Chapter 29: kesedihan Azka

231 29 0
                                        

_NALEKHA_

"Yasudah nanti minta aja langsung sama Eima mau gak jadi Uminya Azka,"

Author's Pov

Gadis yang sedang tengah membersihkan tempat tidur itu tengah kalut dengan ucapan Dzul kemarin tak menyangka apa yang telah diucapkan Dzul kala itu.

Ia juga tak tahu apa yang sebenarnya diucapkan Dzul itu benar adanya atau memang Dzul hanya asal berucap sebagai alasan dari pertanyaan putranya Azka.

Nalekha tak pernah tahu seperti apa kehidupannya dimasa depan juga tak pernah menyangka ia akan seperti ini, tapi ia tetap bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya.

Nalekha mendengar suara Azka yang sedang menangis sepertinya berasal dari luar, dengan cepat ia berlari keluar ingin tahu apa yang terjadi dengan Azka. Tanpa ia duga ternyata Azka sedang menyiram dan membersihkan halaman depan dengan Bang Dzul.

"Eima kira Azka kenapa" ucap Nalekha yang mendekat pada Ayah dan putra itu, "Aka gak nangiskan Abi, kan udah janji.." ucap Azka gemas "Enggak apa apa tapi Azka takut cacing Eima." ucap Bang Dzul dengan nada sedikit menggoda "Hah kok takut cacing, masa laki laki takut cacing sih" Jawab Nalekha tak kalah menggoda Azka.

" Enggak Abi Aka gak takut ii.." ucap Azka memukul Abinya, "Yasudah kalau gitu, udah bereskan nyiramnya. Sekarang kita mandi dulu yuk" ujar Nalekha yang ingin mengajak Azka mandi.

"Enggak mau, Aka mau nyiram lagi" ucap Azka "Eh kok gak mau," Nalekha terkejut karena biasanya Azka selalu penurut, "Aka mau mandi cama Abi" ucap Azka "Sama Abi? biasanya juga sama Eima, Abinya lagi sibuk ayo kita mandi dulu nak," ucap Nalekha.

"Enggak, Aka mau mandi cama Abi cama Eima juga. Ayo Abi" ucap Azka yang menarik tangan Abinya "Eh, yasudah kalau gitu cama Abi aja mandinya. Eima gak usah biar Eima istirahat aja" ucap Bang Dzul "gak mau, ayo Eima!" ucap Bang Dzul.

Nalekha hanya diam kebingungan dengan sesekali melihat Bang Dzul, ia sebenarnya sangat keberatan tentang hal ini tetapi ia tak tau harus bagaimana, terlebih Bang Dzul bukanlah suaminya.

"okey gak papa, iya ayo kita mandi Eima" ucap Bang Dzul membuat Nalekha melotot tidak percaya, "Bang..." Nalekha memperingati dengan muka memohon ia tak mungkin melakukan apa yang Azka inginkan. " kamu tenang aja.. percaya sama aku" bisik Bang Dzul.

"Kamu bawa aja perlengkapan mandi Azka kesini," ucap Bang Dzul "maksud abang.. kita mandiin Azka disini?" tanya Nalekha

"Iya disini, emangnya kamu siap lihat aku mandi bareng sama Azka?"

"Hah?!"

"Enggak kok aku bercanda, sini Azka bantuin Abi" Azka menghampiri sedangkan Nalekha menyiapkan alat mandi Azka, ternyata benar setelah menyiapkan semuanya Nalekha melihat Bang Dzul dibantu Azka mengisi kolam kolaman kecil.

"Ayo Eima," Azka melambaikan tangannya "maaf Lekha tolong nyalakan keran" setelah itu air mengisi kolam plastik tersebut dan Azka segera menceburkan diri. Setelah Azka asyik bermain air tiba tiba ia memanggil Nalekha yang sedang memperhatikan dirinya dan Abinya bermain.

"Eima sini.." ucap Azka "iya ada apa?" tanya Nalekha mendekat "kokok.." ucap Azka "kokok?" Bang Dzul mengernyitkan dahinya "Jongkok maksudnya" ucap Nalekha tiba tiba Azka berdiri diatas kolam lalu membisikan sesuatu.

"Eima.. mau gak jadi umi Aka? Aka janji gak nakal lagi kalo Eima jadi Umi Aka." lalu Azka mencium pipi Nalekha, " Udah yu kita kerumah, kita dibaju nanti sakit kalau kelamaan main air" Ucap Nalekha "Iya sini abi gendong" sedangkan Azka diam ia merasa sedih ucapannya dihiraukan Nalekha apa Nalekha tidak ingin menjadi Uminya.

Setelah berganti pakaian Azka tidak kelihatan sedangkan Nalekha sedang didapur membantu Uminya menyiapkan makan siang. Bang Dzul yang barusaja keluar dari kamarnya tidak sengaja, melihat Azka yang sedang duduk diteras belakang.

"Hei jagoan Abi udang ganteng" ucap Bang Dzul yang mengelus kepala putranya, "kok diem, mana abi pengen lihat dong senyum Azka" lanjut Dzul sedangkan Azka hanya melihat Abinya lalu Bang Dzul melihat putra sepertinya sedang sedih, "Kenapa? Azka kok cemberut pengen apa?" ucap Dzul yang mengangkat Azka kepangkuannya.

"Ayo dong cerita, mana bisa Abi tahu kalau Azkanya diem.." ucap Bang Dzul

"Aka sedih telnyata Eima gak mau jadi Umi," ucapnya berkaca kaca "Hah, emangnya Azka tahu darimana kalau Eima gak mau jadi Umi?" Bang Dzul "Aka tau pas Aka bicikin Eima pula pula gak dengel.." ucap Azka sedangkan Bang Dzul juga sedih melihat putranya menginginkan sosok ibu dikehidupannya.

"kalau gitu.. Aka mau ikut cama abi aja," tiba tiba Azka menangis kencang "Aka gak mau ditinggalkan Abi, Aka udah ditinggal cama Umi,Aka gak ditinggal uga cama Abi.."

Nalekha [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang