Debaran yang sama 💓

2.9K 312 11
                                        

 

  Di apartemen Saint. Pria berkulit putih itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya setelah mengantar Perth ke cave, Tanpa mengganti pakaiannya Saint kini telah tertidur dengan posisi telungkup.
Karena tadi malam dia begadang untuk merevisi Sekripsinya yang akan di serahkan pada hari Selasa nanti. Dan dia juga harus bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Perth. Padahal biasanya saat weekend Saint selalu bangun siang. Dan kini jadilah dia tertidur pulas dalam keadaan telungkup.




  Tak terasa hari sudah berganti sore, Saint terbangun dari tidurnya dan melihat jam di atas nakasnya menunjukkan pukul 4sore. Kemudian dia berjalan ke kamar mandi.
Selesai mandi dia merasa lapar karena tadi sempat melewatkan makan siangnya. Saint mengenakan kaos berwarna hitam tanpa lengan memperlihatkan otot lengannya. dan celana pendek berwarna abu-abu. Ia berjalan menuju ke dapur untuk membuat makanan.

Tok  Tok  Tok

Suara ketukan pintu menghtikan kegiatan Saint yang sedang mempersiapkan bahan masakannya. Dan pergi untuk membuka pintu.

  "Auh nong.. kau baru pulang dari cafe?" Tanya Saint, dan mempersilahkan Perth untuk masuk. Ada yang aneh dari gelagat pemuda itu menurut Saint, tapi entah apa itu.. Saint tak tau, dan mencoba untuk tidak bertanya sebelum pemuda itu bicara sendiri padanya.

  "Khab phii.. apa aku mengganggumu? Kelihatannya phi sedang sibuk." Perth duduk di kursi dekat meja makan. Dan melihat ke arah dapur Saint yang nampak beberapa bahan makanan di sana.

   "Tak apa.. aku hanya ingin memasak sesuatu.. karena tadi belum sempat makan siang." Jawab Saint, kemudian melanjutkan acara memasaknya.

  "Jadi phi belum makan siang? Bukankah ini sudah sore? Dan sebentar lagi waktunya makan malam." Perth menghampiri Saint. "Ada yang bisa aku bantu phi..??" Tanyanya. Saint tersenyum menggeleng.

  "Duduklah nong.. phi bisa sendiri. Jangan pulang dulu.. makan malam di sini bersama phi na.. nanti phi akan mengantarkanmu pulang."
Perth menggangguk dan kembali ke tempat duduknya, Sambil memandangi Saint yang sedang memasak.

  "Dari pada terus memandangiku lebih baik kau membersihkan dirimu nong.. kau pasti belum mandi." Ucapan Saint menyadarkan Perth dari aktivitasnya. Saint terkekeh geli melihat tingkah laku Perth.

  "Tapi phi.. aku tak bawa baju ganti." Jawabnya agak bingung.

  "Kau bisa pakai bajuku. Sekarang mandilah.. phi akan siapkan baju untukmu."
Perth segera pergi menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar Saint. Sedangkan Saint berjalan kearah barang belanjaannya tadi. Mengambil sebuah Katong belanjaan yang berisi sweater berwarna kuning kecoklatan dan celana jeans putih. Meletakkannya di atas tempat tidur.

  Setelah selesai memasak Saint menata makanannya di atas meja. Sambil menunggu Perth selesai dengan urusannya, Saint membuat kopi dan juga segelas susu hangat.
Perth keluar dari kamar Saint dengan setelan baju yang di belinya tadi di mall. Saint tersenyum melihat Perth.

  "A_apa aku terlihat aneh dengan pakaian ini phi?" Tanya Perth bingung. Saat melihat Saint tersenyum manis kearahnya.

  "Maii.. kau terlihat manis dengan pakaian itu. Duduklah.. ayo kita makan." Jawab Saint. Kemudian Perth duduk dan matanya berbinar melihat semua masakan yang di masak oleh Saint.

  "Phi yang memasak semua ini?"
Saint hanya mengangguk.

  "Phi.. jika ini baju phi Saint kenapa rasanya pas di badanku?
Padahal jelas-jelas badan phi lebih besar dariku."
Saint tersenyum mendengar pertanyaan Perth. Jelas saja baju itu pas di badannya karena itu memang Saint beli untuknya.
Dan tak di sangka bahwa baju itu akan Perth pakai sekarang.

You are my world (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang