Hal pertama yang dilakukan Jung Taeyong ketika sampai di New York adalah mengganti warna rambutnya. Ia itu tipikal orang yang gampang bosan omong-omong, jadi untuk menyegarkan penampilannya ia kembali mengecat rambutnya dengan warna ice blue.
Ide itu sempat ditentang Jaehyun sebelumnya dengan alasan Jung Taeyong terlihat sangat imut dengan rambut pinkynya.
Tetapi pada dasarnya Jung Jaehyun itu sangat mencintai istrinya maka ia tidak mendapat pilihan lain selain mengantar juga menunggui marmut manisnya selama berjam-jam di salah satu salon yang terdapat di kawasan seventh avenue.
Dan cukup terjungkal melihat penampilan istrinya yang sudah mirip seperti karakter anime hidup.
"Wooho! Bagaimana penampilan baruku husband? Warna rambut ini mengingatkanku ketika kita menikah" Taeyong muncul dari balik pintu salon dengan senyuman riang seperti anak-anak.
Walaupun disuguhi pemandangan seperti itu setiap hari, nyatanya Jung Jaehyun tidak akan pernah siap.
"Seperti biasa, kau terlihat luar biasa" Jung Jaehyun tersenyum kecil, mengusap pelan pucak kepala istrinya yang kini sedang menahan malu.
"Jangan menggodaku!"
"Siapa yang menggoda? Kau memang benar-benar terlihat sempurna dengan penampilan apapun"
"Dasar pembual ulung! Ayo, sebaiknya kita segera pergi sebelum hari menjadi sore. Kau ingat janjimu kan sayang?" Taeyong menggapit lengan suaminya manja, memberikan senyuman paling manis andalannya yang biasa ia gunakan untuk meminta sesuatu pada Jaehyun.
"Janji? Memangnya kapan aku berjanji?"
"Ck, jangan pura-pura amnesia! Tadi pagi kau sendiri yang bilang akan merelakan salah satu kartu kreditmu untuk jatah shopping ku kan? Jadi aku menagihnya sekarang"
"Belanjalah sepuasmu" Taeyong memekik girang, begitu bersemangat dan bersiap untuk menguras habis atm suaminya, ia mulai menyusun daftar barang yang akan dibelinya sebelum kalimat Jaehyun selanjutnya membuat ia sweet drop, "Lalu setelah itu aku akan menggadaikanmu disana"
"JAEHYUN!"
🍭🍭🍭🍭🍭
Bagi orang seperti Taeyong, yang hobi belanja juga memiliki selera fashion yang tinggi, menghabiskan waktu di kawasan Fifth Avenue ibaratnya seperti 'surga dunia'. Disuguhi deretan departemen store dan butik fashion bergengsi, Jung Taeyong bisa dipastikan akan kalap jika saja tidak ada Jaehyun yang mengontrol barang belanjaannya.
Untuk informasi saja, mereka baru menghabiskan waktu kurang dari dua jam mengelilingi daerah ini dan Taeyong sudah menghabiskan hampir 250 ribu dollar hanya untuk membeli pakaian dan juga aksesoris.
Jung Jaehyun tidak masalah, sungguh, ia juga selama ini bekerja keras untuk membahagiakan Taeyong. Hanya saja hal yang membuatnya kesal sedari tadi adalah ia yang menjadi terabaikan.
Jaehyun itu haus perhatian, ia paling tidak bisa diabaikan, apalagi oleh Taeyong. Kalau bukan karena melihat raut wajah istrinya yang berbinar bahagia, ia tidak akan sudi diseret kesana kemari, masuk ke toko yang satu lalu ke lainnya. Belum lagi tangannya penuh belanjaan Taeyong yang demi apapun begitu banyak hingga Jaehyun pikir istrinya bisa membuka toko pakaian begitu mereka pulang ke Korea.
Maksud Jaehyun mengajak Taeyong untuk liburan di New York itu sebenarnya ingin menikmati waktu berdua. Bergandengan tangan menyusuri Central Park atau menghabiskan waktu mengunjungi Patung Liberty dan Broklyn Bridge.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ma Cotton Candy!
Fiksi Penggemar[Marriagelife] [Romantic] Tentang Jung Jaehyun dan gumpalan permen kapas kesayangannya. 30/3/2019 ©yudiaaa
