🥀14 [Semakin Berkharisma]

3.4K 98 1
                                        

“Jadi, Mas Rey udah punya lima cabang Restoran di Jakarta?!” tanya Erika kaget. Reynald mengangguk-anggukan kepalanya.

“Wah hebat ya, Mas Rey. Nggak punya niatan untuk buat cabang baru di luar kota, Mas?” tanyanya sambil melipat tangannya diatas meja.

Kini mereka tengah berada di Restoran milik Reynald yang ada di daerah Kemang. Mereka lagi-lagi tidak sengaja bertemu. Reynald yang datang hanya untuk melihat-lihat Restorannya, sedangkan Erika yang sedang membeli makanan di Restoran milik Reynald untuk orangtuanya.

“Iya ada sih. Tapi masih dalam rencana aja, belum begitu difikirin banget. Soalnya mau fokus untuk lima cabang yang ada, nanti kalau memang usahanya lancar ya Mas bakalan buka cabang baru.”

Erika mengangguk-anggukan kepalanya, “Aku doain deh semoga usaha Mas Reynya lancar.” sambil menatap Rey dengan tersenyum.

Rey ikut tersenyum, “Amin, Er. Makasih.”

🍃🍃🍃

“ADIT!!!” Naira berteriak disepanjang koridor Kampus. Cewek itu berjalan cepat kearah Adit yang saat ini sedang mengobrol dengan teman cowoknya.

“Paan si lo? Teriak-teriak mulu lo, udah kayak lagi di Hutan!” protes Adit kesal saat Naira sampai didepannya.

“Eh, Dit kita cabut duluan ya. Nanti lo line kita aja soal meeting nya.” ucap salah satu temannya yang bernama Putra.

“Asiaaap.” ucap Adit sambil memberi salam hormat.

“Duluan ya, Ra.” ucap keduanya pada Naira. Cewek itu mengangguk sekilas lalu menatap kearah lain sambil membenarkan rambutnya.

Setelah mereka pergi, Adit kembali menoleh kearah Naira dengan wajah kesalnya. Ia lalu menjitak kepala Naira karena saking gemasnya.

“Aduh sakit bego!” sungut Naira tak terima.

“Gara-gara lo nih, mereka pada kabur! Ngapain sik pake teriak-teriak segala? Heh, coba lo liat diri lo sendiri. Kalau lo garang kayak gini, gimana si Adnan suka sama lo? Si Putra sama Bagas aja kabur begitu liat lo.”

Naira memejamkan matanya sejenak, lalu menghembuskan nafasnya dengan berat. Kemudian matanya menatap Adit dengan tajam.

“Lo ngomong sekali lagi gue pukul ya!” ancamnya tak main-main.

Adit memasang wajah meledeknya, “Terus lo ngapain manggil-manggil gue?”

“Anterin gue ke Restoran Pacific Palace. Gue mau konsul soal Skripsi.”

“Ogah ah! Lo aja sendiri sono! Gue habis ini mau ke rumahnya Farasya. Mau minta hard disk gue yang ada di dia. Habis itu langsung sibuk ngerjain Skripsi.” ucapnya jujur.

Naira berdecak, “Sok bat sibuk dih najis.”

“Iyalah gue. Emangnya elo? Kebanyakan galau gara-gara ditinggal setahun sama si Adnan. Yang lebih menyedihkannya lagi, dianya nggak pernah mikirin lo.”

“Adit kampret!” gerutunya keras saat Adit berlalu pergi meninggalkannya sendirian.


🍃🍃🍃


Naira baru saja sampai di Restoran milik Reynald yang ada di daerah Kemang. Cewek itu kini sedang menghampiri Reynald yang tengah sibuk mengobrol dengan seorang wanita.

ENGRAVEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang