Bab 31 : Is It Too Late?

12.9K 1.4K 143
                                        

Malam tanpa bintang menjadi teman kali ini. Angin berhembus begitu kencang melalui sela-sela jendela yang belum tertutup sempurna. Bahkan di jam selarut ini, hiruk pikuk aktivitas malam masih terdengar enggan mau berhenti.

Jung Jaehyun masih diam seribu bahasa mencerna keadaan, di salah satu kamar hotel dengan penerangan temaram, tangannya bergetar hebat mengambil hadiah dari sang istri tercinta.

Dadanya berdenyut ngilu tidak kuat menampung haru, pikirannya kosong dan bibirnya mendadak kelu. Satu tangannya berusaha kuat tetap memegang handphone yang masih tersambung dengan sang istri di ujung sana.

"T-tae ini......" bisiknya begitu lirih. Memandangi dengan lekat selembar foto yang ia tau benar beserta alat tes kehamilan bermakna positif.

Cairan bening meleleh begitu saja mengaliri pipi, terus keluar tidak mau berhenti. Jatuh tanpa beban mengenai tangannya yang masih bergetar. Ini bukan mimpi semalam kan?

"Maaf baru bisa memberikannya sekarang Hubby" sahutan bernada halus sang istri di telephon malah membuat pria tiga puluh satu tahun  itu terisak begitu pilu.

Tangisnya pecah begitu saja, membuat sang istri yang mendengar juga ikut menangis berbagi rasa. Tidak ada satu kata yang ia rasa benar untuk diucapkan kali ini, semuanya terlalu mengejutkan untuk dirinya.

"Sayang jangan menangis-hiks, aku tidak ada disana untuk memelukmu" lirih Taeyong.

Melihat Jaehyun serapuh ini benar-benar hal yang jarang terjadi sepanjang ia hidup bersama pria itu. Jaehyun pria kuat yang selalu berada di barisan terdepan untuk melindunginya dari apapun. Ia jarang menangis, kecuali untuk hal-hal yang ia rasa begitu menyesakkan hingga tidak bisa ia pendam sendirian dalam hati.

Sembilan tahun.

Penantian yang bisa dibilang cukup lama bagi pasangan itu untuk diberikan kepercayaan memiliki seorang anak. Pasang surut kehidupan berumah tangga tak luput menghiasi perjalanan mereka untuk tidak lelah mengejar impian utama. Saling menguatkan dan belajar untuk bersabar walau mereka sendiri pun tidak tau berapa lama waktu menyuruh mereka menunggu.

Benar kata orang, hasil tidak akan pernah mengkhianati prosesnya. Kesabaran dan keteguhan pasangan Jung itu pada akhirnya membuahkan hasil yang begitu membahagiakan.

Jaehyun dan Taeyong berhasil menjemput kebahagian serta impian mereka selama ini.

"K-kenapa?" Setelah sekian menit bergelut dalam rasa harunya di tengah kegelapan malam, Jaehyun akhirnya bersuara tanpa tenaga.

"Huh?"

"Kenapa kau tega memberikan ini padaku ketika kita sedang berjauhan?"

Taeyong sedikit terkekeh mendengar suara parau Jaehyun yang masih diselingi suara senggukan di seberang sana. Tangannya betulan gatal ingin memeluk suami bongsornya itu detik ini juga.

"Kejutan?"

"Tapi kan kau bisa memberikannya saat aku sudah pulang sayang. Jika begini aku tidak bisa memelukmu, tidak bisa menciummu, tidak bisa menyapa aegi. Ya Tuhan aku ingin pulang sekarang juga" Jaehyun mendesah frustasi, tangannya yang lain masih setia memegang testpack dan memainkannya, seolah masih belum percaya.

Tawa cekikikan sang istri membuatnya semakin ingin pulang saja, kapan semua pekerjaan melelahkan ini akan berakhir dan bisa membuatnya cepat pulang ke rumah?

"Senang ya, membuatku uring-uringan seperti sekarang?"

"Pft, maafkan mommy daddy. Aku tidak bermaksud, hanya ingin memberikan kejutan kecil untukmu" ujar Taeyong dengan suara lucu persis sepeeti milik Mark ketika balita gembul itu meminta sesuatu.

Ma Cotton Candy!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang