Bab Dua puluh delapan

5.8K 206 10
                                        

Now playing || ~ Anymore - SOMI ~

Udah nungguin ya?ngaret banget ya updatenya?
Ini part-nya belum dibaca ulang aku gak sanggup baca sekarang jadi selesai langsung published gitu
Kalo masih ada kesalahan spasi aku bingung juga gitu terus diperbaiki juga

Semoga chapter ini kalian suka
Oh ya besok aku gak upload guys mau update cerita yang lain ngantri ya🥲
K

lik bintangnya dulu sebelum baca
Jangan lupa nabung juga ya
Happy reading....

***

Paket siapa sebenarnya?

🦄🦄🦄

Taaakkkk

Seyla tersentak dengan suara ponselnya yang tak sengaja terbentur gagang besi brankar, kepalanya ditolehkan pada Stevan lalu menggeleng cepat sebelum akhirnya ponsel tersebut dimasukkan kedalam saku seragamnya. Dari tatapan yang Stevan layangkan sedikit mengintimidasi Seyla.

"Gak papa, emangnya kenapa?"tanya Seyla dengan ulasan senyum lebarnya tak ingin Stevan semakin penasaran dengan isi pesan yang baru saja diterimanya.

Stevan menajamkan penglihatannya lalu menghela nafas panjang "Ekspresi Lo aneh, bikin gue khawatir"

Deg

Seyla tersenyum tipis, entahlah mendengar ucapan itu ada perasaan aneh yang kini datang lagi, untuk apa Stevan khawatir dengannya? Seyla lagi-lagi tersenyum tipis "Gue gak papa, gak perlu khawatir gue tahan banting"seloroh Seyla dengan nada suara khasnya.

Stevan mengalihkan pandangannya "Gue udah liat mading"

Seyla menoleh cepat lalu menelan selivanya susah payah "Lo harusnya gak deket-deket gue, Lo bakal kena imbasnya"

"Siapa yang nyebarin itu?"

Seyla mengedikkan bahunya lalu menggeleng pelan "Gue juga gak tau, biarin gue gak peduli omongan orang-orang jujur buat gue sakit tapi gak masalah udah jadi konsekuensi dari sikap gue"kata Seyla yang diakhiri dengan senyuman terpaksanya, ya mau gimana lagi menang itu kenyatannya jika dirinya tak melakukan itu bisa saja membuat membelaan tapi itu semua nyata dan Seyla mengakui perbuatannya sendiri yang amat sangat tidak terpuji.

Stevan bisa melihat semuanya, rasa sakit itu, senyuman itu bahkan ekspresi Seyla yang masih tertekan juga bisa Stevan lihat, tapi melihat gadis itu terlihat seperti ini justru membuat Stevan jauh lebih senang itu artinya Seyla memang baik-baik saja.

"Ayo ikut gue"ajak Stevan mencekal pergelangan Seyla membuat empunya kebingungan.

"Kemana?enggak usah aneh-aneh gue mau tidur, biar merah-merah ini ilang"tolak Seyla berusaha melepaskan cekalan itu namun gagal saat Stevan justru memperkuatnya, kadang Seyla iri kenapa kekuatan cowok jauh lebih besar daripada cewek, andai Seyla bisa melawan kekuatan Stevan pasti tak akan terjadi hal seperti ini.

"Sebentar aja"jawab Stevan menarik Seyla meninggalkan UKS, dengan langkah lebarnya Stevan menggiring Seyla untuk ke taman belakang.

"Ngapain sih?kayak maling tau gak, ngapain ke sini?Lo mau macem-macem ya?mesum banget"tuding Seyla menyentaknya tangannya hingga terlepas dari kungkungan tangan kuat Stevan.

STELA ✓ Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang