Bab 34 : Daddy's Time

13.4K 1.3K 70
                                        

Pagi ini Jung Jaehyun tersadar dari tidurnya karena mendengar suara gaduh dari arah kamar mandi. Ia melirik ke arah kanannya, benar saja, hanya tersisa lipatan selimut juga sprei yang berantakan.

Ia bergegas bangun, tidak peduli dengan rasa pening yang mendadak menyerangnya karena setengah nyawa masih berada di alam mimpi. Pikirannya saat ini adalah menghampiri sang istri yang sedang di landa morning sickness.

"Sayang" tepat ketika Jaehyun berdiri di belakang Taeyong, tubuh ringkih itu langsung oleng dan terjatuh di dekapan sang suami. Pria yang tengah mengandung itu hampir hilang kesadaran jika saja pipinya tidak ditangkup pelan oleh Jaehyun.

"Hei, jangan menyerah oke?. Ayo bersihkan ini dulu lalu kita istirahat" wajahnya dibasuh lembut oleh suaminya, Taeyong hanya bisa terpejam dengan kepala pusing luar biasa dan perut yang kembali bergejolak mual.

Ia mendorong Jaehyun sedikit, kembali menunduk di hadapan wastafel untuk memuntahkan isi perutnya yang bahkan tidak keluar apapun. Jaehyun sendiri hanya bisa memijit dan mengusap punggung sang istri dengan pandangan suram. Jika boleh meminta, ia rela jika ia yang mengalami fase melelahkan ini daripada istrinya yang sudah repot membawa bayi dalam perutnya. Melihat perjuangan Taeyong untuk mengandung buah hatinya, Jaehyun jadi merasa bersalah karena tidak bisa berbuat apapun untuk membantu meringankan rasa sakitnya.

"Kemarilah" ia membawa tubuh Taeyong untuk ia gendong sampai tempat tidur. Meluruskan kedua kaki sang istri lalu menyamankan bantal-bantal di kepalanya.

"Tunggu sebentar ya" ia mengecup sekilas kening Taeyong sebelum ia tinggal pergi ke bawah.

"Bi, tolong buatkan teh hangat madu dengan bubur ya, Taeyong kembali mual pagi ini, dia harus makan supaya perutnya tidak kosong. Di lemari makanan ada samgyetang, tolong dihangatkan juga"

"Baik Tuan"

Sementara menunggu makanan untuk Taeyong, Jaehyun bergegas masuk ke ruang kerjanya, menyambar handphone yang semalam ia tinggalkan di sana.

"Selamat pagi, tolong katakan pada sekretaris Lee bahwa aku ijin untuk hari ini dan juga besok, istriku sedang dalam kondisi tidak bisa ditinggal. Katakan padanya untuk menggantikanku dalam pertemuan rapat bersama investor"

"Baik, terima kasih" setelah sambungan telepon di matikan, ia melirik ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul enam pagi. Ia harus membangunkan Mark untuk pergi ke sekolah.

Jaehyun kembali naik ke lantai dua, menghampiri kamar sang anak dan membuka pintunya. Ia mendekati gulungan selimut yang membalut tubuh gembul Mark, mengusap-usap keningnya agar balita itu segera bangun dari tidurnya.

"Eeumm....sebentar lagi Mom" erangnya tidak terima, malah membalikkan tubuh lalu kembali terpejam sambil memeluk guling.

"Mark ayo bangun, kau akan terlambat nanti" sadar bahwa bukan Mommynya yang membangunkannya pagi ini, Mark lansung terbangun dan berbalik menghadap sang ayah.

"Daddy?"

"Good Morning Prince, ayo bangun hari ini daddy yang akan mengantarmu sekolah" Ucap Jaehyun sembari mengecup kening Mark lalu membawa tubuh putranya dalam dekapan.

"Mommy mana Dad?" Mark bergumam di leher ayahnya, ia masih mengantuk sekali, hanya saja balita itu tidak pernah berani menentang ucapan Jaehyun. Jika di pagi biasanya ia akan bermalas-malasan dulu di pelukan ibunya sebelum benar-benar beranjak mandi, maka pagi ini ia harus segera bangun tanpa babibu lagi agar daddynya tidak marah.

"Mommy sedang sakit, nanti sebelum berangkat temui mommy dulu ya"

"Mom sakit? Sakit apa?"

"Kepalanya pusing, sama seperti ketika Mark masuk rumah sakit waktu itu, apa kau ingat?" Mark mengangguk, ia hanya diam ketika tubuhnya dimandikan lalu beranjak kembali ke kamarnya untuk berpakaian.

Ma Cotton Candy!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang