2

3.4K 137 0
                                        

Kini ku berjalan dengan langkah malas ke arah rumah ku. Aku baru saja dari perpustakaan kota untuk menyelesaikan tugas ku dan ternyata gak selesai dan aku berencana menyelesaikan nya dirumah.

"Huaaa!! Cukup! Gua gk bakalan terlambat lagi." Jeritku.

Aku melihat jam ditangan kiri ku, sudah menunjukan jam 17:30.

"Nata!." Aku langsung menoleh kearah sumber suara. Ternyata dia Ratna teman ku.

"Ada apa?." Tanya ku.

"lo baru pulang ngampus? Oh ya ntar malam jam 7 lo kerja di cafe ya. Jangan lupa." Ucap nya sambil menepuk bahuku. Aku hanya bisa mengangguk.

"Iya-iya. Gua gak bakalan terlambat. Lo dari mana rat?." Tanya ku.

"Gua dari minimarket, beli ni minuman. Oh ya kebetulan, nih buat lo." Ujarnya sambil ngasih  botol air mineral ke tangan ku. Aku hanya tersenyum dan mengambil botol itu dari tangannya.

"Wah makasih, elo paling ngertiin gua. Yaudah gua pulang dulu ya. Udah jam segini, ntar gua telat lagi. See you." Ucap ku sambil melangkahkan kakiku lagi.

"Bye nata.." Ucapnya.

10 menit kemudian, aku sudah sampai didepan rumahku. Tapi, kenapa ada third? Ngapain dia disini.

Aku melangkahkan kaki ku dengan pelan untuk memastikan bahwa itu benar third.

"Ngapain lo didepan rumah gua?" Tanya ku. Dia menoleh ke arah ku
Manik matanya yang membuat ku meleleh. Tak bisa ku pungkiri bagaimana pun aku fans nya.

"Gua disuruh nungguin lo disini sama mama. Lo lama banget, udah 15 menit gua disini." Ucap nya sambil menggulurkan tangannya ke arah ku.

Aku pun menyambut tangannya dan membantu dia berdiri. Saat aku menariknya hampir saja ku terjatuh. Untung saja ada dia yang memeluk ku /?.

"Thanks. Btw ngapain mama nyuruh lo kesini? Nungguin gua lagi, kayak kurang kerjaan aja." Ujar ku, sambil mengatur nafas ku. Aku tau ni jantung udah berdetak lebih cepat hanya karna dia meluk ku tadi.

"Yaudah, yok masuk. Capek gua nungguin lo." Ucap nya. Aku hanya mengangguk dan membuka pintu rumah.

"Nata pulang." Ucap ku sambil membuka pintu rumah ku. Aku bisa melihat mama sedang memandang ku dengn wajah berseri nya itu.

"Kenapa ma?." Tanya ku. Mama hanya tersenyum manis.

"Ah sudahlah. Oh ya ma, kenapa mama nyuruh ni cowok nungguin nata diluar? Dan kenapa dia manggil mama dengan sebutan "MAMA" juga?." Tanya ku.

"Dia bakalan tinggal disini dan akan menjadi kakak angkat mu sayang." Aku hanya bisa melotot mendengar apa yang mama bilang barusan. Aku memandang ke arah third. Dia hanya bisa menggaruk lehernya yang aku yakin 100% itu tidaklah gatal.

 Dia hanya bisa menggaruk lehernya yang aku yakin 100% itu tidaklah gatal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Thanks 💜

Abang? Suami?!!![TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang