"Apa phi hari Minggu sibuk?"
Perth bertanya pada Saint setelah menyelesaikan sarapannya. Karena sudah lama mereka tidak pernah keluar bersama sekedar menonton film atau jalan-jalan layaknya pasangan pada umumnya.
"Aku harus pulang Perth.. sudah satu bulan aku tidak pulang, dan kakakku juga pulang dari Paris. Kenapa semua wanita suka sekali dengan kota itu?"
Saint menghembuskan nafasnya. Sebentar lagi perempuan usil itu akan mengusik kembali kehidupannya yang tenang.
Batin Saint.
"Kenapa phi tidak terlihat senang jika kakak perempuan phi pulang?"
Perth heran melihat Saint yang nampak tak suka menceritakan tentang kakak perempuannya.
"Tentu saja senang, tapi.. jika kau bertemu dengannya jangan terlalu dekat dengannya."
"Au.. kenapa?"
" Pokoknya jangan. Aku tidak mau tau."
"Hemb terserah phi saja."
"Ayah menyuruhku mengajakmu besok."
"Maksud phi..?"
Perth nampak bingung dengan ucapan Saint.
"Ayahku ingin kau datang, emb.. maksudku pulang bersamaku besok."
"Oh.."
Perth mengangguk, Saint memicingkan matanya, melihat reaksi Perth yang biasa saja, padahal Saint kemarin sempat syok mendengar ucapan ayahnya.
"Hanya Oh?"
"Lalu aku harus menjawab apa phi..?"
"Kau bahkan tidak terkejut atau terlihat senang."
Saint cemberut.
"Aku senang.. tentu saja.. tapi.. apa yang ingin ayah phi katakan padaku?"
Kini Perth terlihat agak khawatir.
"Aku tidak tau."
Saint mengangkat kedua bahunya.
"Baiklah.. aku berangkat ke kampus dulu phi.. jika butuh apapun phi hubungi aku saja. Aku hanya ada satu kelas hari ini.
Dan.. aku sudah bilang pada P,Cop kalau phi tidak masuk hari ini. By.."
Perth melangkah ke luar dari apartemen Saint.
Saint kembali tidur, sebelum ia berkemas untuk pulang ke rumahnya besok pagi.
Sore itu Copter dan Tee mendatangi apartemen Saint.
Jangan di tanya mereka masuk dari mana.. karena dua orang itu punya kunci cadangan apartemen Saint.
Copter melihat Saint masih tidur telungkup di atas tempat tidurnya.
Seperti biasa mereka berdua ingin mengobrak Abrik isi kulkas Saint, ternyata di dalam sana hanya ada minuman dan beberapa buah. Karena Saint belum sempat keluar hanya untuk berbelanja kebutuhannya.
"Untung saja aku beli makanan. Kalau tidak dia bangun akan kelaparan. Lihat.. karena ulah nong mu itu Saint jadi tidak bangun seharian, ck ck apa dia tidak lapar, bahkan ini sudah sore."
Tee menggerutu sambil menyiapkan makanan yang ia bawa ke dalam mangkuk.
"Seperti kau tidak pernah saja"
Jawab Copter sambil memakan buah apel yang ada di tangannya.
"Apa maksudmu? Kau dan Saint sama saja."
"Kau yang terlalu cerewet Tee.."
"Terserah, cepat bangunkan si pemalas itu. Aku tidak mau dia sakit. Dia bilang besok dia mau pulang ke rumahnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
You are my world (End)
FanfictionRank #1 Saint 30/01/19 Rank #1 SonPin 30/01/19 Rank #1 Perth 06/02/19 "Bertemu denganmu merubah ke hidupkanku yg tadinya biasa saja berubah menjadi lebih berwarna, ke ceriaanmu yang menyimpan banyak luka, telah membuatku sadar.. bahwa aku tak hanya...
