Merasa bosan, gue keluar rumah untuk sekedar keliling komplek.
Malam ini, udaranya terasa lebih dingin dari kemarin.
Ala-ala drama korea, gue mengamati daerah tempat tinggalku yang nyaman dan tentram ini. Semuanya tampak begitu tenang dimalam hari.
Sunyi dan temaram.
Ini adalah lingkungan tempat tinggalku, harusnya aku lebih bersyukur lahir ditanah damai dan subur ini.
Terlepas dari bagaimana kehidupan kita yang sebenarnya menanti didepan sana. Terlepas dari siapa kita.
Kita bebas dan merdeka.
Tanah lahirku ini, dipenuhi dengan berkah dari Allah Swt. sang pencipta alam semesta, dan berkat dari para leluhur.
Mata pencaharian penduduk disini sebagian besar adalah sebagai petani agar-agar. Walaupun begitu, penduduk disini rata-rata hidup berkecukupan.
Adapun orang-orang berada, jumlahnya masih sedikit.
Gue gak takut jalan-jalan sendirian dimalam hari, karena didaerah ini tidak pernah ada penculikan anak.
Never.
Disini, adat istiadat dan tradisi masih sangat melekat pada masyarakat tapi mereka tetap menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman.
Jadi, daerahku ini tak bisa dikatakan ketinggalan jaman, juga tak bisa dikatakan maju, karena keadaannya yang sangat jauh berbeda dengan keadaan perkotaan.
Ini gue lagi promosi tempat wiasata atau apa? :V
Merasa lelah, gue akhirnya pulang.
Digerbang rumah, ada seseorang yang sangat tak ingin kutemui sekarang.
"Ngapain lo disini?tanyaku sekedar menunjukan kesopanan.
"Mau maling!cengirnya
Gue memasang wajah datar.
"Gak lucu! Acuhku
"Lonya aja yang lagi badmood!;
"Oh!;
"Gak ikhlas banget ngomongnya!;
Gue cuma ngangkat alis sebelah, tanda gak perduli.
"Sebenarnya, gue datang kesini mau nanyain satu hal ke lo!;
"Kalo gak penting, pulang aja!usirku
"Lo ngusir gue?;
"Bagus kalo peka!;
Niko menghela napas, berusaha sabar.
"Ini maksudnya apa?tanyanya menunjukkan ponselnya.
Gue mengerutkan dahi, Niko menunjukan SS*screenshot pict yang gue posting di akun sosmed gue.
"Ngapain lo posting foto mawar terbakar sama anjing hitam yang berkaca-kaca gini?;
"Not your bussines!acuhku
"Lo depresikan?tebaknya
Tepat.
"Bukan urusan lo! Kataku berusaha tetap seacuh tadi.
"Terus yang ini?tunjuknya pada sebuah foto gadis bertanduk dengan caption "Im not okay but its okay!".
...Lo jelas-jelas depresi, Aurel. Masih gak mau ngaku?tegasnya
"Terus kalo gue depresi apa hubungannya sama Lo?
Kita cuma sebatas teman sekelas. Lo gak berhak tahu privasi gue!tegasku
"Awalnya gue mikirnya juga gitu, tapi tidak sampe gue tahu, kalo gue penyebab itu semua!;
"Percaya diri lo menggambarkan berapa persen tingkat kesombongan lo!sarkasku
"Lo masih gak nyadar juga?;
Gue terdiam.
"Sikap lo yang kayak gini yang sering buat gue heran. Gue dekatin lo ngejauh. Gue menjauh lo nyariin. Gue baperin lo kesal. Gue cuekin lo nangis.
Gue gak tahu harus gimana ngadepin lo!;
Gue masih diam.
"Aurel, kenapa lo merumitkan keadaan yang mudah? Kenapa lo memperparah hal yang seharusnya baik-baik aja?tanya Niko.
Nada bicaranya masih setenang tadi.
...Lo egois! Lo pura-pura tulus, tapi sebenarnya lo itu munafik tahu gak!;
Gue gak bisa membantah.
Perkataan Niko, itu semua benar.
Gue gak tulus. Gue munafik. Gue egois.
"Kenapa diam? Baru nyadar? Kritiknya.
Walaupun perkataannya pedas, tapi perkataan Niko tetap santai dan pelan.
"Bukan urusan lo!
Setelah jeda beberapa detik, akhirnya hanya kata itu yang keluar sebagai pertahanan diri.
"Gue pikir lo itu orang baik. Gue pikir lo mau menerima pendapat orang lain. Gue pikir lo terbuka kesiapa aja! Tapi ternyata gue salah!;
Dengan kata lain; Lo gak sebaik yang gue kira!
Gue menahan diri dari perasaan tertekan, sekali lagi, gue mencoba bersikap biasa saja.
"Lo tahu apa yang lebih buruk dari sekedar bersikap 'bodoh?
Yaitu saat lo mulai bersikap 'sok tahu' dengan hidup orang lain!;
"Hhh, tebakan gue benar.
Ternyata selain pandai bersandiwara, lo juga pintar membolak-balikan perkataan, Aurel!;
...Lo harusnya mikir untuk merubah semua hal negatif dalam diri lo kearah positif, bukannya malah menyerap semua hal negatif itu!;
"Terima kasih sarannya.
Tapi kalau boleh tahu, apa urusan anda dengan hidup saya? Perasaan saya tidak pernah merugikan anda!;
Cihh!
"Kalau boleh jujur, melebihi rasa peduli, sebenarnya gue kasihan sama lo, Aurel.
Bagaimana bisa lo terus hidup dalam kepalsuan? Bagaimana bisa lo bertahan selama ini?...
...Lo takut menunjukan sisi lo yang sebenarnya. Lo takut melepas topeng. Lo takut mereka semua menjauhi lo karena ternyata lo gak sebaik yang mereka pikirin selama ini!;
"Kita gak bisa terus-terusan bersikap baik!respekku
"Maka dari itu. Kenapa lo masih berusaha terlihat baik disetiap keadaan?;
"Pliss, hentikan sikap sok tahu lo itu, gak guna sumpah!;
Niko menghela napas.
"Cihh, gak peka-an amat sih jadi orang!;
Hello, gak nyadar diri dia!
"Oh!singkatku
"Kayaknya percuma aja deh gue kesini!;
"Hmm!;
Selesai mengatakan itu Niko segera pergi dari sini.
Gue memperhatikannya hingga benar-benar hilang dari pandanganku.
Hufftt,,
Gue percaya, seiring waktu semuanya akan baik-baik saja.
Gue percaya, suatu hari kita akan sependapat dan satu pemikiran.
Kalo kita emang berjodoh pasti kita bakal bersama. Gue percaya itu.
Untuk sekarang, kita harus saling menjauhi.
Ini demi kebaikan semua orang.
Demi rasa solidaritas yang kita junjung tinggi bersama.
Setidaknya, itu yang gue harapin.
Untuk saat ini.
Ada yang paham kodenya gak?😌😌
Padahal Aku udah ngasih kode lho dari kemarin-kemarin. Masih gak peka juga?
Fix, kalian gak berperasaan😂
Btw, aku serius lho!
KAMU SEDANG MEMBACA
Sains One
Non-Fiction🤟TOGETHER WILL BE BETTER IF WITH FRIENDS 1 IPS CLASS❤🤟 🙂Kebersamaan itu Indah, guys👑 #pencarian jati diri. DALAM PROSES REVISI.
