LAILA
By
Vebryna Arifin
Devan POV
Aku terdiam dan tak dapat mengeluarkan sepatah kata pun dari bibir ku saat Rofik mengatakan segala nya. Jujur aku tak tahu dulu akan seperti itu. Aku mengakui bahwa aku memang bajingan kala itu,tapi sungguh aku tak tahu menahu bahwa Laila mengandung anakku setelah itu.
Aku pergi meninggalkan Indonesia dan melupakan semuanya,aku tak pernah mencari tahu tentang apapun,apalagi tentang Laila. Aku tak tahu bahwa itu semua sangatlah fatal hingga aku tak menyadari semuanya. Hingga aku tahu kenyataan dan rasa sakitku saat ini tak sebanding yang dia rasakan kala itu.
Aku masih duduk terpaku menyesali perbuatannya selama ini. Hingga seseorang membuyarkan lamunanku,yaitu seorang pekerja cafe yang memberi tahu ku bahwa cafe akan segera tutup.
Ya Tuhan,sudah berapa lama aku terdiam seperti ini. Aku meminta maaf dan segera pulang. Sesampainya di rumah,Nurma istriku belum tidur,dia masih setia menungguku di sofa sambilenonton tv. Saat ku buka pintu ku dan masuk kedalam aku melihat istriku dengan senyuman yang menyambutku.
"Maafkan aku pulang terlambat" ucapku sambil duduk disampingnya
"Tak apa, cepatlah mandi dan istirahatlah" ucap nurma
"Maafkan aku,, terimakasih" ucapku sambil memeluknya
"Kenapa??ada apa??" Jawabnya
"Tak ada apa.. aku hanya berterimakasih atas segalanya" jawabku sambil mengeratkan pelukanku.
"Hmm" jawabnya hanya mengangguk,yang pasti dia tahu akan maksud ku.
Istriku menceritakan tentang Rasya, dia juga menyayangi Rasya, kesukaan dan yang tidak disukai Rasya pun dia tahu. Ya memang tidaklah aneh karena selama ini Rasya sangat dekat dengan Dias.
Setelah mendengar dari Nurma tentang Rasya , itu semakin ingin ku bertemu dengannya, memeluknya dan bertanya tentang apapun dengannya.tapi aku sadar itu mungkin hanya mimpi bagiku. Apalagi sekarang Rofik sudah tahu bahwa Dias anakku,pasti dia akan melarang Rasya bermain dengan Dias apa lagi bermain kesini.
Pikiranku sangat kacau. Aku tahu aku tak pantas untuk dimaafkan,tapi aku hanya ingin sekedar dekat dengan Rasya, aku tak akan punya niat lagi untuk mengambilnya. Aku hanya ingin bisa sekedar bermain meski lewat Dias aku bertemu dengannya.
Hatiku bertanya tanya,akankah Rofik memaafkan ku atau justru dia akan semakin membenciku. Tuhan berikan aku satu kesempatan untuk dekat dengan Rasya ,maafkan jika aku serahkan seperti ini.
Laila POV
Aku terbangun dari tidur siangku saat Rasya memanggilku memasuki rumah. Rasya baru saja pulang dari sekolah bermainnya. Hari ini Rasya pulang lebih lambat karena ada temannya yang sedang ulang tahun,dan dirayakan di sekolahnya.
Sikecil Rasya berlari kegirangan sambil menenteng satu kantong plastik yang berisi makanan dan satu botol minuman susu.
"Mommy... Rasya pulang..." Ucapnya sambil berlari ke arah kamarku
"Sudah pulang sayang,sini cium mom" ucapku
"Nggak mau,maunya cium dedek duluan mom" ucap Rasya begitu gemas. "Dedek,kakak Rasya udah pulang dedek nggak nakal kan ditinggal kakak sekolah" ucap Rasya yang membuatku tersentuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
LailA
RomansaHidup tak seindah yang kita bayangkan. Hidup tak semudah orang lain menjalani. Kehidupan begitu berat hingga kadang lelah melanda ruang hati hingga ingin melwpaskan segalanya. Tak ada manusia yang sempurna. Tak ada manusia yang tak luput dari kesala...
