#26 Malming Ala Arkeno Dan Chaca

81 7 0
                                        


Ichal Pov

Nama gua Ichal Arkeno Margetta. Nama panggilanku sewaktu kecil itu Eno. Tapi menginjak remaja, gua akrab disapa Ichal.

Semua orang manggil gua Ichal, tapi khusus Acha, beda.
You knowlah, what I mean..

Sebelumnya gua mau minta maaf telah mengotori cerita yang suci ini dengan sedikit cerita mengenai asmara, dan gua mau bilang, kalau bahasa gua dicerita ini bakalan lebay.

Lebay, yang gak akan dimengerti jomblo kayak lo pada.

Gua gak akan repot-repot membicarakan tentang bonyok, karena mereka tinggal dikota yang jauh. Sejak kecil gua dititipkan sama nenek.

Disini, gua hanya akan membicarakan tentang dia.
Dia yang sekarang tengah memenuhi pikiran gua.

Terserah kalo lo mau bilang gua lebay. Gua gak peduli.
Lo bukan pacar Acha hingga gak tau apa yang gua rasakan.

Lo gak akan mengerti betapa bahagianya gua dipertemukan dengannya.

Dia yang membuat minggu pagiku terasa berbeda ketika gua tau, seharian ini gua gak akan bisa bertemu dengan dia.

Dia.

Dia yang akhirnya resmi jadi pacar gua dibulan Mei tahun 2018.
Dia yang mau saja kutraktir dengan ubi goreng sepuluh ribu.

Dia yang mau nunggu gua ketika gua hilang tanpa kabar selama seminggu.
Dia yang maunerima gua apa adanya.

Gua bukan cowok yang romantis, kayak Dilan.
Tapi demi dia, gua bakalan romantis dengan cara gua sendiri. Syukur, kalau dia mau menerima.

Dia ~~Acha~~ sangat suka dengan film Dilan. Bahkan gua sempat cemburu, karena walau bagaimanapun, Dilan itu juga adalah seorang cowok.

Tapi, karena Acha sangat pengertian, dia memaklumi kecemburuan konyol gua itu.

Dia, Chaca Ayunda Karmila, adalah pacarnya Ichal. Dengan bumi sebagai saksi, dan cukup dia sebagai bukti.

Hari itu gua mendeklarasikan pernyataan suka padanya, dibawah langit dengan kegugupan yang tak terhingga.

Gua kira dia akan menolak, karena caraku menyatakannya tidaklah romantis. Tapi ternyata gak.

Dia nerima gua untuk jadi bagian dari ceritanya.

Gua tak tau harus bagaimana lagi berterima kasih pada bumi yang telah menghadirkannya dalam planet ini melalui tanah kelahiran yang sama.

Gua sangat berterima kasih.
Kepada semua hal yang membuat gua  dapat bertemu dan memilikinya.

Terima kasih pada kalian semua.

Gua gak tau lagi harus bagaimana menggambarkannya, dia yang terbaik buat gua.

Gua bukan cowok yang baik.
Gua siswa ternakal disekolah, dan paling berandalan.

Tapi, ke-dia, gua beda. Gua akan menjadi baik untuk dia.

Gua ini mudah berteman dengan siapa saja. Tapi gua gak mudah jatuh cinta.

Tapi, setelah mengenalnya cukup lama, gua tau, gua udah jatuh padanya.

Dia begitu sempurna, hingga gua gak pantas dengannya. Tapi, dia bilang gua sangat pantas untuk bersamanya.

Bahkan, dia bilang dia yang sangat beruntung bisa bersama gua

Terserahlah. Yang penting kami berdua sama-sama bahagia. Yang penting kami berdua sama-sama menginginkan ini.

Itulah cinta, lo harus ngalaminnya  sendiri jika ingin mengerti apa yang sedari tadi coba gua gagaskan.

Sains OneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang