~~Sarangulhetda uri gamana,
jiuji motal co ugi dwetda,
bolmanan melodrama kencanan gyomal, gegomyon hetda neol saranghetda.....
"Sok lo, nyanyi pake lagu berbahasa alien!cibir Yuko pada Jira.
Jira tak menggubris dan lanjut bernyanyi.
~~uri ganmanun Love.. skenario..~~
"Kapan-kapan kalo lo balik keplanet asal lo, ajak gue yah. Gue juga mau lihat gimanasih kehidupan keluarga alien!Kata Yuko lagi.
"Jangan remehin alien cuy. Karena berdasarkan teorinya, tingkat teknologi alien dengan teknologi yang dipakai manusia itu jauh lebih besar!imbuh Olla.
"Sok tahu!;
"Elah, gue gak sok tahu. Emang gitukan? Lo sering nonton film yang berhubungan dengan dunia luar angkasa gak? Disitu terlihat jelas bahwa alien punya kendaraan berteknologi tinggi cuy!;
"Itukan cuma film. Bisa aja itu dilebih-lebihkan sama sutradaranya!jawab Yuko tak mau kalah.
"Iya, tapi kemungkinannya kecil. Buktinya 'SETI' aja diberhentikan oleh para peneliti karena takut dengan adanya invasi alien yang mungkin terjadi!jelas Olla.
*seti adalah program yang bertujuan untuk mencari kehidupan lain selain dibumi.
"Whoahh, lo cocok banget jadi ilmuwan La!kagum Acha.
"Banting setir La, kejurusan Ipa!timpal Ifana.
Olla cuma tersenyum simpul, merasa kagum dengan apa yang barusan ia ucapkan.
"Itulah gunanya rajin membaca gaess, selain menambah pengetahuan dan wawasan kita juga bisa pamer pengetahuan sama yang lain!jawabku.
"Cihh, lo rajin membaca biar dapat pengakuan? Sombong amat!timpal Chika.
"Gini yah. Ini bukan masalah sombong atau pamer atau sejenisnya. Ini masalah pengetahuan. Yah paling tidak, jika pengetahuan yang gue share adalah hal yang lo belum tahu, berkat gue lo bisa tahu! jawabku.
"Kalo yang lo share itu udah ditahu?imbuh Jira
"Ya.. Alhamdulillah!jawabku santai.
"But, tetap saja. Cara lo berargumen itu terkesan sombong dan ingin dipuji!cibir Chika lagi.
"Siapa sih yang gak suka dipuji? Heoll.
Kalo masalah sombong sih, itu pendapat kalian. Yang jelas gue gak ngerasa sesombong itu kok!jawabku santai.
"Nahh..ininih contohnya. Lo terlalu santai Lia. Mungkin karena kita udah terbiasa sama lo dari kelas sepuluh, kita jadi tahu sifat asli lo kek gimana. Tapi gimana sama yang lain?imbuh Jira.
"Bodo amatlah sama yang lain!kujawab.
"Bullshit kalo lo gak perduli sama omongan mereka!seru Chika.
"Gue bukannya gak perduli. Cuma, gue udah berusaha dengerin apa yang mereka omongin tentang gue. Positif- negatifnya gue terima. Tapi makin kesini makin gue sadar, kalo manusia gak bakal pernah puas!jawabku.
Hening sejenak, lalu aku melanjutkan,
"... lagian, kebanyakan yang diomongin tentang gue itu negatif. Seolah gue gak pernah berbuat baik. Seolah gue selalu salah!lanjutku.
"Itu emang ciri khas manusia. Bukan cuma lo aja kok yang diomongin gitu!timpal Olla.
"Iya gue tahu. Kita semua adalah budak masyarakat!jawabku.
"Hah? Budak masyarakat gimana? Makasudnya?tanya Jira tak paham.
Yang lain ikutan menyimak.
Gue menghela napas, lalu menjelaskan..
"Jadi gini, masyarakat diluar sana selalu menuntut anak sekolah dengan berbagai anggapan yang diterima. Mereka pada dasarnya lebih melihat masa depan yang cemerlang dalam diri anak sekolah daripada anak jalanan!, padahal bisa saja masa depan anak jalanan lebih cerah daripada sarjana lulusan universitas terkenal sekalipun!;
"Jadi maksudnya, lo gak setuju dengan anggapan masyarakat?timpal Chika.
"Bukan gak setuju. Lebih tepatnya gue gak mau anggapan itu terus bertahan hingga nanti!jawabku.
... kalo keterusan kan itu bisa dikira sebagai peraturan lisan dalam masyarakat!;
Chika mengangguk.
"Lo bisa jelasin lebih detail gak? Gue masih gak paham. Sumpah!terang Jira.
Huftt, gue menghela napas.
Harus sabar berurusan dengan anak pembenci teori dan penyuka rumus, kek Jira ini.
"Contoh yang lebih konkretnya, kayak kita ini. Ipa dan Ips.
Banyak masyarakat diluar sana yang berpendapat kalo anak Ipa itu nilai kesuksesannya bakal lebih terjamin daripada lulusan Ips!..
...Anggapan bahwa anak Ips itu identik dengan kenakalan dan masa depan yang tidak terjamin itu sudah mendarah daging dalam pikiran mereka!jelasku panjang lebar.
Hening sesaat, lalu aku mulai perjelas lagi.
"Jadi, karena adanya anggapan-anggapan seperti itulah orang tua selalu menuntut anaknya untuk mengambil kejuruan Ipa. Tanpa perduli dengan keinginan si anak!;
... tapi setelah si anak tadi justru tidak sukses dalam pelajarannya, orang tua justru hanya menyalahkan anaknya dengan berbagai alasan yang mendukung argumennya!jelasku lagi.
"Ohh!seru yang lain.
"Terus kalo ada orang tua yang mengijinkan anaknya untuk mengambil kelas yang dia mau?tanggap Ifana.
"Berarti orang tua itu tipe yang membebaskan anaknya. Tidak mendukung juga tidak mengekang. Perhatian pada anaknya juga hanya sedikit, yah walaupun dalam kasus ini anak Ipa juga mengalaminya!;
Hening...
Semua yang mendengarkan tampak sedang berpikir.
"Aurel. Menurut lo anggapan-anggapan masyarakat yang menuntut ini, itu salah?Olla membuka suara.
"Menurut gue salah. Kita sebagai anak sekolah berhak dan bebas menentukan pendidikan kita sendiri. Tapi bebas, yang gue maksud bukan dalam artian yang sama dengan yang badboy maknai!jawabku.
Semuanya kembali diam. Kembali merenungi maksud ucapanku barusan.
Semoga aku tidak terkesan menggurui, atau sok lebih pintar daripada mereka. Aku hanya menyampaikan apa yang selama ini kudapati dari masyarakat disini.
Pandangan mereka. Argumen mereka. Anggapan mereka. Semua hal dari mereka itu bisa jadi tidak cocok jika melihat dari sudut pandang anak sekolah.
Semoga mereka bisa mengerti apa yang mau kusampaikan.
Berkat berbicara panjang lebar, yang tidak digaji tadi, buat gue lapar.
Apalagi gue belum sarapan.
Ya sudah, akhrinya obrolan berhenti, Gue, Olla, Jira, sama Rini menuju kantin buat sarapan.
Terkadang, kita juga perlu serius dalam hidup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sains One
Saggistica🤟TOGETHER WILL BE BETTER IF WITH FRIENDS 1 IPS CLASS❤🤟 🙂Kebersamaan itu Indah, guys👑 #pencarian jati diri. DALAM PROSES REVISI.
