Sudah seminggu sejak pertemuan terakhirnya dengan Perth, Saint tak pernah melihat pemuda itu lagi. Saint merasa ada sesuatu yang janggal, karena saat weekend kemarin ia mengunjungi cafe tempat Perth biasa bekerja sebagai penyanyi di sana saat libur sekolah. Tapi sayangnya saat sampai di sana pemuda itu tak ada. Dan yang paling mengejutkan saat Saint bertanya pada pelayan cafe di mana biasanya pemuda yang bernyanyi saat weekend seperti ini, pelayan itu menjawab bahwa Perth sudah tidak lagi bekerja di sana.
Dan di sinilah Saint saat ini sepulang dari kampusnya dia langsung menuju ke apartemen Perth. Entah kenapa ia merasa bahwa apartemen itu tak ada orang. Padahal ini sudah jam pulang sekolah, seharusnya Perth sudah ada di apartemennya.
Tok Tok Tok
Saint mencoba mengetuk pintu, siapa tau Perth sedang ada di dalam dan lagi baca buku atau tidur karena tak ada suara dari dalam apartemen itu.
Tok Tok Tok
Tok Tok Tok
Karena tak ada jawaban dari dalam akhirnya Saint menyerah karena apa yang dia firasatkan itu benar. Bawah Perth tak ada di apartemennya.
Saint turun dari apartemen Perth dan segera pergi menuju apartemennya. Di perjalanan ia sempat melamun, untung saja saat ia hampir menabrak seorang anak kecil dia bisa menghindarinya. Dan yaah dia mendapatkan Omelan dari orang tua anak itu karena tak hati-hati. Sungguh hari yang kacau menurut Saint.
Sejak pulang dari rumah Copter waktu itu, Saint merasa sangat bersalah pada Perth karena sikap kasarnya waktu itu. Salahkan Phonya yang memintanya untuk mengantar jemput anak gadis dari rekan kerja ayahnya itu. Dan gadis itu menempel padanya seperti lem, itu semakin membuat mood Saint memburuk, apalagi melihat Perth begitu akrab dengan adik dari kekasih Sahabatnya itu. Melihat Perth tertawa lepas bersama dengan N,Bass membuatnya merasa kesal.
Saint POV
Ada apa denganku? Kenapa akhir-akhir ini emosiku selalu tak bisa ku tahan.
Apa benar yang dikatakan Copter bahwa aku suka padanya?, Ini gila.. perasaan ini bisa membuatku kacau. Selama seminggu ini aku berusaha menghubunginya tapi nomornya tak pernah aktif, bahkan dia tidak ada di apartemennya juga.
Kemana bocah itu..
Saat sedang sibuk dengan pikiranku sendiri tanpa kusadari aku sudah sampai di depan pintu apartemenku. Dan di depan pintuku ada pemuda yang seminggu ini membuat hidupku kacau sedang duduk di lantai dengan memeluk lututnya dan membenamkan wajahnya.
Oh.. akhirnya aku menemukanmu. Aku bernafas lega melihatnya baik-baik saja.
Dan mungkin dia menyadari kedatanganku, dia segera berdiri dan mengusap kedua matanya.
Jadi.. dia tertidur disini? Sejak kapan? Heranku.
Tanpa mengatakan apapun aku membuka pintu apartemenku dan menarik tangannya untuk masuk dan menutup pintunya.
Entah kenapa sekarang aku hanya ingin memeluknya melepas rasa rinduku dan ke khawatiranku padanya.
Aku memeluknya erat dia juga membalas pelukanku. Dia membenamkan wajahnya di dadaku, badannya mulai bergetar, dan isak tangisnya yang pilu terdengar di telingaku, seolah menyayat hatiku.
Dan ku sadari bahwa dia benar-benar tidak baik-baik saja.
Setelah merasa dia cukup tenang, ku lepaskan pelukanku menangkupkan kedua pipinya dan menghapus air matanya.
Dia tersenyum dan kembali memelukku. Ku kecup pucuk kepalanya, dan membawanya duduk di sofa ruang tamuku.
Dia tetap diam tak mengatakan apapun. Dan tangannya masih setia memeluk pinggangku.
"Kau berbohong padaku phii.." ucapnya setelah beberapa menit terdiam. Aku menatapnya bingung.
"Kau bilang pintu apartemenmu selalu terbuka untuk ku, tapi tadi aku mengetuk dan memencet bel beberapa kali tetap tak ada yang membukanya untuk ku." Ucapnya lagi. Aku tersenyum dan melepaskan pelukannya. Ya Tuhan.. dia bisa membuatku semakin menyukainya, dia menatapku menunggu jawaban dariku. Aku mengusak rambutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You are my world (End)
Fiksi PenggemarRank #1 Saint 30/01/19 Rank #1 SonPin 30/01/19 Rank #1 Perth 06/02/19 "Bertemu denganmu merubah ke hidupkanku yg tadinya biasa saja berubah menjadi lebih berwarna, ke ceriaanmu yang menyimpan banyak luka, telah membuatku sadar.. bahwa aku tak hanya...
