49

606 27 1
                                        

*Pov Third.

Aku mengendarai mobil dengan cepat, pikiran ku benar benar kacau. 

Disamping ku, lisa tersenyum kemenangan. Aku bener bener jijik dengan dia.

Apa kalian memikirkan kalau aku ini bangsat? Oh ayolah aku tidak sebodoh itu.

Meninggalkan satu berlian demi satu cabe.

"Duh third gua seneng bener lihat lu begini." Ucapnya dengan penuh kemenangan.

Aku memberhentikan mobil ku didepan parkiran minimarket.

"Dosa gua sama lu apa?" Tanya ku dengan nada yang lumayan rendah.

"Dosa lo karena lo udah ninggalin gua demi seorang bocah kuliahan seperti dia third." Ucapnya dengan nada yang lumayan tinggi. Aku hanya bisa tersenyum.

"Gua ungkit lagi dah. Yang ninggalin duluan siapa? Gua muak dengan lo lis. Lo cuman memanfaatkan gua. Lo busuk gak punya hati." Ucap ku dingin. Dia terdiam dan kemudian tersenyum miris.

"Gua nyesal, gua mau kita seperti dulu. Salah kalau gua mau kita pacaran lagi?" Ucapnya dengan wajah melasnya.

"Stop drama lis. Berhentikan drama lo ini. Gua gak bisa lagi sama lo. Asal lo tau, gua sayang nata. Karena dia lebih menghargai gua lebih menyayangi gua ketimbang lo." Sahut ku.

"Kalau lo sayang dia, kenapa lo mau ngikutin drama gua?" Tanya lagi.

"Jelas banget lo masih sayang sama gua third. Lo cinta sama gua. Lo itu gak bisa move on dari gua. Bilang saja kalau gadis itu cuman pelampiasan lo iya kan?!" Bentak nya.

"Gua gak sekotor yang lu pikirkan lis. Gua masih punya hati, gak kayak lu, hati lu busuk. Dan gua mohon jangan gangguin gua lagi." Ujar ku.

"Lo lihat drama gua selanjutnya third." Dia keluar dan membanting mobil ku.

Aku langsung mematikan rekaman yang sedang berjalan di hp ku. Ya setidaknya aku masih punya bukti kuat akan hal ini.

"Nat, jangan bilang kalau gua terlambat." Gumam ku seraya meletakan hp ku di  saku dan menjalankan mobil ku ke arah rumah nata.

*Pov akma.
Aku dan mama sudah mendengarkan rekaman suara yang dikirimkan oleh third.

Third menjelas semuanya. Langsung saja aku memberi kabar itu ke fauzan. Untung saja fauzan langsung membacanya.

"Mama rasa kita harus ke villa nya fauzan." Sahut mama tiba tiba. Aku dan third langsung mengangguk setuju .

****

Pagi,Siang,Sore,Malam,Subuh reader.

Aku datang lagi dengan cerita yang makin gak jelas.

Aku hanya ingin berterima kasih kepada kalian, karena kalian membaca cerita yang ku buat gak jelas ini.

Dont forget
Vote+coment 💜

Abang? Suami?!!![TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang