Chapter Tiga puluh Delapan

1.3K 44 5
                                        

LailA
By
Vebryna Arifin


Rofik

Hari berlalu begitu cepat, terlihat istriku yang termenung duduk diteras rumah dengan memandangi arah pagar rumah kami. Aku yang melihatnya lalu aku berjalan kearahnya dan duduk disamping istriku.

"Kau mengagetkanku." Ucap Laila yang menyadari bahwa aku sudah duduk disampingnya.

"Sedang apa disini sayang, apa ada yang kamu fikirkan??." Tanyaku pada istriku.

"Hmmm...Aku ingin menyampaikan sesuatu untukmu". Ucap Laila.

"Aku juga ingin menyampaikan sesuatu kepadamu sayang". Ucapku sambil menggenggam tangan istriku.

"Baiklah katakan lebih dulu." Ucapnya kepadaku.

"Maafkan aku selama ini aku membohongimu,tentang sesuatu dan aku harap kamu bisa memaafkanku." Ucapku lirih. "Aku tahu ini salah tapi aku sungguh tak ingin membuatmu sakit dan aku tak ingin kehilangamu." Ucapanku membuat istriku merasa bingung.

"Apa maksud dari ucapanmu??." Tanya istriku dengan nada bingung.

"Aku tahu apa yang mengganggu pikiranmu akhir akhir ini, aku tahu tentang mimpi burukmu setiap malam, aku tahu semuanya."Ucapku kepadanya, tapi dia masih terlihat bingung. " Dengarkan aku baik baik sayang, apapun yang terjadi dimasa lalu tolong jangan kamu pikirkan lagi, ada aku yang selalu bersamamu".

"Bisakah kamu memberitahuku dengan jelas yang sebenarnya terjadi??." Ucap laila kepadaku.

"Baiklah. Saat kita masih kuliah kamu berpacaran dengan Devan papanya Dias, kamu diperkosa olehnya disuatu malam saat itu Devan meninggalkanmu sendirian tanpa dia tahu kamu hamil, dan akhirnya aku menikahimu dan lahirlah Rasya." Kataaku.

"Apa ini nyata?? Apa ini hanya mimpi??." Tanya Laila dengan nada yang terbata dan air mata yang membasahi wajahnya.

"Tenangkan dirimu sayang." Ucapku sambil memeluknya. " Aku yang memutuskan menikahmu bukan karena aku kasihan kepadamu tapi karena aku mencintaimu dan Rasya aku anggap anakku sendiri sejak dia berada di dalam rahimmu." Ucapku menenangkan istriku.

"Apa semua kenyataan yang terjadi??." Laila menangis.

"Saat kamu bertemu dengan Devan saat itu membuatku hampir kehilanganmu, dan saat kamu terbangun memorymu tentang Devan hilang tanoa mengingat apapun tentang masalalumu dengannya, itu yang membuatku tak memberitahumu tentang kejujuran ini. Maafkan aku yank maafkan aku." Ucapku sambil tetap memeluknya.

" Maafkan aku dad, maafkan aku,, aku membuatmu terbebani olehku selama ini." Ucap Laila sambil memeluk erat tubuhku.

"Jangan kamu bicara seperti itu ini adalah jalan kita untuk bersama , lihatlah kita sudah bahagia bersama dan lihat kedua malaikat kecil milik kita." Ucapku.

" maafkan aku dan terimakasih"

//

LAILA POV

Malam ini terasa hening saat kami makan malam bersama keluarga Devan. Mbak Nurma mengundang kami untuk makan malam bersama dan tak mungin juga kami menolaknya.Ini sudah sekitar 2bulan berlalu saat suamiku menceritakan semuanya kepadaku.

LailATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang