Bab 20 : A Quite Secret

11.8K 1.4K 273
                                        

"Chaeyeonie selamat!!!" Pekik Taeyong girang.

Ia menyambut antusias pelukan Chaeyeon di tubuhnya, terkekeh manis begitu mendengar suara isakan perempuan itu yang teredam di bahunya.

"Kenapa menangis hei, kau seharusnya merasa senang sekarang" Taeyong melerai pelukan keduanya, memilih menangkup kedua pipi tebal Chaeyeon yang kini sudah basah berlinang air mata.

"A-aku..." Jung Chaeyeon tersendat, kembali terisak hingga pucuk hidungnya memerah.

Astaga, ini terlalu lucu untuk Taeyong.

Well, Jung Chaeyeon baru saja mendapatkan gelar Magisternya dengan hasil cumlaude dari salah satu universitas ternama di Amerika. Otak perempuan itu jangan diremehkan omong-omong. Ia memang terkadang terlihat seperti perempuan bebas, hanya saja pendidikan masih menjadi nomor satu di hidupnya.

Tapi yang membuatnya terlihat begitu emosional hari ini adalah kehadiran Jung Taeyong di sisinya. Menatapnya dengan binar bangga juga pelukan hangat yang mampu membuatnya lega.

Ia merindukan momen ini.

Momen di saat ada keluarga yang menantinya dengan bangga ketika hari kelulusannya. Memberinya ucapan selamat lalu kalimat pujian yang mampu membuatnya semangat untuk kembali mengejar prestasi.

Selama ini, ia terbiasa melewati semuanya sendirian, mungkin disaat temannya yang lain akan didampingi orang tuanya, Jung Chaeyeon hanya akan berdiri seorang diri, tanpa sanak saudara maupun wali yang menjemputnya.

Mengingat itu, mendadak perasaan Chaeyeon menjadi sesak, ia memeluk erat Taeyong, tidak membiarkannya pergi kemanapun. Kembali menghabiskan waktu hanya untuk menangis hingga beberapa orang yang berada disana menatap ingin tau.

"Sudah" ucap Taeyong menenangkan, ia mengusap lembut rambut Chaeyeon, berusaha meredakan tangisnya yang kini perlahan memelan.

"Terima kasih banyak oppa, kau membuat acara kelulusanku kali ini terasa berbeda"

"You're welcome buddy, kau sangat hebat, aku bangga padamu" Taeyong tersenyum lebar sembari memberikan sebuket bunga tulip yang tersusun cantik dengan pita merah.

Jung Jaehyun, yang sedari tadi hanya diam memperhatikan pada akhirnya memberikan reaksi.

Ia mendengus malas begitu melihat istrinya tak henti-henti melayangkan pujian yang terdengar memuakkan di telinganya.

Bisakah mereka cepat pulang dan membiarkannya terbebas dari suasana melelahkan ini?

Ia benar-benar ingin mati saja.

🍭🍭🍭🍭🍭

"Jae~"

"Hm?"

"Ingin ice cream, boleh ya?"

"Kan kemarin sudah, nanti kau flu, honey" Jaehyun mengusap tipis pipi Taeyong yang memerah, mengecupnya sekali saking tidak tahannya.

"Satu kali lagi, please?" Jurus puppy eyes dikeluarkan, sedikit lagi berhasil membuatnya Jaehyun terlena namun dengan cepat ditepis jauh-jauh.

"Sayang, tidak baik makan ice cream terlalu banyak, kau itu mudah sekali terkena flu. Makan yang lain, hm?"

Resiko punya suami dokter ya begini, semua makanan dan minuman yang dikonsumsinya benar-benar dibawah kontrol Jaehyun. Ia tau itu baik, hanya saja terkadang Taeyong merasa terkekang dalam memilih makanan.

Ma Cotton Candy!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang