#8 Siapa disana?

106 12 0
                                        




Malam ini malam minggu yang dimana merupakan malam kutukan bagi para jomblo abadi.

Untung gue bukan jomblo abadi, tapi jomblo dari lahir#eaaak.

Yah, disinilah gue dikamar, didepan laptop. Gue lagi nonton drama korea judulnya 'Memories of the Alhambra' sumpah, Chanyeol keren abis aktingnya, coba aja dia jadi pemeran utamanya aja. Sayang, dia jarang banget nongol dari episode pertama. Sama kayak Niko dicerita ini.

Oke, cukup ngomongin drama korea yang gak seindah kenyataan.

Hp gue berdering..

Dan itu telepon dari nomor tak dikenal,
Asal kalian tauu aja, gue paling anti ngangkat telpon dari nomor baru.

Dua kali gak kuangkat, terus ada pesan masuk.

"Wahai warga negara yang baik dan amanah, jika ada rakyat yang membutuhkan wajib dibantu sesuai dengan pasal yang tertera dalam Undang-undang"
Dari gaya bahasanya udah bisa ketebak,

Si Muhdin!

Gak lama, dia nelpon lagi.

"Selamat malam warga kota Wakatobi!"katanya bagai wartawan dalam sebuah berita.

Bukannya salam dulu kek,
"Waalaikumsalam!" Gue jawab asal

"Diharapkan pada masyarakat Wakatobi agar segera menutup pintu dan jendelanya pada malam ini"

Eh, kok gue merinding yah?

"Emang kenapa?"

"Anda sebaiknya diam dirumah saja" Muhdin kedengaran serius.

"Iya kenapa?" Gue deg-degan sumpah.

"Telah terjadi peperangan dilapangan dekat kantor camat Kaledupa Selatan"

"Lahh, lo serius?"

"Dikarenakan orang tua  perempuan menolak anaknya dinikah dinikan, oleh warga karena kedapatan tengah malam mingguan dilapangan!"

"Anjir lo Din.."

"Ciee ada yang takut"

"Enggak B aja!" Gue judesin karena kesal

"Ciee ada yang marah"

Tanpa basa-basi, gue matiin telpon dari dia.

Bodo amat, gue benar-benar kesal.


...
02.23

Sayup-sayup gue dengar suara berisik dari arah dapur.
"Ahh, palingan Mama lagi sahur buat puasa Sunnahnya!" Pikirku

Tapi sedetik kemudian, gue langsung membulatkan mata.

Gur baru sadar, mama lagi keluar kota, dari kemarin, kalaupun tiba, itu nanti pas siang hari!

Seketika gue gemetaran.

Kalau begitu siapa yang didapur sekarang?

Jam dua dini hari?

Gue duduk dengan pelan dikasur, takut menimbulkan suara sekecil apapun.

Juga takut seseorang disana menyadari kehadiranku.

Ya Allah, siapa dia?
Hantukah? Malingkah?!

Gue membaca doa yang kuhapal. Inilah pentingnya menuruti perkataan guru agama untuk menghafal ayat kursi.

Setelah itu pelan-pelan gue ambil hp.

"Ahh, astaga! gue gak punya pulsa buat nelpon"

"Sialan"

Sains OneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang