Perth bangun dari tidurnya, ia masih mendapati Saint yang tidur di sampingnya. Perth tersenyum mengingat kejadian tadi malam, phi Saintnya pasti kecapean hingga belum bangun sampai hampir jam 9. Beruntungnya hari ini Saint ada kelas jam 10 jadi Perth tak membangunkan kekasihnya yang sedang tidur itu.
Perth beranjak dari tempat tidur dan segera mandi, setelah itu ia berniat memesan makanan. Keluar dari kamar mandi Perth hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya, mencoba mencari pakaian yang muat pada tubuhnya di dalam lemari pakaian Saint.
"Perth.. kau sudah bangun?" Saint membuka matanya, dan pemandangan yang ia lihat di depannya membuat wajahnya bersemu merah. Perth tersenyum melihat Saint, kemudian berjalan menghampiri Saint yang masih berbaring di atas tempat tidurnya.
"Hemb.. aku tidak mau membangunkan phi.. ini masih jam 8 pagi, bukankah phi ada kelas jam 10 nanti?" Saint mengangguk, Perth membenarkan letak rambut Saint, kemudian mencium keningnya.
"Phi.. kenapa kau manis sekali.. jangan tunjukkan pada siapapun wajah manismu itu." Saint menutup sebagian wajahnya dengan selimut, lalu mengangguk.
"Phi mau makan apa? Biar aku pesankan." Perth beranjak untuk mengambil ponselnya di atas meja nakas.
" Terserah kau saja." Saat Saint hendak mendudukan dirinya, ia merintih kesakitan. Perth yang melihat itu langsung berlari ke arah Saint.
"Apa masih sakit? Maafkan aku phi.. kalau begitu aku hubungi P,Cop kalau phi tidak bisa masuk hari ini."
"Oih.. jangan.. phi tetap akan masuk, hari ini ada kuis." Cegah Saint, agar Perth tidak menghubungi teman usilnya itu, karena bisa di pastikan kalau kali ini dia tidak masuk, ke esokan harinya dia pasti di bully oleh kedua temannya itu.
"Oh.. oke." Perth kembali ke aktivitas mencari baju untuk ia pakai.
"Bajumu ada di laci nomor dua dan celananya ada di laci paling bawah." Ujar Saint, melihat Perth kebingungan ia sadar kalau pakaian Perth pernah ia tinggal disini.
"Oh.. ternyata phi masih menyimpan bajuku. Aku kira sudah phi buang." Perth memasang pakaiannya.
Dan tak lama kemudian bel pintu berbunyi, menandakan makanan yang ia pesan sudah datang.
Perth bergegas mengambil makanan tersebut dan menyajikannya di atas piring.
Setelah itu ia pergi ke kamar untuk membantu kekasihnya itu mandi.
"Jika phi tidak bisa berjalan aku bisa menggendongmu." Tawarnya pada Saint, Saint menggeleng.
"Aku bisa sendiri.. jangan khawatir.." Saint segera berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Perth tersenyum melihat cara berjalan Saint.
Tiba-tiba ponsel yang ada di saku celananya bergetar.
"Hei.. kemana saja kau ai Perth..?" Bisik seseorang di sebrang telfonnya.
"Aku tidak bisa datang ke sekolah. Lagi pula ujiannya sudah berakhir. Dan aku sudah tau hasilnya." Jawab Perth santai.
"Hoi.. sialan kau."
"Sudahlah.. lebih baik kau banyak berdoa agar nialmu selamat kali ini, jika tidak.. ucapkan good bye pada universitas Mahidol mu." Perth terkekeh, kemudian menutup telfonnya.
Pond selalu saja membuat masalah untuknya.
Untung saja hari ini Maenya mengizinkan Perth untuk bolos.
Karena memang sedang tidak ada pelajaran.
Ujian sudah berakhir, sekarang tinggal menunggu ayahnya menjemputnya untuk segera pergi dari negara ini.
Perth mendesah, kepalanya tiba-tiba pusing karena memikirkan bahwa dia tidak akan pernah bisa bertemu lagi dengan Kekasihnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You are my world (End)
Fiksi PenggemarRank #1 Saint 30/01/19 Rank #1 SonPin 30/01/19 Rank #1 Perth 06/02/19 "Bertemu denganmu merubah ke hidupkanku yg tadinya biasa saja berubah menjadi lebih berwarna, ke ceriaanmu yang menyimpan banyak luka, telah membuatku sadar.. bahwa aku tak hanya...
