Bab 14 : One Night in A Strange City

13K 1.4K 163
                                        

"Hei, bangun sayang, jadwal kita hari ini begitu padat"

Usapan yang dibarengi dengan kecupan hangat dikeningnya itu bukannya membuat Jaehyun bangun tetapi malah semakin membuatnya tidur nyenyak menghabisi waktu di alam mimpi.

Ia merubah posisi, dari yang tadinya tidur tengkurap menjadi menghadap Taeyong, menarik pinggang ramping itu untuk menggantikan posisi gulingnya yang sudah jatuh mengenaskan di bawah lantai.

"Ck, bangun pemalas!" Makhluk hidup berlabel istrinya ini berusaha memberontak melepaskan diri. Ia naik ke atas tubuh Jaehyun, menepuk-nepuk pipi suaminya dengan brutal.

Sebut saja dengan menampar.

"Jae~ayo bangun, kau kan sudah janji hari ini kita pergi mendaki" Taeyong untuk kesekian kalinya mencoba merayu, menarik-narik pipi halus Jaehyun lalu memainkannya.

Tapi ngomong-ngomong, ada satu hal menarik yang menyadarkan Taeyong di tengah-tengah sesi membangunkan sang suami.

Kenapa ia baru sadar suaminya ini terlihat sangat seksi dan panas dengan eight pack yang menghiasi perutnya serta dada bidang bertatokan nama Jung Taeyong tepat disebelah kiri.

Aish, apalagi ada beberapa bekas bercak merah hasil karyanya semalam yang mendadak menjadi binal setelah Jaehyun mengajaknya begadang hingga pukul tiga pagi.

Menambah kesan seksi yang seketika berhasil membuat Taeyong berfantasi yang tidak-tidak.

Man, secara tidak langsung semua yang ada di tubuh Jaehyun ini adalah miliknya, ia berhak melakukan apapun pada tubuh seksi ini. Tapi bodohnya kenapa ia baru sesadar itu?

Baiklah, Taeyong akan berjanji pada dirinya sendiri bahwa semua kenikmatan duniawi ini hanya ia yang boleh melihat, Jung Jaehyun hanya miliknya dan selamanya akan seperti ini. Ia tidak akan sudi membagikan pemandangan menyegarkan mata ini untuk orang lain,

TIDAK AKAN PERNAH!

"Kau sedang melamunkan apa?" Suara parau Jaehyun berhasil membuat akal waras Taeyong kembali lagi ke tempatnya. Ia menunduk menatap Jaehyun yang terlentang pasrah di bawah tubuh mungilnya.

Sial, seksi sekali.

"Tidak ada kok, hanya sedang menyusun jadwal untuk liburan kita di sini" elaknya.

"Pipimu merah sayang, kau oke?"

"Uh?" Taeyong refleks menangkup pipinya, hal kecil yang tidak tau kenapa malah terlihat sangat imut di mata Jaehyun.

"Aku baik-baik saja, bahkan tidak sabar untuk mendaki gunung"

"Kau yakin bisa melakukan pendakian hari ini? Tubuhmu tidak sakit aku habisi semalam?" Jaehyun mengusap lembut paha ramping Taeyong yang duduk di atas perutnya.

"Yak! Dasar laki-laki kelebihan hormon! Kau bahkan tidak peduli kita baru sampai dan langsung menyerangku hingga pagi? Yang benar saja!" Dengan santainya Taeyong menyentil kening Jaehyun keras hingga pria dewasa itu mengaduh kesakitan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yak! Dasar laki-laki kelebihan hormon! Kau bahkan tidak peduli kita baru sampai dan langsung menyerangku hingga pagi? Yang benar saja!" Dengan santainya Taeyong menyentil kening Jaehyun keras hingga pria dewasa itu mengaduh kesakitan.

Ma Cotton Candy!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang