Bab 38 : New Born

3.8K 328 46
                                        

Jantungnya terasa berhenti berdetak selama 1 detik, jemari tangannya masih bergetar hebat dan pikirannya mendadak kosong untuk diajak berpikir.

Semua terjadi hanya dalam sekejap, secepat kilatan cahaya petir saat hujan badai. Yang Jung Jaehyun ingat hanya memori tentang ucapan cinta dan kecupan selamat malam sebelum semua kepanikan ini terjadi.

Pukul setengah tiga pagi, di lorong rumah sakit bersalin ibu kota, Jaehyun termenung menatap lantai rumah sakit yang bersih dan pekat dengan bau antiseptik.

Telinganya masih dapat mendengar dengan jelas ringisan kesakitan Jung Taeyong di depan pintu kamar mandi memanggil namanya berulang kali.

Sejenak jantungnya mencelos ke bagian dasar perut ketika pemandangan yang ia dapati begitu membuka kedua matanya adalah tubuh suaminya yang sudah tergeletak lemas dengan darah menggenang di sekitar kakinya. Jaehyun masih ingat betul bagaimana kedua kakinya langsung bergerak secepat otaknya dan langsung berteriak membangunkan seisi rumah.

Tangisan kesakitan Taeyong memenuhi kamar tidur utama tersebut, ketenangan dan kecakapannya sebagai seorang dokter mendadak menguap seperti uap air ketika dihadapkan dengan situasi itu.

Bibi Kim datang tergopoh-gopoh, bahkan tidak sempat menyisiri rambutnya yang mencuat cuat dan membenarkan pakaiannya yang kusut. Bergegas membantu Jaehyun mengangkat Taeyong ke mobil lalu kembali lagi ke dalam untuk mengambil semua peralatan persalinan yang telah disiapkan Taeyong jauh-jauh hari dengan suka cita.

"Tolong jaga minhyungie" hanya itu lalu mobil Jung Jaehyun langsung pergi dengan terburu buru menuju rumah sakit.

Jaehyun di masa sekarang menghela napas entah yang kesekian kali. Serangan panik masih menghantui tubuhnya hingga kini, tanpa sadar menggigiti pinggiran ibu jarinya hingga berdarah. Impian untuk bisa menemani suaminya di ruang bersalin lenyap sudah, Jung Taeyong harus melahirkan tiga minggu lebih awal dari perkiraan akibat terpeleset di depan kamar mandi.

Dokter melarangnya ikut masuk ruang operasi setelah melihat dengan jelas bagaimana keadaan Jaehyun yang bergetar hebat karena ketakutan dan menyarankannya untuk menunggu di depan ruang operasi sembari menenangkan diri daripada harus mengacau di ruang persalinan.

Satu jam? Dua jam?

Jung Jaehyun sendiri tidak ingat sudah berapa lama ia menunggu. Ia menumpukan keningnya di kepalan tangan yang terlipat di atas lutut. Mengeluarkan napas dari mulutnya untuk sekedar mencoba menjernihkan otaknya agar bisa kembali bekerja. Ia takut, sungguh takut, demi apapun dia tidak akan sanggup jika terjadi sesuatu yang buruk pada suaminya.

Jaehyun akan mati jika Taeyong benar benar pergi meninggalkannya.

Ia menyugar rambutnya ke belakang, memelototi pintu ruang operasi seperti orang tidak waras. Mengapa lama sekali?

Lima belas menit kemudian, pintu itu akhirnya terbuka, seorang dokter yang juga merupakan kenalannya menghapiri Jaehyun yang kusut dan lesu sekali seperti seluruh energi di tubuhnya tersedot habis.

"Dokter Jung" sapanya hangat, menjabat tangan kanan Jaehyun yang dingin dan masih bergetar halus.

"Tenang dok, semuanya berjalan aman terkendali. Proses persalinannya lancar kok, suami anda saat ini sedang dibersihkan dan masih belum pulih dari reaksi bius. Hal hal seperti ini sering sekali terjadi pada orang yang sedang mengandung" ucapnya dengan senyuman tulus.

Jaehyun yang mendengarnya mendesah keras dengan tubuh hampir ambruk akibat siraman rasa lega di sekujur tubuhnya. Darah terasa mulai mngalir lagi di bawah kulitnya dan luapan rasa bahagia menyerangnya dengan sangat kuat.

"Selamat atas kelahiran buah hati anda Dokter Jung. Putri anda sangat cantik sekali."

🍭🍭🍭🍭🍭

Author's Note :

Haii? Apa kabar?
Maaf kalau semisalnya aku kembali lagi kaya tanpa rasa bersalah setelah ninggalin book ini selama setahun? Satu setengah tahun? Mohon maaf aku sendiri juga lupa 😔

Singkat cerita keadaan rl lagi kacau balau, jadi aku menarik diri dari wattpad dan bahkan dari perkpop-an, jadi ini aku lagi di tahap kaya pertama kali masuk kpop masih tahap tahap perkenalan. Dan banyak yang udah berubah juga ya.

Makasi buat yang masih nunggu cerita ini (Kalau ada) dan mungkin readers baru yg kena php ngiranya book ini udh tamat 😭✌

Maaf kalo chapter ini juga singkat banget karna aku masi tahap mulai nulis lagi jadi rada grogi (?) Dan ga pede.

Tolong jangan demo aku dulu pliss besok aku bakalan update lagi, draftnya udh kelar jadi besok tinggal up (apa up nya sekalian hari ini) 😭😭

See you in next chap. Luv luv.

Ma Cotton Candy!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang