Jung Minhyung sedikit terusik dari tidurnya karena mendengar cuitan segerombol burung pipit yang bertengger di dekat jendela kamarnya. Ia mengerjap sesekali, sinar matahari pagi menyambutnya ramah dari sela-sela pohon yang tumbuh di halaman depan.
Tumben sekali, ia bangun sebelum orang tuanya menbangunkan. Mungkin karena efek kemarin malam ia tidur lebih awal karena seharian bermain bersama Haechan ditemani oleh Lulu.
Badan gembulnya bangkit duduk, melengkung ke depan dengan kedua tangan merengggang ke atas, Mark mengerang malas sebelum turun dari tempat tidur dan mulai merapikannya.
Kemarin ia baru saja diajari cara membersihkan tempat tidur sendiri oleh mommy, dan pagi ini Mark Jung langsung memprakteknya. Ia mendekat ke arah jendela kamarnya, berusaha membuka agar udara pagi yang begitu sejuk dan segar memenuhi seluruh ruang kamarnya. Kedua kakinya yang terbalut sandal rumah berbulu bermotif beruang melangkah keluar kamar, turun ke lantai bawah dan hanya menemukan bibi Kim yang sibuk membuat sarapan di dapur.
"Bi" panggilanya pelan, masih betah berdiri di undakan tangga terakhir. Ia kira kedua orang tuanya sudah bangun terlebih dahulu.
"Selamat pagi Tuan Mark, mau dibuatkan sesuatu?"
"Aniyo, just mommy dan daddy sudah wake up?" Ia bertanya penasaran.
Bibi Kim yang awalnya sedang menakar susu bubuk ke dalam gelas berhenti sejenak mencerna kata-kata tuan mudanya. Ia mana mengerti selain bahasa korea, kadang-kadang ia kesulitan sendiri jika tuan mudanya itu sudah bicara dengan bahasa campur aduk yang seketika bisa membuatnya sakit kepala tidak mengerti.
"Belum Tuan, mereka tidak ada turun sejak tadi" setelah sepuluh menit terdiam, bibi Kim akhirnya menjawab.
Mark hanya mengangguk dua kali, memutar tumit untuk kembali naik ke lantai dua. Ia mengetuk pelan pintu kamar orang tuanya. Daddy bilang jika ia ingin masuk ke sebuah ruangan, maka wajib hukumnya untuk meminta ijin terlebih dahulu sekalipun itu kamar kedua orang tuanya.
Hampir semenit berdiri tanpa ada respon, Jung Minhyung akhirnya memberanikan diri mendorong sedikit pintu kamar mommy dan daddy. Ia mengintip dari celah kecil pintu, bingung ketika tempat tidur orangtuanya bahkan sudah terlipat rapi tanpa ada orang di dalamnya.
"Dad? Mom?" Panggilnya berulang kali, ia mendorong pintunya semakin lebar. Mark nekat masuk, ia bisa meminta maaf nanti karena sudah berbuat lancang.
Pandangannya mengedar, memperhatikan keadaan kamar, jendela serta tirainya sudah terbuka, tempat tidur juga sudah bersih, tapi kemana orang tuanya?
Rasa penasaran Mark akhirnya terjawab ketika mendengar suara cekikikan ibunya dari arah kamar mandi.
"A-ah Jae, jangan sekarang! Aku harus membangunkan Mark"
"Ayo sebentar saja, sebelum dia bangun" itu suara daddynya.
"Tidak, ah j-jangan digigit, eumh..."
Kalau kalian penasaran, Mark Jung masih berdiri di sana kok, mendengar dengan jelas percakapan kedua orang tuanya yang sama sekali tidak ia mengerti. Kedua alis tebalnya terangkat naik ketika lagi-lagi mendengar suara rengekan bercampur tawa milik ibunya serta suara berat yang siapa lagi jika punya ayahnya.
"Mom? Dad?" Ia akhirnya memberanikan diri mengetuk pintu kamar mandi karena kakinya mulai pegal berdiri. Demi apapun, jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh dan dirinya bahkan belum mandi.
Selanjutnya yang Mark dengar adalah bunyi gaduh beserta desisan decakan entah milik siapa. Tubuhnya mundur selangkah ketika pintu kamar mandi terbuka dengan tidak elitnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ma Cotton Candy!
Fanfiction[Marriagelife] [Romantic] Tentang Jung Jaehyun dan gumpalan permen kapas kesayangannya. 30/3/2019 ©yudiaaa
