Bunyi alarm di ponselnya yang berdering kencang membuat Naira perlahan membuka matanya sambil tangannya meraba-raba mencari ponselnya berada.
Setelah menemukan ponselnya yang tergeletak diatas nakas, buru-buru Naira mematikan alarmnya tersebut. Lalu ia bangun terduduk sambil merentangkan kedua tangannya.
Hari ini ia kuliah pagi. Jadi ia sengaja memasang alarm di ponselnya agar tidak terlambat. Daripada ia kena omelan dua kali, dari Niken dan Dosen.
Cewek itu langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan mata menyipit.
🍃🍃🍃
“Ma, berangkat Assalamualaikum.” ucap Naira sehabis sarapan bersama Niken, sambil bersaliman dengannya.
“Wa'alaikumsalam.” lalu cewek itupun menuju ke halaman depan rumahnya dan menyalakan mesin motor maticnya.
“Kamu kuliah pagi, Ra?” ucap seseorang dari belakang tubuhnya. Membuat Naira terlonjat kaget dan reflek langsung menoleh.
Matanya terbelalak kaget, “Kak Zefanya?! I..iya nih aku kuliah pagi hari ini.” ucap Naira masih dengan keterkejutannya.
Zefanya? Kenapa dia pagi-pagi ada disini?
“Yah, padahal tadinya aku mau ajak kamu joging sama Adnan juga.” ucapnya sambil menunduk lesu.
Naira tersenyum tipis, “Lain kali aja ya, Kak. Ngomong-ngomong, Kak Zefanya nginap dirumahnya Mas Adnan?”
Zefanya mendongak, menatap Naira dengan alis berkerut. “Iya, Ra. Btw, sekarang kamu panggil Adnan dengan sebutan Mas Adnan? Bukan Adnan lagi?”
Naira menyengir, “Iya, Kak. Soalnya kena semprot sama dia minggu lalu karena nggak sopan katanya.”
Zefanya manggut-manggut, “Eh, ini kamu udah mau berangkat, kan? Yaudah aku mau samperin Adnan dulu deh kalau gitu. Kamu hati-hati bawa motornya, Ra. Lancar kuliahnya, ya. Semangat!” ucapnya sambil tersenyum lebar dan mengepalkan kedua tangannya, bermaksud memberikan semangat untuk Naira.
Naira tersenyum simpul, “Makasih, Kak. Aku pergi dulu ya, Assalamualaikum.”
“Wa'alaikumsalam.”
🍃🍃🍃
“Eh, kecebong anyut! Nape lo pagi-pagi mukanya udah ditekuk?!” tanya Adit sambil mengusap wajah Naira.
Cewek itu berdecak kesal dan menegakkan tubuhnya. Memandang Adit dan Rere dengan tatapan nelangsanya.
“Gue galau banget pagi-pagi. Mood gue seketika berubah gara-gara tadi pagi pas gue mau berangkat kuliah, ada Zefanya nyamperin gue. Dia mau ajak gue joging sama Mas Adnan. Gue kesel ah, kenapa dia nginep dirumah Calon Suami gue sih?!” ucapnya sedih sambil memajukan bibirnya kedepan.
“Derita L.” jawab Adit tega. Sedangkan Rere menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Gue tanya, emang lo udah baikan sama Mas lo itu?” Rere bertanya, sedangkan Naira menggeleng cepat.
“Baikan lah. Lo ajak ngobrol dia lagi. Ya, walaupun lo selalu dicuekin sama dia. Seenggaknya biar lo lega, dan lo bisa tanya-tanya ke dia kenapa Zefanya-Zefanya itu nginap dirumah dia.”
KAMU SEDANG MEMBACA
ENGRAVED
RomantikNaira Pandhita, yang sudah menaruh rasa sampai sedalam-dalamnya kepada Adnan Pradipta sejak kecil. Sosoknya yang ceplas-ceplos tanpa tahu malu, sampai membuat Adnan geleng-geleng kepala dibuatnya. Sulit bagi Naira untuk mendapatkan cinta Adnan. Seba...
