Mungkin diantara kalian udah ada yang sempat baca part yang author publish sebelumnya.
Tapi yang sekarang udah direvisi dan hasilnya sangat jauh berbeda dibanding yang sebelumnya.
Alasan kenapa itu dihapus karena yang sebelumnya itu berantakan banget:")
....
Elina lagi sibuk sendiri mengerjakan soal remed yang dikasih guru mapelnya.
Disaat yang lain milih berkelompok ngerjainnya, gadis yang emang hobi hitung-menghitung ini lebih senang mengerjakannya sendiri.
Toh nantinya nilai mereka akan sama, digaris ketuntasan. Itupun kalo mencapai KKM.
Kalo yang berada dibawah nilai ketuntasan banyakin aja berdoa biar bisa naik kelas :")
"Elina, nyontek dong! Itu Yuko yang dengan seenak jidatnya ngomong.
"Enak aja. Gue capek ngerjain semuanya sendiri lo main mau nyontek aja, pergi sana! Usir Elina
Masa ulangan itu penuh dengan hal-hal yang memusingkan, tapi masa-masa sesudahnya --masa remedial-- lah yang paling parah.
Emosi kita bakalan gak terkontrol dan sering frontal kalo ngomong sama orang yang terkesan mengganggu.
"Ntar gue bantuin! Tawar Yuko
"Gak. Mending lo bantu diri lo aja sendiri!;
"Tega amat lo. Ingat kita temenan, bukan?;
"Untuk sekarang kata itu gak berlaku. Sori-sori aja!;
"Yelah, pliss ya! Pinta Yuko sedikit memaksa.
...Ntar kalo nilai gue gak tuntas gimana??;
"Itusih masalah Lo;
"Yakali kalo gue gak naik kelas, emang lo gak bakalan kangen sama gue?;
"Ya bagus dong, gue bersyukur malahan kalo lo enggak sekelas lagi sama gue! Bosan gue!;
"Tega kamu Ani!;
Elina menanggapi acuh perkataan Yuko, terserah dia mau disebut Ani, Milea, atau apapun itu.
Yang jelas dia sedang tidak ingin diganggu.
"Lo pelit amat sih!dengusnya
"Udah tahu gitu masih juga nekad minta ke gue! Ketus Elina melebihi kejudesan Jira.
Dan Yukopun berlalu pergi meninggalkan Elina dengan rasa kecewa tapi bukan Yuko namanya kalo gampang nyerah.
Dia bakalan nyari target lain.
Semisal Uty, mungkin.
Elina memang tipikal orang yang pelit soal ilmu, bukan karena apa, dia melakukannya agar posisinya dalam siklus rank paralel tidak tergantikan.
Terkesan egois bukan?
Tapi itulah kenyataanya.
Anak Ips yang tiap harinya selalu kompak dan tidak egois dalam memperebutkan nilai nyatanya bisa seserius hari itu.
Anak Ips, yang selalu menjunjung tinggi solidaritas dan mementingkan kebersamaan diatas segalanya, nyatanya, hari itu saling bersaing.
Bukan hanya Elina, tapi Chika, Olla, Jira, Aurel, Ifana, Uty bahkan Mursalinapun berusaha memasuki rangking paling tidak minimal lima besar.
Semuanya bersaing. Semuanya berlomba dihari itu.
Yang tidak mengerjakan Remed, tidak akan diberi contekan oleh yang sudah mengerjakannya.
Yang tidak mengerjakan remedialpun harus siap menelan pil pahit rasa kecewa karena tidak dibantu oleh temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sains One
No Ficción🤟TOGETHER WILL BE BETTER IF WITH FRIENDS 1 IPS CLASS❤🤟 🙂Kebersamaan itu Indah, guys👑 #pencarian jati diri. DALAM PROSES REVISI.
