Bab 33 : Baby's Desire

13K 1.4K 71
                                        

Sudah tengah malam, mungkin bisa dibilang dini hari. Jam di atas nakas berkedip-kedip menunjukkan pukul setengah dua malam.

Suasana benar-benar sunyi, hanya sesekali terdengar suara gemerisik daun yang tertiup angin musim dingin.

Jung Taeyong menggigit bibir bawahnya resah, ia melirik ke arah sang suami yang sudah terlelap pulas setelah menyelesaikan pekerjaannya. Padahal Jaehyun baru tertidur setengah jam lalu, tapi tidurnya benar-benar lelap  dan tidak terusik sedikit pun.

Hati Taeyong dilanda keraguan, disatu sisi matanya enggan sekali terpejam dan malah menginginkan sesuatu yang tidak-tidak tapi disisi lain ia masih cukup tau diri untuk tidak merepotkan suaminya yang kelelahan sehabis melakukan perjalanan dinas dan dilanjutkan dengan menyelesaikan pekerjaan yang entah apa itu Taeyong tidak mengerti.

Jadi begini rasanya mengidam? Taeyong sih sama sekali tidak masalah, ia benar-benar menikmati setiap detik dari fase kahamilannya. Hei dia sudah menantikan momen ini selama sembilan tahun di hidupnya, tapi kalau situasinya seperti sekarang sih ia sedikit kesal dengan dirinya yang malah tidak bisa tertidur padahal tadi siang ia sama sekali tidak dapat istirahat.

Tidak ada cara lain, semakin ia menahan-nahan diri untuk mengubur keinginannya yang ada perutnya makin bergejolak mual. Pada akhirnya dengan rasa takut, tangan kecilnya menangkup sebelah wajah Jaehyun, menepuk-nepuk pipinya pelan.

"Hubby"

"Sayang" panggilnya lagi sedikit lebih keras. Detik selanjutnya Jung Taeyong benar-benar ingin meminta maaf nanti kepada suaminya begitu kedua mata Jaehyun terbuka pelan dan bertanya lewat nadanya yang kedengaran sangat serak, "ada apa sayang? Kenapa belum tidur, hm? Ada yang sakit?"

Rasa bersalah semakin menguasai diri Taeyong ketika netranya menangkap dengan jelas wajah kelelahan sang suami yang langsung sigap bangun dan bertanya keadaannya. Rambut berantakan dengan mata yang memerah, Taeyong paham kok suaminya lelah hanya saja aegi di dalam perut tidak mau mengerti.

"Dad"

"Iya? Masih mual?" Jaehyun bertanya kelewat lembut, sebelah tangannya masuk ke dalam piyama sang istri dan mengusap-usap perutnya pelan.

"Eumm...tidak hanya saja aku ingin sesuatu" kepalanya tertunduk tidak berani melihat ke arah Jaehyun, tidak tega lebih tepatnya.

"Mommy mau apa? Aegi lapar ya?" Rasanya terlalu menghangatkan ketika lagi-lagi Jaehyun bertanya dengan nada yang begitu menenangkan dan tidak ada unsur kesal sedikitpun.

"Ingin samgyetang, boleh?"

Jaehyun menoleh ke arah jam di nakas, otaknya seketika berputar, dimana kira-kira ia bisa menemukan makanan hangat itu di jam selarut ini dan dalam keadaan musim dingin begini. Hanya saja ia tidak tega untuk mengatakan tidak pada istrinya ini, hanya tersenyum lalu mengecup kening dan bibir Taeyong sekali, "oke, daddy belikan sekarang. Tunggu sebentar ya sayang"

Ia beranjak, mengabaikan rasa kantuk dan lelah yang seakan menggelayutinya. Sekarang ini Taeyong dan aegi berada di urutan pertama skala prioritasnya, sebisa mungkin ia akan menuruti masa-masa ngidam sang istri agar keduanya merasa bahagia.

"Jangan lupa jaketnya hubby, diluar sangat dingin"

"Hm, tunggu ya. Tidak akan lama" pesan Jaehyun sebelum menutup pintu kamar dan memulai penjelajahannya mencari rumah makan yang masih menjual samgyetang di pagi-pagi buta begini.

Taeyong sendiri merebahkan tubuhnya pada kepala ranjang, menaikkan selimut tebal hingga sebatas leher. Perutnya ia usap-usap halus, "jangan diulangi ya sayang, kasian daddy, ia sangat kelelahan kita tidak boleh terlalu merepotkannya, arra?"

Sudah hampir empat puluh lima menit sejak Jung Jaehyun meninggalkan rumah untuk mengelilingi jalanan kota Seoul seperti orang gila. Matanya setia melirik kanan dan kiri jalan walau bibirnya malah asyik menguap. Demi Tuhan, ia sudah mengelilingi semua restoran yang ia ketahui di sepenjuru sudut kota Seoul, namun beberapa sudah tutup dan sisanya masih buka tetapi tidak menjual samgyetang.

Ia sedikit pun tidak menyerah, mana mungkin ia pulang dengan tangan kosong dan berakhir mengecewakan istrinya. Tepat satu jam ia mengendarai mobilnya di jalanan lenggang, netra Jaehyun akhirnya menemukan sebuah kedai kecil yang masih buka dengan papan menu yang salah satunya bertuliskan samgyetang di dinding kaca restoran.

Jaehyun baru sadar, letak kedai makanan ini sangat jauh dari rumahnya. Ia berharap semoga saja istrinya bisa sedikit lebih sabar menunggunya untuk membawakan pesanan ibu hamil itu.

"Apa samgyetangnya masih ada?"

"Cukup untuk satu porsi lagi tuan" seorang ahjussi menjawab pertanyaan Jaehyun dengan ramah. Ia memindai penampilan orang di depannya ini dari atas ke bawah, sedikit keheranan menemukan seorang pria tampan dengan setelan piyama garis abu, memakai sendal seadanya dan rambut berantakan masih berkeliaran di jam-jam seperti ini.

"Tolong bungkuskan aku semuanya"

"Baiklah, mohon tunggu sebentar tuan" Jaehyun memilih menyender di etalase kedai sembari menunggu, rasa kantuknya kali ini benar-benar tidak bisa di tahan, bahkan dirinya harus menahan kelopak matanya dengan jari agar tetap terjaga.

"Ini pesanannya tuan, totalnya 10 ribu won" tas plastik berisi makanan pesanan Taeyong disodorkan di depan Jaehyun yang langsung menyeleaikan pembayarannya.

"Istri Tuan sedang mengidam?"

"Eh? Darimana ahjussi tau?"

Lelaki paruh baya itu terkekeh sebentar sembari menghitung uang kembalian Jaehyun, "hanya menebak, rasanya tidak mungkin jika dirimu yang menginginkan samgyetang di jam selarut ini"

"Benar, istriku tengah mengandung anak pertama kami"

"Sampaikan salamku untuk istrimu Tuan, semoga kalian selalu diberkati kesehatan. Kau suami yang siaga omong-omong" keduanya lantas tertawa kecil sebentar saja lantas Jaehyun mulai meninggalkan restoran secepat mungkin agar istrinya tidak menunggu terlalu lama.

🍭🍭🍭🍭🍭

Setengah jam berlalu, setelah memarkirkan kembali mobil di garasi, Jaehyun bergegas masuk ke dalam rumah, menaiki tangga dan membuka pintu kamarnya.

Satu hal yang Jaehyun dapati adalah sang istri yang sudah tertidur lelap dengan tubuh tergulung selimut. Ia mendekat, menaruh semua barang belanjaanya di atas meja lalu menunduk di dekat tubub sang istri.

Ia malah terkekeh lucu, menyibak poni  Taeyong yang baru saja dipotong untuk membubuhkan satu kecupan lama disana, "selamat malam sayang"

Tangannya lalu turun mengusap perut sang istri yang sudah sedikit membuncit, "nakal ya? Meminta samgyetang tapi malah membuat mommy tertidur. Maaf jika daddy terlalu lama, istirahatlah"

Jaehyuj memutuskan menyimpan makanan itu dalam lemari makanan di dapur, pikirnya bisa dihangatkan bibi Kim besok pagi. Ia kembali ke kamar, membuka jaketnya lalu kembali beranjak ke atas tempat tidur.

Entah sengaja atau tidak sadar, Taeyong lantas menduselkan dirinya begitu tubuh Jaehyun sudah sepenuhnya terbaring. Ia memeluk kelewat erat, yang ada malah membuat Jaehyun tertawa geli melihatnya.

Ia benar-benar tidak sabar, akan seperti apa jadinya anak mereka nanti ketika sudah lahir?

🍭🍭🍭🍭🍭

Mau suami kayak babang Jaehyun pliss
*ditimpukin netijen

Ma Cotton Candy!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang