Bab 24 : A Singel Tear

13.1K 1.4K 143
                                        

Masih ingat dengan daftar ketakutan Taeyong?

Rasa-rasanya induk kucing itu pernah menyinggungnya sekali saat Jung Jaehyun, suaminya mengajaknya menaiki wahana sialan yang berakhir membuatnya jatuh pingsan.

Tapi ada yang perlu di koreksi disini, ah-tidak, maksudnya ada yang perlu ditambahkan.

Benar,

Ada satu hal mengerikan yang Taeyong pikir bisa merenggut nyawanya detik itu juga. Adalah ketika menemukan tubuh Mark dalam keadaan kejang disertai suhu panas yang irasional.

Ia berteriak memanggil suaminya tanpa pikir dua kali, membiarkan sang suami berlari tergopoh-gopoh menghampirinya di kamar Mark dan mengecek keadaan anak mereka.

Tubuhnya mendadak lemas tanpa tenaga begitu melihat tubuh lemah Mark terkulai lemas dalam rengkuhan Jaehyun. Ia tergugu, tidak bisa melakukan apapun, nyawanya seakan dicabut paksa dari raga.

Ia terlalu syok untuk mengambil tindakan, tidak tau harus berbuat apa ketika suara deruman mobil suaminya terdengar tergesa menjauhi rumah. Ia menangis, meringkuk di sudut kamar kecil Mark, tidak sanggup melihat malaikat kecilnya dalam kondisi seperti tadi.

Aku ibu yang tidak berguna.

🍭🍭🍭🍭🍭

Jaehyun memijat pangkal hidungnya pelan sembari turun dari mobil yang sudah terparkir rapi di halaman rumah. Ia membuka pintu utama yang tidak terkunci, mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah yang terlihat sepi seperti tidak berpenghuni.

Pria Jung itu menarik napas sekali, lalu beranjak ke lantai atas untuk menghampiri istrinya yang ia tinggal begitu saja karena saking paniknya melihat kondisi Mark tadi pagi.

Hatinya mencelos begitu menemukan tubuh ringkih sang istri tengah terduduk di lantai dekat tempat tidur. Menyembunyikan wajahnya dalam lipatan tangan di atas lutut.

Jaehyun bersimpuh di depan Taeyong, menarik sang istri ke dalam dekapan eratnya, mencoba menenangkan sang istri yang masih dalam keadaan terguncang.

"Sayang, sudah" lirihnya pelan, mengusap teratur punggung Taeyong yang kini kembali tersendat menahan isakan.

"Aku..." ia tergagap, air mata kembali mengucur cantik dari mata sendunya, "aku bukan ibu yang baik" ia terisak di bahu sang suami.

Merutuki dirinya sendiri dengan sumpah serapah karena tidak becus menjaga sang buah hati. Dan lebih kesalnya lagi, ia bahkan tidak bisa melakukan apapun untuk pertolongan pertama alih-alih menangis dalam penyesalan.

Taeyong merasa pelukan suaminya mengerat seiring gelengan pelan menjadi jawaban, "kau ibu terhebat yang pernah ada Tae, berhenti menyalahkan dirimu"

Isakan Taeyong masih terdengar pilu dalam hangatnya pelukan Jaehyun. Sang suami masih setia mengelus suarainya lembut memberi ketenangan.

Taeyong melepas dekapannya, mendongak menatap Jaehyun yang kini menghapus jejak air mata di pipinya, "bagaimana keadaan Mark?"

"Dia demam tinggi, mungkin pengaruh cuaca yang tidak menentu. Tapi tadi sudah dapat penanganan medis, sementara waktu Mark akan rawat inap di rumah sakit"

"Aku takut sekali Jae, pikiranku mendadak beku begitu melihat tubuhnya kejang-kejang"

"Itu adalah salah satu efek dari demam yang terlalu tinggi, jangan khawatir sayang, tadi suhu tubuhnya sudah agak turun, makanya berani aku tinggal, sekarang bibi Kim yang menjaga"

Ma Cotton Candy!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang