Keadaan Bandar Udara Suvarnabhumi sore itu ramai sekali. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang akan pergi maupun mendarat di sana. Suara bising pesawat, pengumuman keberangkatan juga aktivitas super gesit menjadi pemandangan yang tak luput dari tempat ini.
Taeyong menggapit erat lengan Jaehyun, takut tersesat. Tubuh mungilnya gampang terseret omong-omong.
Sementara itu, sang kepala keluarga menggeret koper berwarna perak itu agak kesusahan mengingat sebelah tangannya sudah diinvasi oleh istri imutnya.
"Sayang, kenapa ramai sekali?" Pertanyaan bernada polos itu membuat Jaehyun bimbang, perlu dijawab atau tidak.
"Namanya juga bandara, sayang. Kau ini lucu sekali"
"Mengapa banyak terdapat pesawat?"
"Apa aku cocok menjadi pramugari?"
"Kenapa semua orang membawa koper?"
"Kenapa-"
"Baby, fokuslah melangkah agar tidak tersesat, mengerti?"
Bibir Taeyong mengerucut lucu "oke"
Mereka terus berjalan lurus menuju pintu keluar. Beberapa kali Taeyong mengeluh karena perutnya lapar. Kaki-kaki mungilnya dihentakkan karena kesal, lengan Jaehyun digoyang-goyangkan olehnya.
"Lapar..."
"Sebentar baby, kita akan makan setelah ini"
"Tidak mau, laparnya bilang tidak mau menunggu" Jaehyun terkekeh kecil mendengar rengekan konyol istrinya. Ia mengelus surai pink muda milik Taeyong, mendaratkan beberapa kecupan di sana.
"Bayiku lapar sekali, hm?"
"Um!" Taeyong mengangguk terlalu semangat, hingga sang suami was-was itu bisa menyakiti Taeyong.
"Bersabarlah sedikit okay? Setelah ini kau bisa makan sepuasnya"
Jaehyun kembali melanjutkan langkah. Melirik jam di pergelangan tangannya lalu sibuk mengecek lokasi hotel tempat Ten dan Jhonny menikah. Ia kemudian berhenti di depan pintu keluar untuk menyetop taksi.
Setelah memasukkan koper beserta tas milik mereka, Jaehyun membuka pintu penumpang lalu menoleh ke samping berniat menyuruh istrinya untuk masuk duluan.
Namun.
Terkejut.
Karena.
Taeyongnya.
TIDAK ADA!
Kelopak mata Jaehyun mengerjap beberapa kali, tubuhnya bergeming, otaknya melambat untuk memproses apa yang sedang terjadi. Seingatnya Taeyong tadi berada di sisinya, merengek-rengek karena lapar, tapi KENAPA SEKARANG TIDAK ADA?
Ya ampun!
Pria Jung itu bergegas masuk lagi ke dalam bandara setelah sebelumnya menyuruh sopir taksi itu untuk menunggu.
Ia bahkan berlari menyusuri kembali tempat yang barusan ia lewati. Mendadak pening karena tidak menemukan tanda-tanda keberadaan istrinya.
Tubuh Taeyong itu kecil, ringkih dan mudah terdorong, belum lagi ini di negara orang. Jaehyun jadi ketar-ketir memikirkan nasib istrinya. Berdecak kesal pada dirinya sendiri karena begitu lalai menjaga istrinya.
"Sial" ia lalu berlari ke arah information center, menjelaskan pada petugas di sana dengan tidak sabar.
"Istriku hilang, tolong bantu aku"
"Identitas atau ciri-ciri istrimu Tuan?"
"Jung Taeyong, mungil, berwarna pink"
"Maaf?" Petugas itu mengernyit, merasa aneh dengan jawaban Jaehyun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ma Cotton Candy!
Fanfiction[Marriagelife] [Romantic] Tentang Jung Jaehyun dan gumpalan permen kapas kesayangannya. 30/3/2019 ©yudiaaa
