit saja dia berani mencium Saint, apalagi saat mereka tinggal bersama, aku tidak mau mereka melakukan pergaulan bebas. Oh.. aku pusing, aku punya dua orang putra, tapi aku seperti menjaga seorang anak gadis dan menjaga agar satu orang putraku tidak menghamili anak orang."
Ming melonggarkan dasinya, Copter menatap ayahnya dengan tatapan tajam, ia merasa tersinggung saat ayahnya bicara tentang menjaga anak gadisnya, padahal dia itu laki-laki.
"Tapi Daddy.. Perth janji tidak akan berbuat yang aneh-aneh."
Perth masih berusaha membujuk Ming.
Namun Ming menggeleng, Jane menggenggam tangan Perth, lalu mengangguk, agar Perth mau menuruti apa yang Ming katakan.
"Mungkin aku bisa percaya padamu.. tapi tidak dengan Saint."
Jawab Ming kemudian.
"Sudahlah.. jika Daddy tidak memberikan izin maka jangan pergi."
Sahut Copter.
"Nah.. dan untuk anak gadisku ini.." Ming mencubit pipi Copter sebelum melanjutkan ucapannya.
"Daddy sudah mengirim kekasihmu itu ke Ciangmai.. untuk mengurus perusahaan Daddy di sana.."
Copter menjatuhkan Snack yang ada di tangannya dan menatap sedih kearah Ming.
"Kenapa..? Bukannya P,Kim masih magang di perusahaan Daddy?"
"Daddy hanya ingin tau apa dia bisa di beri tanggung jawab yang besar. Karena kau memilih untuk menjadi dokter seperti mommy mu.. jadi Daddy ingin calon menantu Daddy yang mengambil tanggung jawab ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
You are my world (End)
Fiksi PenggemarRank #1 Saint 30/01/19 Rank #1 SonPin 30/01/19 Rank #1 Perth 06/02/19 "Bertemu denganmu merubah ke hidupkanku yg tadinya biasa saja berubah menjadi lebih berwarna, ke ceriaanmu yang menyimpan banyak luka, telah membuatku sadar.. bahwa aku tak hanya...
