Di apartemen Saint.
Pemuda manis itu kini tengah merintih kesakitan, karena luka lebam yang ada di wajahnya, dan sekarang sedang di obati oleh Tee sahabatnya.
"Sudah kubilang jangan melawan mereka. Tapi kau tidak mendengarkan ku." Ucap Tee sambil menuangkan alkohol pada kapas yang ia pegang.
"Lalu.. membiarkanmu di lecehkan oleh mereka? Ck. Aku tidak bodoh. Selain itu aku geram saat salah satu dari mereka mencoba menyentuhku." Ucap Saint sinis.
"Tapi.. aku akui.. kau hebat sekali.. bisa melawan mereka bertiga. Dan jika tidak ada satpam di bar itu melerai, kau bisa mematahkan tulang mereka. Huuhh.. kau begitu mengerikan saat marah." Tee bergidik ngeri mengingat kejadian di mana Saint memukuli beberapa pria yang menggoda mereka saat hendak pergi dari bar tempat biasa mereka bertiga berkumpul.
Flashback on
Malam sekitar pukul 21 malam Tee menghubungi Saint untuk menjemputnya ke bar di mana biasanya mereka bertiga berkumpul, karena Copter tidak jadi datang, jadilah Tee menghubungi Saint, alasannya untuk menjemputnya. Namun ternyata Tee sedang tidak punya teman, dia bosan di rumah karena tidak ada orang. Orang tuanya sedang pergi keluar kota untuk urusan bisnis. Sedangkan P,Tae sedang sibuk dengan urusannya. Jadilah Tee seorang diri duduk di tempat biasanya mereka berkumpul. Sebelumnya ia mengajak Copter, namun karena alasan tertentu Copter tidak jadi datang.
Setelah beberapa lama kemudian akhirnya Saint datang, terlihat dari wajahnya pemuda manis itu sedang dalam masalah. Tee tersenyum menyeringai melihat sahabatnya itu. Saint duduk tepat di sebelah Tee, di meja mereka sudah ada sebotol wine yang sudah di pesan oleh Tee.
Tanpa mengatakan apapun Saint menuangkan wine tersebut kedalam gelas kosong yang ada di depannya, kemudian meneguknya sekali tegukan.
Tee yang melihat itu hanya terkekeh, Saint sangat kacau saat ini, jadi Tee tidak ingin mengganggu sahabatnya itu, sebelum Saint sendiri yang cerita padanya.
"Aku tidak pernah sekacau ini hanya karena seseorang." Ujar Saint tiba-tiba. Tee tersenyum mendengar ucapan Saint.
"Aku tau itu." Jawab Tee santai.
"Apa kau juga sepertiku dulu saat ada masalah dengan P,Tae?" Tanya Saint. Tee mengakat bahunya. Kemudian meminum wine yang ada di gelasnya.
"Tak seburuk ini. Karena orang tuaku tak mempermasalahkan hubunganku dengan P,Tae, begitu pula sebaliknya." Jawab Tee lagi, sebelum meneguk habis wine yang ada di gelasnya.
"Aku cuma bisa berharap agar ayahku tidak tau masalah ini." Ujar Saint. Mengingat permusuhan antara ayahnya dengan ayah Perth, itu akan membuat hubungannya dengan Perth bertambah sulit. Terlebih lagi sekarang ayah Perth sudah tau hubungannya dengan sang anak.
Saint merebahkan tubuhnya di sandaran sofa, matanya terpejam mencoba menenangkan pikiran yang berkecamuk di dalam otaknya.
"Sudahlah.. lebih baik kita pulang, aku tak mau membawa orang mabuk nanti. Sebelum kau mulai menggila, lebih baik kita pulang." Tee beranjak dari tempat duduknya, menarik tangan Saint untuk mengikutinya.
Tanpa mereka sadari ada tiga orang pemuda yang sejak tadi mengawasi mereka dengan tatapan lapar, ketiga pemuda itu masih mengikuti Saint dan Tee sampai di tempat parkir yang agak sepi. Masih ada beberapa orang yang lalu-lalang di tempat itu. Setelah dirasa sudah sepi, ketiga pemuda itu menghampiri Saint dan Tee tepat di sebelah mobil Saint.
Pemuda yang bertubuh agak jangkung itu mencekal lengan Tee dan menariknya, membuat Tee sempat terhuyung, saat Tee ingin melepaskan lengannya, pemuda itu mempererat cengkraman tangannya. Membuat Tee merintih kesakitan. Sedangkan Saint kini telah terhimpit diantara dua orang yang satu berbadan agak besar dengan otot yang terlihat di lengannya. Dan yang satu agak sedikit kurus dan bekulit agak gelap. Saint yang sedang dalam mood yang buruk itu melihat kearah Tee yang sedang mencoba menghindari lelaki jangkung yang ingin menciumnya.
Melihat itu Saint jadi geram, saat pemuda bertubuh agak kurus itu hendak menyentuh pipinya Saint menepis tangan pemuda itu dengan kasar, kemudian memiting tangan pria yang hendak menyentuh Saint kebelakang tubuhnya. Sedangkan yang satunya berusaha untuk mendekati Saint, namun sebelum benar-benar mendekat Saint menendang pria tersebut tepat di area selakangannya. Seketika pria itu terhuyung dan jatuh tak sadarkan diri karena tendangan yang Saint berikan cukup kuat.
Kemudian Saint mendorong pria yang ada di hadapannya itu ke arah mobil yang ada di depannya agak keras, sehingga membuat pria itu meringis kesakitan. Dan menghajar pemuda itu hingga pingsan.
KAMU SEDANG MEMBACA
You are my world (End)
FanfictionRank #1 Saint 30/01/19 Rank #1 SonPin 30/01/19 Rank #1 Perth 06/02/19 "Bertemu denganmu merubah ke hidupkanku yg tadinya biasa saja berubah menjadi lebih berwarna, ke ceriaanmu yang menyimpan banyak luka, telah membuatku sadar.. bahwa aku tak hanya...
