Bab 15 : Conclusion

12.4K 1.4K 402
                                        

Sepulang dari acara jalan-jalan di pulau Jeju, Jaehyun dan Taeyong memutuskan untuk kembali ke aktivitas masing-masing. Jung Jaehyun kini kembali sibuk berkutat dengan pekerjaan yang tiada habisnya sementara Taeyong sibuk mengurus studio tari juga semua keperluan sang suami.

Sebenarnya di hari minggu yang cerah ini, Taeyong sudah menyusun beberapa kegiatan yang akan dilakukannya untuk mengisi weekend, tetapi semuanya mendadak buyar ketika tadi pagi ia menemukan bibi Kim terserang demam dan mengharuskannya mengambil pekerjaan rumah tangga.

Tapi, jangan panggil ia Jung Taeyong jika tidak bisa melibatkan suaminya dalam mengurus rumah kali ini. Jaehyun yang berniat bermalas-malasan di hari minggu, harus merelakan waktunya membantu sang istri.

"JAEHYUNIE, TOLONG BANTU AKU MENJEMUR PAKAIANNYA!" teriak Taeyong dari arah belakang rumah sementara ia masih harus mengepel lantai di dapur.

Sampai sepuluh menit berlalu, tidak ada tanda-tanda Jaehyun yang datang menghampirinya, bahkan membalas teriakannya pun tidak.

"HUBBY!"

"Iya iya tunggu sebentar" suara Jaehyun terdengar lesu diiringi raut wajahnya yang malas sekali.

"Ck, kau ini senang sekali menunda pekerjaan. Bantu aku dulu baru nanti sekalian istirahat"

"Tidak bisakah pekerjaannya diambil besok saja?" Jaehyun masih mencoba menawar, ia masih setia berdiri memandangi sebuah ember besar berisi pakaian yang siap jemur.

"Jika kau hanya mematap ember itu, pakaiannya tidak akan bisa jalan sendiri menuju jemuran! Jangan banyak mengeluh" istrinya mengomel lagi.

Resiko punya istri maniak bersih ya begini.

Pada akhirnya, dengan sisa-sisa tenaga yang sedikit sekali, Jaehyun menjemur satu persatu pakaian yang habis dicuci Taeyong dengan wajah masam.

Tidak tau saja, sang istri sudah cekikikan melihat raut wajahnya sembari menyapu halaman belakang rumah.

"Selamat pagi Taeyongie" sebuah sapaan manis menyambut Taeyong.

"Oh Yuta? Selamat pagi juga" balas Taeyong dengan riang, tidak sadar raut wajah Jaehyun yang sudah semakin keruh.

"Wahh, suamimu itu ternyata rajin juga ya Taeyongie, ku kira hanya bisa marah-marah tidak jelas" Yuta berucap jahil, sengaja menggoda Jaehyun yang entah sejak kapan mrngibarkan bendera permusuhan diantara mereka.

"Kalau tidak dipaksa ya mana mau dia membantuku, tidak seperti kau yang pagi-pagi sudah menyiram tanaman"

Jaehyun melotot mendengarnya, ingin marah, tapi masih ingat jika yang bicara adalah kesayangannya.

"Awas matamu itu bisa melompat keluar Tuan Jung" Yuta serta Taeyong sontak tertawa bersama, meninggalkan Jaehyun yang ingin sekali mencekik pria Jepang itu.

"Sialan, kau pikir kau bisa menggoda istriku?!"

"Tentu saja, siapa suruh punya istri cantik?"

"Ck, mati saja kau sana!" Umpat Jaehyun dibarengi dengan kedua tangannya yang mengangkat ember berisi air cucian lalu melemparnya ke arah Yuta.

Sayangnya laki-laki keturunan Jepang itu lebih gesit berlari ke dalam rumah dengan tawa menggelegar yang terdengar sangat mengesalkan.

Jaehyun sekali lagi berdecak sebelum membanting pelan embernya ke bawah lalu lekas masuk ke dalam rumah dengan perasaan kesal.

Sementara itu, laki-laki cantik yang sedari tadi menjadi bahan rebutan mendesah kecil, mengibaskan tangannya sekali sebelum berucap,

"Resiko jadi orang cantik ya begini"

Ma Cotton Candy!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang