Bel pintu terdengar dibunyikan oleh seseorang dari luar, Jungkook yang mendengar nyaring suara benda tersebut menyegerakan diri bangkit.Mungkin itu adalah pak Jang, pekerja dirumah ayahnya yang selalu datang tiap minggu untuk mengantar stok kebutuhan sehari hari Jungkook.
Jungkook membuka pintu apartemen.Yang ia dapati bukanlah seorang pria berumur yang biasa memakai kacamata berframe hitam tebal, melainkan seorang gadis muda yang tengah menunduk membenarkan sepatu hak tinggi yang belum terpasang sempurna dikakinya.
"Omona." gadis itu berjengit kaget melihat sosok yang berada dibalik pintu.
Bagaimana tidak Jungkook hadir dihadapannya dengan tampilan yang menyeramkan.Rambut hitam sebatas lehernya dibiarkan tergerai berantakan.Kumis dan janggut tipis yang mulai tumbuh disekitar rahang sampai ke dagu membuat gadis tersebut semakin merenyit.
Jungkook hanya diam memandang tak mengerti pada gadis yang mematung didepan pintu apartemennya.Lalu dengan segera ia beralih menutup pintu, Jungkook tak punya banyak waktu untuk memandangi gadis itu berdiri cengo disana.
"Jjamkhaman." Pekik si gadis cepat bermaksud membuat Jungkook menghentikan aksi menutup pintu.
Jungkook tak peduli.Bahkan ketika gadis itu maju dan mulai beraksi menahan pintu, ia tetap berusaha menutup pintu apartemennya meski sedikit kesusahan karena gadis itu yang terus menahannya.
"Berhentilah.Tolong dengarkan aku," rengek gadis itu dengan wajah memelas minta dikasihani.
"Tto mwoya?" ketus Jungkook dengan wajah datarnya.Sebaiknya ia selesaikan urusan dengan gadis gila ini daripada nanti dia akan mengganggunya lagi.
Masih dengan wajah melasnya, gadis tersebut menunduk, "kaki ku terjepit pintu."
🍂
Si gadis berambut dark brown hanya mengedarkan mata dengan heran keseluruh penjuru ruangan dimana ia duduk sekarang.Ada beberapa sampah disudut ruangan tersebut dengan tatanan perabot yang sedikit berantakan.Sungguh ia tak menyangka benar benar ada seseorang yang mendiaminya.Gudang rumahnya saja bahkan tak seberantakan tempat itu sekarang.Menoleh kesamping ia mendapati tirai jendela masih menutup rapat, membuatnya semakin terheran.Sebegitu parahnya pria tadi hingga menghalangi sinar matahari menerobos masuk.
Atensinya langsung teralihkan saat sesuatu diletakkan sedikit kasar keatas meja.Siapa lagi pelakunya kalau bukan si tuan rumah.
"Carilah sesuatu dikotak itu yang sekiranya bisa mengurangi rasa sakit di kakimu." perkataannya terdengar sangat dingin namun sebenarnya hangat.Sekakunya Jungkook sekarang ternyata masih memiliki rasa simpati juga.Hal itu membuat si gadis diam diam mengulum senyum, pemuda ini tak seburuk perkiraannya.
"Setelah kau selesai, pergilah." dan seketika gadis itu ingin menarik ucapannya kembali.Pemuda ini benar benar parah, mengusirnya tanpa rasa hormat sedikitpun.
Gadis itu memasang plester dari kotak yang diberikan Jungkook pada pinggir kakinya yang lecet.Sepatu yang ia pakai tadi terlalu sempit hingga menggesek kulit kaki.Ditambah lagi dengan kakinya yang terjepit pintu saat Jungkook berusaha menghalanginya masuk.
"Terima kasih atas bantuannya.Sebelumnya akan ku perkenalkan diriku.Namaku Jung Soorin.Aku adalah salah satu karyawan di perusahaan jasa Seongsilhan Rental Sister," gadis itu memperkenalkan dirinya seraya menutup kotak P3K diatas meja.
Jungkook hanya menatapnya malas, "Aku tak punya urusan denganmu maupun perusahaanmu.Kau boleh pergi sekarang."
Soorin memejamkan matanya sejenak, kenapa pemuda ini sangat menyebalkan sekali? yang ada dipikirannya hanya mengusir, mengusir, dan mengusir saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Go
FanfictionJeon Jungkook hanyalah pemuda kesepian yang terjerat akan masa lalunya yang kelam.Satu tahun berharganya dilewati dengan mengasing seorang diri dalam kesunyian distrik Buam dong. Dunia Jungkook hanyalah mengenal hitam dan abu abu lantas tersentuh...
