Gue sekarang lagi dikantor khusus guru.
"Lia! Kamu mau ikut lomba cerdas cermat? Tanya pak Sanjaya
"Kenapa harus saya pak? Tanyaku
---kenapa gak murid lain aja yang notebenenya lebih pintar dari gue?
"Yah, saya rasa kamu cukup pintar dan bisa diandalkan. Lagipula kamu hanya masuk pada sesi bahasa Inggris!kata pak Sanjaya
"Gak ah pak!;
"Loh kenapa?;
"Saya masih ada les matematika pak, sama kursus bahasa inggris!kataku
Hmm!pak Sanjaya terlihat berpikir
"Ya sudah!katanya kemudian.
Gue tersenyum.
"Kalau begitu permisi pak!kataku seraya keluar kantor.
Gue yang rada-rada gak waras ini juga berusaha menggapai cita-cita gue. Yah, termasuk dengan les matematika dan kursus bahasa Inggris. Pintar?
Orang aja yang bilang gitu.
Gue mah setuju setuju aja.
...
09.30
Bel istirahat berbunyi...
Gue sama Jira lagi dikantin.
Kita makan apa yang dimakan manusia dan anak sekolahan pada umumnya. Mie rebus sama ketupat.
"Lo gak pernah bosan makan ginian terus dari awal masuk sekolah?tanya Jira ketika kita mulai makan.
"Gak!daripada gue makan gorengan yang gak sehat bagi tubuh!kataku asal
"Lo pikir mie instan rebus itu baik bagi kesehatan?tanya Jira
"Bodo amat!kataku yang makan dengan lahapnya.
....seenggaknya gue kenyang dan makan dengan lahap!jawabku lagi
"Iyain deh biar senang!jawab Jira sambil menyeruput es tehnya.
"Ehh, Ada Azka tuh!kataku melihat kearah pintu kantin.
Azka Prayogi, anak XI IPS 3 gebetannya Jira. Sayang digantung mulu kayak jemuran.
Jira langsung tersedak.
"Gak usah lebay gitu kali!kataku lalu memakan mie lagi
"Hy, boleh gabung gak? Tanya Azka
Gue mendongak keatas ngeliat Azka dengan sebotol akua ditangannya. Dia ganteng sih, anak basket. Tapi gantengan lagi gebetan gue.
Gue beralih menatap Jira. Muka Jira memerah mungkin karena malu. Dengan tatapan isyarat Jira menyuruh gue agar menolaknya.
Gue tersenyum jahil. Ngerjain Jira kayaknya seru nih. Habisnya dia ngoceh terus dari tadi.
"Eh, iya boleh!kataku
Dapat gue liat kilatan amarah dimata Jira tapi gue pura-pura gak tahu.
"Aurel kan?tanya Azka
"Iya!gue senyum penuh kemenangan melihat Jira yang setengah mati menahan kegugupannya.
"Dan ini.. Azka jeda
Jira!kataku
"Oh Jira!kata Azka senyum pada Jira
Jira balas tersenyum.
Percayalah melihat Jira saat ini lebih seru daripada nonton ftv SCTV.
Obrolan kitapun berlanjut. Sesekali gue tersenyum jahil ke Jira.
...
Bel pulang berbunyi, karena gue sama Jira tetanggaan kalau datang ataupun pulang selalu jalan bareng. Jarak rumah kesekolah dekat kok. Gak sejauh jarak antara hatiku sama si doi.
"Jira, lo masih ngambek?kutanya
Tapi Jira gak jawab. Ala-ala orang kesal.
"Ya ampun, gue gak bermaksud Jira, sumpah!kataku
tapi boong.
"Jira!panggilku tapi Jira seolah tuli terus berjalan tanpa peduli sama gue
"Jira,, iih!kataku.
Oke, sekarang gue yang mulai kesal
"Meyjira Arwinata Putri!panggilku kesal.
"Lu budeg ya? Kutanya
Tapi Jira gak perduli.
"Auah, gue nyerah!kataku lalu mengatur jarak agar berjalan berjauhan sama Jira.
Gue gak ngerti. Salah gue dimana coba? Jira suka sama Azka. Gue coba membantu dikantin tadi.
Tapi Jira kok ngambek sama gue?
Walaupun sih, gue juga bakalan kesal kalo digituin. Hmm!
Tanya pada rumput yang bergoyang.
Dirumah..
"Assalamualaikum!kataku
"Waalaikumsalam!jawab Mama
"Adek mana Ma? Kutanya
"Lagi main dilapangan!kata Mama
Kamu masak sendiri aja, Mama lagi buru-buru!kata Mama
"Emang mau kemana Ma?kutanya
"Ada pertemuan!kata Mama
"Ohh!kataku.
Mama gue tersayang ini adalah kepala sekolah Smp Melati.
"Mama jalan dulu!kata Mama seraya berlalu.
"Oke!kataku.
Lalu masuk kamar.
Gue facebookan dikamar.
Dikelas, cuma gue makhluk yang gak punya Instagram. Bahkan sipendiam Uty punya Ig. Tapi ahh, bodo amat.
Gue juga gak terlalu apdet apdet status gitu didumay.
Tapi gue gak semuna anak Ipa. Yang katanya sibuk belajar. Tapi onlinenya di facebook seharian penuh. ??!
Gue ngestalk akun 'Niko Putra Pradana'. Doi gue.
Gue suka sama dia sejak smp. Pas smp gue punya cita-cita pengen sekelas bareng dia. Dan Alhamdulillah itu tercapai.
Gak ada update-an terbaru.
Oke, gue balik. Scroll bawah-atas. Sampe akhirnya gue bosan.
Trus nge-play musik dan kemudian gelap. Gue tidur.
Gue terbangun dan melihat jam 17.32.
Gue lapar!itulah yang pertama kali gue ucapkan. Guepun kedapur diatas meja kosong. Dipanci cuman ada nasi. Tapi gue gak nyerah untuk bertahan hidup?! Guepun menuju kulkas. Harapan terakhir. Sayur kangkung. Sayur bayam. Tomat. Cabai. Bawang. Ikan mentah.
"Lah, serius!gak ada yang instan gitu! Kataku terus menjelajah. Mencari apa yang praktis untuk dimasak.
...Ahh, Mama, udah tahu gue gak bisa masak!gerutuku.
Gue balik kekamar. Ngambil jaket. Mumpung udah agak gelap, gue gak perlu repot-repot make jilbab.
Rambut gue yang setengah panjang gue belah tengah lalu majuin kedepan dan gue tutupin pake topi jaket.
Gue menuju warung terdekat.
Beli mie instan. Ahh, wait wait. Itu bukannya Niko yah.
Jodoh emang takkan kemana.
Guepun mendekati Niko.
"Hy cowok gak waras!kataku tapi tetap kusuka
"Apaloh yang lebih gak waras!kata Niko
"Lo ngapain disini!tanyaku
"Tidur!balasnya cepat
"Ish, gue serius!kataku
"Yah belanjalah!balasnya
"Lo ranking dua tapi berasa peringkat terakhir!kata Niko sarkas
"Apa hubungannya coba?kujawab
"Audah!;
"Lo udah mau pulang? Tanyaku
"Hmm!;
"Anterin gue donk;
"Lo dateng bareng siapa?;
"Sendiri;
"Nah itu. Mandiri sono!kata Niko seraya menstarter motornya lalu pergi.
"Gak peka amat sih jadi cowok!kataku lalu berusaha senyum kembali.
Author note: iya tahu kok ceritanya gaje:v
KAMU SEDANG MEMBACA
Sains One
Saggistica🤟TOGETHER WILL BE BETTER IF WITH FRIENDS 1 IPS CLASS❤🤟 🙂Kebersamaan itu Indah, guys👑 #pencarian jati diri. DALAM PROSES REVISI.
