#51 Guru

40 6 1
                                        

11.00 WITA

Karena ini adalah hari Jumat, dan hari jumat adalah hari yang pendek (istilahnya) bagi jam sekolah maka otomatis hari ini jam pulseknya juga lebih cepat dari biasanya.

Bu Moni (guru PAI) yang harusnya masuk mengajar sejak pukul setengah sepuluh tadi terlambat masuk karena sebuah alasan.

Jadi untuk hari itu, pelajaran tidak berlangsung seperti biasanya dan hanya diisi oleh nasehat-nasehat darinya. Kebetulan bu Moni ini juga adalah wali kelas kami.

"Saya sebagai wali kelas kalian tentunya akan sangat bangga jika semua murid-murid yang pernah jadi perwalian saya bisa berhasil semuanya! Kata bu Moni.

"Aamiin! Seru kami bersamaan.

"Pesan saya teruslah belajar. Ingat,  kesenangan itu singkat tapi nilai akademis dan riwayat kalian akan dipergunakan seumur hidup!;

Kami semua diam, mendengarkannya nasehatnya dengan tenang dan seksama.

Bu Moni menatap kami semua satu persatu, dengan tatapan yang memancarkan harapan yang besar agar kami semua dapat sukses. #Aamiin.

"Teruslah belajar, bahkan jika itu terpaksa. Karena dari keterpaksaan itulah kalian akan terbiasa!lanjutnya.

"Tapi Bu, bukankah sesuatu yang dilakukan dengan terpaksa itu tidak akan berakibat baik? Ifana mendahuluiku untuk bertanya.

"Sebagian. Dan itu tergantung dari apa yang dikerjakan!;

Fix, gue harus berusaha bersosialisasi bahkan jika terpaksa.

"Ollivia Marianna!panggil bu Moni

"Iya bu!sahut Olla

"Katakan alasan mengapa kamu belajar? Apakah untuk mendapat juara atau pengakuan? tanyanya pada sang peringkat pertama.

Olla berpikir sebentar.

"Saya belajar untuk membahagiakan kedua orang tua saya, Bu!jawab Olla

"Berarti itu untuk pengakuan!
kamu bangga diakui orang tuamu sebagai anak yang pintar disekolah!jelas bu Moni.

....Terlepas dari hal itu, memang pada dasarnya kita semua punya kebutuhan untuk diakui!lanjutnya

Kami mengangguk.

"Ingat anak-anak. Mau dapat juara atau tidak, kita semua perlu belajar.
Belajar untuk kebutuhan kita dimasa depan. Juara hanyalah bentuk apresiasi dari usaha kita.

... dan bagi yang belum mendapatkan juara meski sudah belajar dengan giat, jangan khawatir. Jalan kalian masih panjang.
Siapa tahu bentuk apresiasi kalian akan diberikan ketika nanti sudah sukses!;

"Aamiin! Kami sekali lagi mengaminkan perkataan bu Moni.

Hening kembali mengisi.

"Ketahuilah, setiap guru itu punya mata batin. Dia bisa melihat hal lain dalam diri siswanya!;

"Contohnya Bu?tanggap Ifana

"Yah....
misalkan ada seorang murid yang tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya.  Dan alasan yang ia berikan adalah buku PR-nya hilang! Disitu sebenarnya, gurumu sudah bisa menebak apakah kamu jujur atau tidak!jelasnya

"Kalau misalnya si murid itu bohong. Lalu apa yang dilakukan oleh guru?
Melihat sejauh ini tidak ada guru yang mengatakan bahwa si murid itu bohong secara terang-terangan!tanggap Chika

"Yahh, guru itu akan mengeluarkan si muridlah dari kelasnya. Atau tidak dihukum!jawab Ifana

"Itu benar. Dan jikapun sebaliknya, jika si murid benar-benar jujur, bahwa bukunya hilang. Maka guru juga akan tetap mengeluarkannya!jawab bu Moni

"Kenapa bisa begitu Bu?kali ini Olla bertanya

"Karena itu akan tidak adil bagi yang lain. Toh, itu juga akan menjadi pelajaran untuk menjaga bukumu sebaik-baiknya!;

Yahh.. perkataan bu Moni ada benarnya.

Gue tetap mendengarkan penjelasan bu Moni dan cukup paham dengan logikanya, tapi ada sesuatu yang mengganjal diotakku.

"Bu!sahutku ragu

"Iya!jawabnya.

Semua mata tertuju padaku.

"Kalau memang guru bisa tahu apa yang dikatakan muridnya itu jujur atau bohong.
Lalu kenapa dia tidak mencoba memahami alasan si murid itu berbohong?tanyaku.

*kalau seandainya si murid berbohong.

Bu Moni berpikir keras, tapi ekpresinya tenang dan santai.

"Setiap guru itu punya aktifitasnya masing-masing. Dia tidak hanya mengurus murid-muridnya saja. Ada dunianya yang lain. Entah itu keluarganya, kerabatnya, sosialitanya, dan banyak lagi.

...guru itu mungkin capek dengan dunianya juga. Makanya dia memilih untuk mengabaikan alasan-alasan muridnya yang entah itu bohong atau bukan.
Dalam hal ini, kita tidak bisa mengatakannya makan gaji buta, karena dia sudah memenuhi tugas utamanya sebagai seorang pendidik disamping memahami muridnya!jelas bu Moni.

"Yah, kecuali guru yang memang malas mengajar. Itu boleh disebut makan gaji buta!lanjutnya

...Tapi ingat anak-anak, kalian tidak boleh memandang rendah guru! Sekalipun dia adalah guru yang malas, biar Allah yang membalasnya nanti.

...Dan juga, jangan menghina guru yang tergolong buruk dalam mengajar.
Jangan pernah beranggapan bahwa kalian lebih pandai darinya.

...Karena, mau seburuk apapun caranya menyampaikan pelajaran.
Dia masih guru kalian.
Dia masih guru yang harus kalian hormati dan hargai.








Kalimat terakhir bu Moni, serasa menohok kami semua.
Pasalnya selama ini, kami sering mengejek guru yang malas dan guru yang buruk dalam mengajar.





Aiishhh....













































Tepat pukul 11.29 bu Moni keluar kelas. Dan dimenit berikutnya bel pulang berbunyi nyaring.























....
Guys, setuju gak kalo cerita ini author tamatin secepatnya??

Sains OneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang