9 •• Farel playboy

2.1K 124 18
                                        

'Gue sayang sama lo, gue ngga mau lo sayang sama orang yang salah, gue cinta sama lo, bukan berarti gue maksa lo buat cinta juga sama gue, gue cuma pengin lo dapet cinta yang tulus, walaupun bukan atau ngga mungkin gue

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

'Gue sayang sama lo, gue ngga mau lo sayang sama orang yang salah, gue cinta sama lo, bukan berarti gue maksa lo buat cinta juga sama gue, gue cuma pengin lo dapet cinta yang tulus, walaupun bukan atau ngga mungkin gue.'

Shafarina Quize~
Suara hati

Typo?pliss benerin:(

☁☁☁☁☁

Pagi yang cerah untuk hati yang gundah. Arin berjalan santai menuju kelasnya, hari ini dia berangkat sendiri, Farel, bukan sopirnya lagi, eh.

Arin menguap lagi, hari ini ia masih mengantuk, semalam waktu tidurnya tersita hanya untuk memikirkan Farel, memikirkan apakah seharusnya ia memberitahu kejadian kemarin atau tidak.

Mata sayu Arin terbuka lebar melihat pemandangan didepannya, ia melihat Farel bersama Niken dengan wajah ceria, mereka tertawa. Arin semakin bingung, ia menggigit bibir bawahnya.

"Duar!"

"Eh copot satu dua tiga!" Latah Arin, ia memegang dadanya yang terasa dag dig dug.

"Wadau belajar ngitung lo neng." Niko tertawa melihat ekspresi kaget Arin berubah menjadi ekspresi kesal.

"Ish! Gorila kutub!"

"Apa rin? Gorila kutub? Wah pasti ganteng kaya gue." Sombong Niko.

"Rin ngelamunin apa si?" Tanya Meyra.

Arin menggertak kepada Niko, kemudian beralih menjawab pertanyaan Meyra, "gue ngga ngelamun kok."

"Kalo ngga ngelamun ya ngga kaget lah bego! " Niko menoyor kening Arin. "Yang namanya dikagetin ya kaget lah bego!" Arin menoyor balik kepala Niko.

"Ih Arin yang polos udah berubah hiks, sedih hati abwang." Ucap Niko dramatis.

"Lebay." Ketus Rafi yang sedari tadi hanya menjadi pendengar.

"Gue duluan." Tanpa menunggu balasan,Arin pergi begitu saja, hal itu membuat Meyra menaikan alisnya, ia menatap beberapa orang disekelilingnya, dan...

"Kayanya... " Gumam Meyra.

"Kayanya apa nyet?" Tanya Rafi.

Meyra masih saja diam, wajahnya tampak sedang berpikir keras, "kayanya... "

"Kayanya apa monyet!" Niko mulai ikut penasaran.

AWAN {End}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang