Sebenarnya acara jalan-jalan di Taman Kota sore ini tidak ada dalam list kegiatan yang seharusnya dilakukan Jaehyun selama ia meliburkan diri untuk menjaga istri dan juga anaknya.
Hanya saja, Jaehyun juga bingung sendiri jadinya, entah ini bagian dari acara mengidam Taeyong atau bagaimana, dari tadi pagi induk kucing itu terus merengek minta jalan-jalan sore di taman kota dekat rumah mereka.
Mark juga tampak antusias ketika mendengar permintaan ibunya tersebut, karena ya di taman itu juga ada tempat bermain yang memang disediakan khusus untuk umum. Jaehyun awalnya melarang, mengingat bagaimana kondisi Taeyong yang benar-benar harus dalam pengawasan di tengah-tengah tri semester awal masa kehamilannnya.
Ya karena dia kalah suara, makanya sore ini, Jaehyun bagaikan baby sitter yang menjaga dua bayi kesayangan yang tengah asyik dengan dunia mereka masing-masing. Yang satu sibuk bermain ayunan bersama teman-temannya, yang satu lagi malah asyik wisata kuliner.
"Hubby, mau yang itu lagi" tunjuk Taeyong pada salah satu kedai yang menjual ice cream cake di sebelah barat taman kota. Padahal ia baru saja menghabiskan satu cup teobbokkie, satu cup ramyeon, 2 bungkus kimbap, 2 bungkus burger beserta kentang goreng dan satu tangkai permen kapas yang besarnya bahkan mengalahkan kepala Taeyong sendiri.
Jaehyun mendadak takut sendiri melihat porsi makan istrinya yang benar-benar 5x lipat dari biasanya. Well, Jung Taeyong itu termasuk manusia yang mengatur sekali pola makannya, makanya body ibu satu anak itu tetap aduhay di segala situasi. Tapi Jaehyun tidak bisa menyalahkan juga sih, kan istrinya kini tengah mengandung, pada intinya ia masih tetap cinta.
"Tapi sayang, kau baru saja menghabiskan semua makanan ini. Beri jeda sebentar ya, kasian perutmu nanti meledak"
Raut wajah Taeyong seketika berubah mendung, bibirnya memberengut ke depan menatap sang suami yang tampak berusaha menahan diri agar tidak goyah termakan jurus puppy eyes istrinya, "sekali itu saja, setelah itu selesai, pleasee?"
"Cukup honey, terlalu banyak makan juga tidak baik untuk aegi, mengerti?"
"Ck, kau menyebalkan. Daddy jahat!" Jaehyun terlonjak kaget karena tiba-tiba saja ibu hamil di sampingnya ini menangis kencang hingga mengundang tatapan penasaran dari pengunjung taman kota yang lain.
Semuanya tampak memandang Jaehyun dengan pandangan menghakimi, ia mendadak seperti seorang penjahat yang baru saja melakukan tindakan kriminal.
"Hey hey sayang, berhentilah menangis" ia berusaha membawa tubuh Taeyong dalam dekapannya, tapi yang ada dirinya malah di dorong dan istrinya malah menangis makin kencang.
"M-mau itu hiks-pokoknya mau itu!" Taeyong tetap menangis sambil menunjuk kedai yang ia mau itu.
"Iya iya aku belikan sekarang oke? Berhentilah menangis ku mohon" pipinya ditangkup dan diusap-usap oleh Jaehyun. "Berhenti menangis ya adik kecil, hyung belikan sekarang untukmu" candanya yang berhasil membuat Taeyong sedikit tertawa dan memukul pundak suaminya ini.
"Loh mommy menangis?" Mark muncul setelah lelah bermain bersama teman-teman barunya, cukup kaget juga mendapati ibunya duduk seorang diri dengan mata sembab dan bibirnya yang terus-terusan memberengut ke depan seperti orang kesal.
"Ini semua gara-gara daddy. Masa mommy mau es krim tetapi tidak mau dibelikan?" Adunya pada putra sulungnya itu, ini kenapa jadi terbalik?
"Tapi tadi Mark liat mommy sudah makan begitu banyak, kasian adik di perut mommy nanti sesak tidak dapat tempat" katanya polos.
"T-tapi tapi kan...." merasa tidak dapat pembelaan apapun dari sang putra, mata bulat jernih itu kembali berkaca-kaca siap menumpahkan air terjunnya lagi.
Mark langsung kalang kabut, ia mendekat dan meraih kedua tangan ibunya, "eh Mark salah bicara ya? Aduh maafkan Mark mom, jangan menangis ya"
"Hiks-" tuh kan.
Semakin dicegah, tangisannya yang ada malah semakin keluar.
"K-kenapa hiks kenapa semua tidak s-sayang mommy? K-kenapa semuanya jahat hiks?"
Waduh!
Demi apapun Jung Minhyung kecil sungguhan bingung harus melakukan apa saat ini untuk menghentikan tangisan ibunya. Ia mencoba mencari-cari keberadaan sang ayah, tapi tetap nihil. Tiba-tiba saja Mark teringat akan sesuatu, ia segera merogoh kantong jaketnya yang tergeletak persis di samping tubuh ibunya. Setangkai permen lolipop berwarna kuning kini berada dalam genggaman, itu pemberian Haechan tadi pagi ketika di sekolah.
Dengan polosnya ia menyodorkan permen lolipop itu dihadapan sang ibu, "ini ambilah, jangan menangis lagi ya Mom"
Taeyong melirik sejenak ke arah makanan manis tersebut, dengan malu-malu dan masih tetap terisak ia mengambil permen lolipop dari genggaman Mark.
"Sungguhan untuk mommy?"
Mark mengangguk cepat, "iya ambil saja, ini untuk mommy kok"
Walaupun dalam hati setengah tidak rela karena itu pemberiannya Haechan, tapi daripada ibunya menangis, Mark mengalah saja lah.
"Terima kasih"
Tak berselang lama, Jaehyun datang dengan dua kotak ice cream cake di tangannya, ia mengernyit bingung begitu menemukan istrinya yang sibuk mengulum permen lolipop dengan mata basah dan putranya yang tampak begitu lega ketika melihat sosok ayahnya.
Bagaikan memiliki telepati di dalam diri masing-masing, Jaehyun berusaha bertanya pada Mark dengan bahasa isyarat mommy kenapa lagi?
Namun anak itu hanya memberi gestur seadanya yang Jaehyu bisa tangkap, nanti Mark beri tau.
"Ini milikmu sayang, dan ini untuk Mark"
"Terima kasih daddy" ucap mereka berbarengan. Jaehyun lantas mengambil tempat duduk diantara istri dan juga anaknya yang sibuk memakan ice cream cake yang barusan ia beli.
"Dad, aku tidak suka rasa ini" mulai lagi.
Padahal Jaehyun sudah memesan dengan jelas sesuai apa yang biasanya Taeyong sukai. Tapi balik lagi, mood ibu hamil siapa yang bisa menebak?
"Tapi biasanya kau kan suka rasa coklat"
"Tidak tau, yang ini rasanya aneh, aku tidak suka" ia mengembalikan ice cream cake itu ke tangan Jaehyun.
"Lalu kau mau apa sekarang?" Jaehyun berusaha bersabar, ini belum ada apa-apanya, masih ada enam bulan lagi yang akan menunggu Jaehyun.
Taeyong melirik ke arah ice cream cake milik Mark, kebetulan Jaehyun membelikannya yang varian rasa red velvet, "Mark" panggilnya pelan, menatap makanan di tangan Mark dengan mata berbinar-binar.
"Iya mom?"
"Boleh minta punya Mark tidak?"
"Ini?" Tunjuk Mark sembari mengangkat makanan di tangannya, ibunya mengangguk, tanpa sengaja pandangan Mark dan milik Jaehyun bertemu.
Berikan saja dulu, nanti Daddy belikan untukmu yang baru.
Mark mengangguk mengerti, ia akhirnya memberikan ice cream cake miliknya yang baru ia makan dua sendok itu ke depan Taeyong.
Ibu hamil itu memekik senang, mulai memakan jatah milik anaknya dengan senang hati dan senyum yang terus-terusan mengembang.
Mark berusaha mengikhlaskan, karena jika ditukar dengan punya mommynya pun, ia tidak begitu suka rasa coklat, terlalu manis buatnya.
Jaehyun dan putranya kembali saling berpandangan, berusaha menguatkan diri satu sama lain untuk bisa menghadapi perubahan hormon dari Jung Taeyong yang sangat menguras emosi jiwa dan raga.
Semangat Mark!
Semangat juga daddy!
🍭🍭🍭🍭🍭
Belajar onlen ini membunuhku.
Gak apa kan ya kalau aku jadi rajin apdet? Ehe
KAMU SEDANG MEMBACA
Ma Cotton Candy!
Fanfiction[Marriagelife] [Romantic] Tentang Jung Jaehyun dan gumpalan permen kapas kesayangannya. 30/3/2019 ©yudiaaa
