Maaf ya agak ngaret updatenya gak bisa revisi sibuk banget hari ini
Aku revisinya pelan-pelan semoga tetep bisa upload rutin
Oh iya nanti kalo masih nemu typo komentar aja ya aku soalnya gak mesti tau kadang ada aja yang kelompatan gitu
Klik bintangnya dulu ya
Happy reading....
Is now the right time?
🌋🌋🌋
Stevan tak langsung menjawab, dirinya masih mematung mencerna baik-baik perkataan Navriel barusan, dirinya tak melakukan apa-apa Seyla hanya tertidur di mobilnya apa yang ada dipikiran Navriel?
"Awwwwwwww"
Stevan terlonjak kaget saat tak sadar dirinya menjatuhkan tubuh Seyla dari gendongannya begitu saja, padahal tadi dirinya tak ingin mengganggu gadis itu tidur tapi sekarang ia malah menjatuhkan Seyla"Eh sorry--"ujarnya tertahan.
Seyla menepis tangan Stevan lalu bangkit dari duduknya sembari mengelus-elus pantatnya yang terasa begitu sakit "Lo keterlaluan banget sih, sakit main jatuhin orang gitu aja"ujar Seyla mengerutkan bibirnya masih kesal dengan Stevan, bayangkan saja dirinya kaget bangun dari tidurnya dengan cara yang seperti ini, rasa sakit di pantatnya luar biasa, memang dasarnya Stevan suka cari perkara.
"Sorry"
"Jangan sentuh gue" peringat Seyla dengan melipat kedua tangannya didepan dada masih dibuat kesal dengan tindakan Stevan yang satu itu, setelah perdebatan panjang didalam mobil dan membuat Seyla lelah kemudian tertidur sekarang ada saja hal yang mampu menyulut emosi Seyla.
Stevan menelan selivanya susah payah lalu menatap Navriel "Baju"ujarnya begitu singkat, Navriel yang cukup peka dengan hal itu, lantas mengangguk dan berjalan memasuki rumahnya mengurungkan pertanyaan besar yang bersarang di otaknya lagian rasa curiganya perlahan juga menguap.
"Stev" cetus Nuella setengah kaget melihat Stevan masuk kedalam rumah Navriel bertelanjang dada.
Nuella mengerutkan keningnya lalu menghampiri Seyla yang berjalan kesakitan memasuki rumah "Sey, lo kenapa?"Nuella menuntun Seyla duduk ke sofa.
Seyla menjatuhkan bokongnya pelan-pelan"Ini gara-gara Stevan gila itu, yakalik gue dijatuhin gitu aja mana pantat gue sakit banget, emang tuh manusia resenya gak nanggung-nanggung"sahut Seyla berusaha mengatur emosinya yang meledak-ledak sementara Nuella hanya tersenyum tipis lalu berjalan menghampiri Navriel lagi.
Seyla melirik Nuella dengan tumpukan bahan-bahan kerajinan dilantai"Tugas Lo udah selesai? mana?"tanya Seyla celingukan mencari hasil kerajinan sahabatnya itu.
Nuella menatap Navriel tajam lalu menghembuskan nafas panjang "Belum jadi Sey, El dari tadi main game terus gue kesel sendiri kan"
"Cuma sebentar"elak Navriel dengan cengiran giginya.
Nuella memukul keras paha Navriel membuat pemuda itu mengaduh kesakitan "Sebentar sebentar hampir satu jam El, udahlah kita kerjain yang bener biar cepet kelar"sewot Nuella yang diangguki pasrah oleh Navriel "Tugas Lo udah Sey?"
Seyla menggeleng "Sebenernya hari ini gue males ngerjain tapi kutup es maksa ngerjain hari ini, ah kesel gue"
"Ayo"
"Astagfirullah"teriak Seyla mengelus dadanya saking kagetnya melihat Stevan yang sudah rapi dengan pakaian Navriel berdiri tak jauh dari Seyla duduk.
Seyla tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya sekali "Lo bisa gak sih gak ngagetin gue, iya-iya ngerjain tugas ambil bahan-bahannya dulu. Gue mau ganti baju, kesel gue sama Lo"sambung Seyla memukul dada Stevan sekali lalu bangkit dari tempatnya dan berjalan kearah kamar sedikit tertatih-tatih.
KAMU SEDANG MEMBACA
STELA ✓
Teen FictionCover by kdk_pingetania PROSES REVISI Part lengkap #Best Rank 7 in Romanc #Best Rank 15 in Pertemuan #Best Rank 12 in Pertemuan #Best Rank 6 in Kebencian 'Ketika sebuah rasa yang kecewa' Seyla Almahera Jovita Hazel yang lebih sering dipanggil Seyla...
