_NALEKHA_
-Hari kedua kembali kemesir-
Dua hari sudah aku kembali berada disini, banyak sekali urusan mengenai pemberhentianku disekolah ini. Alhamdulillah aku bersyukur semua sudah selesai meski aku mengurusnya sendirian dan besok aku akan pulang ke indonesia.
Pagi ini aku sudah membawa setumpuk barang barangku yang kurasa bisa dibawa pulang, karena tidak mungkin aku membawa semua barang yang ada di asrama. Aku bahkan sudah pamit kesemua teman dekatku bahkan ke beberapa guru, dan ya bohong apabila aku berkata aku senang, aku sangat sedih dan sedikit kecewa mimpiku memang tercapai tapi cuma sampai disini. Mungkin rezekinya memang sampai sini, semoga ada rezeki yang lebih baik dibalik semua ini.. Amin
Sebelum pulang hari ini aku ada janji dengan Nova tentunya dia masih berkuliah disini bersama Naila meski Naila sudah menikah, tentunya Akbar memang menepati janjinya untuk membebaskan dan membahagiakan istrinya meski pada saat itu dia berkata padaku bukan Naila.
Tunggu tunggu bukankah aku pulang besok? tapi mengapa aku sudah membawa barang barangku? tidak aku memang terbang besok aku akan menginap dirumah Nova, karena Nova memang keturunan Mesir dan keluarganya ada yang tinggal disini.
Aku yang turun dari bis langsung mencari taksi perjalanan menuju rumah Nova memang sedikit jauh tapi rumahnya dekat dengan bandara jadi tidak apa apa aku lelah sekarang. Takutnya besok hari aku akan terlambat dan kemungkinan lainnya yang akan muncul, dan aku hanya meminimalisir kemungkinan itu.
Aku akan menyebrang tapi koperku berjumlah tiga, astagfirulloh bagaimana ini. Aku mencoba untuk mengakali koperku agar terbawa oleh diriku sekaligus tapi yang kulakukan hanya sia sia.
Astagfirulloh bagaimana ini
"Nalekha" seseorang yang sanagat familiar dan tak asing ditelingaku keluar dari dalam mobil
Haziq
"Haziq, Assalamualaikum." aku yang menolehnya sangat terkejut dan menunduk
"Waalaikumsalam, sedang apa kamu dini?"
"dan... koper? mau kemana kamu?"
"hm aku ingin mencari taksi"
"memangnya kamu mau kemana mencari taksi? oke, aku saja yang antar ya?"
aku hanya diam dan sesekali meliriknya
"udah aku tau kamu mau pulang ke indonesia, aku yang antar saja kebandara" lanjut Haziq yang tiba tiba akan mengambil koperku
"ti- tidak, aku tidak akan ke bandara. sudah biar aku naik taksi saja nanti kamu kerepotan," ucapku aku berpikir bukan karena aku menolak ajakannya tapi kita hanya berdua, meski iatnya baik tapi aku rasa itu tidak pantas
"aku seneng direpotin, udah kali ini saja ya?"
"hm ya sudah"
Diperjalanan aku hanya diam saja tapi entah kenapa jantungku sangat berdebar, sedangkan dia hanya fokus melihat jalan.
"Lekha kamu mau kemana? aku bingung hehe" ucapnya yang tiba tiba ditengan keheningan
"oh iya nih aku mau kesini" aku menyerahkan ponselku padanya
Ya Nova sudah memberikan share location dimana ia tinggal, meski aku sudah sedikit hafal dengan jalanan Mesir tapi aku belum pernah pergi ketempat dimana sekarang Nova tinggal.
"Bagaimana keadaanmu sekeluarga Lekha?"
"Alhamdulillah dengan lindungan Allah kami semua baik, bagaimana dengan keluargamu?"
"Alhamdulillah kami semua baik."
"Alhamdullilah,"
"jangan pergi Lekha" ucap Haziq tiba tiba dan memberhentikan mobilnya
deg
"Aku mencintaimu Nalekha karena Allah, kamu yang aku inginkan, aku selalu selipkan namamu disetiap doaku, Nalekha aku mencin.."
"Haz.. ziq jangan seperti itu,"
"Jangan? kau tidak mencintaiku? aku tau Lekha aku memang tak pantas untukmu kupikir kamu orang yang baik, kamu katakan pada Sherma kamu juga mencintaiku"
"A- apa Sherma mengatakannya?"
" Iya bahkan hari ini Sherma akan mengkhitbah Shofaa, percayalah aku tidak mempunyai rasa apa apa terhadapnya, jangan tinggalkan aku.. jika Sherma masih mengejar cintanya akupun sama Lekha,"
"Aku bukan wanita baik Haziq"
"kamu wanita yang mulia Nalekha, aku mengagumimu. kamu tangguh kamu berani mencari ilmu jauh jauh kesini. Subhanallah niat yang sanagat baik bukan?"
"jika aku wanita baik, wanita baik tidak akan membatalkan pernikahannya," ucapku kini aku menangis meski sudah kutahan sekuat tenaga tapi airmata ini keluar juga.
"Tidak.., Allah memberikanku kesempatan untuk berjodoh denganmu, Nalekha aku bahkan manusia biasa,jangan menangis aku ada untukmu" ucap Haziq
"Aku akan ikut denganmu keindonesia besok, dan aku akan memberitahukan kepada orangtuaku bahkan aku akan menikahimu, maafkan aku Lekha aku akan berjuang terlebih dahulu sampai aku yakin kamu bukan jodohku" Lanjut Haziq
deg
"kamu jangan nekat, meski aku juga memiliki rasa yang sama
kita tidak boleh melakukan hal yang di benci Allah, bagaimana dengan Shofaa? aku tak mau dia terluka, Shofaa mencintaimu" ucapku yang sudah tidak lagi menangis
"ini bukan dibenci Allah, tapi kita bersama Allah. Shofaa bersama Sherma Nalekha" ucapnya
"baiklah aku mau menikah denganmu karena Allah"
Kini aku dan Haziq sudah sampai dirumah Nova, bahkan aku juga dikenalkan kepada keluarga Nova karena baru pertama kali aku kerumahnya yang berada disini dan kami sedang berbincang.
Kring Kring
Tiba tiba ponsel Haziq berbunyi, Haziq ijin mengangkatnya dan berjalan sedikit menjauh dari sini tapi dia terlihat sangat panik saat menerima paggilan itu.
"Shofaa masuk rumah sakit" ucapnya tiba tiba
"A- apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Nalekha [SUDAH TERBIT]
ChickLit[Muslim series] Nalekha, Nova dan Naila adalah tiga orang sahabat yang memiliki satu impian yang sama yaitu melanjutkan pendidikan nya di kota seribu menara Kairo, Mesir yang tengah menjadi incaran para remaja. Nalekha adalah seorang gadis yang baru...
![Nalekha [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/170590446-64-k615286.jpg)